Terminal Cicaheum Tutup, DAMRI Pindah Ke Kebon Kawung
Gambar atau konten salah?
Terminal Cicaheum di Kota Bandung resmi ditutup pada 26 Mei 2026, menandai akhir era transportasi publik tradisional di kota ini. Terminal yang selama ini menjadi titik penting bagi warga yang menuju ke arah timur Pulau Jawa kini diubah menjadi depo Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya. Perubahan ini memaksa banyak operator bus, termasuk Perum DAMRI, untuk menyesuaikan rute dan titik keberangkatan mereka.
Perum DAMRI mengumumkan secara langsung lewat akun Instagram resminya bahwa semua rute menuju Kuningan, Indramayu, dan Ciledug (Cirebon) akan dipindahkan ke Stasiun DAMRI Kebon Kawung. Rencana ini sekaligus menandai perpindahan pangkalan utama DAMRI dari Terminal Cicaheum ke terminal baru di pusat kota.
“Pileuleuyan Cicaheum... Hatur Nuhun Buat Semua Kenangananya!” tulis Perum DAMRI di unggahan Instagram pada 27 Mei 2026. Dalam tulisan tersebut, DAMRI mengingat betapa kuatnya hubungan emosional antara armada mereka dan terminal yang penuh dinamika ini.
“Ngomongin Cicaheum pasti langsung kepikiran hiruk pikuknya yang khas banget. Apalagi kalau udah liat jajaran bus DAMRI kesayangan kita parkir nunggu penumpang. Ibarat seblak sama kencur, DAMRI dan Cicaheum tuh kayak iconic duo yang susah banget dipisahin. Dari zaman masih bocil mudik bareng orang tua sampai sekarang udah mandiri ke mana-mana, terminal ini pasti nyimpen banyak banget memori manis (dan kadang chaos hehe) buat kita semua.”
Perum DAMRI menegaskan bahwa meskipun harus berpisah dengan hiruk pikuk Terminal Cicaheum, operasional angkutan antarkota di provinsi (AKDP) tetap akan berjalan lancar dari titik keberangkatan baru di pusat kota.
“Tapi tenang aja guys, setiap perjalanan pasti punya rute baru. Pasca perubahan fungsi Terminal Cicaheum, rute DAMRI AKDP andalan kamu sekarang bakal move on dan berangkat dari Stasiun DAMRI Kebon Kawung! Pileuleuyan Cicaheum, makasih udah jadi saksi bisu ribuan kilometer cerita kita.”
Perubahan rute ini disosialisasikan secara langsung oleh Perum DAMRI. Untuk rute keluar Bandung, bus akan bertolak dari Stasiun DAMRI Kebon Kawung, melewati Jalan Surapati, Cicaheum, Bundaran Cibiru, kembali ke jalur Cicaheum, dan kemudian menuju tujuan akhir di Indramayu, Kuningan, atau Ciledug (Cirebon). Sebaliknya, untuk rute masuk ke Kota Bandung, armada bus dari ketiga kota tersebut akan melintasi Cileunyi, Bundaran Cibiru, masuk ke jalur Jalan Soekarno-Hatta, singgah di Terminal Leuwipanjang, sebelum akhirnya merampungkan perjalanan di Stasiun DAMRI Kebon Kawung Bandung.
Berikut rincian jadwal keberangkatan dan kepulangan bus DAMRI di Stasiun Kebon Kawung:
- Tujuan: Kuningan
- Berangkat: 06.00 WIB – 07.00 WIB – 09.00 WIB – 11.00 WIB – 13.00 WIB – 15.00 WIB – 17.00 WIB
- Pulang: 06.00 WIB – 07.00 WIB – 09.00 WIB – 11.00 WIB – 13.00 WIB – 15.00 WIB – 17.00 WIB
- Tujuan: Ciledug (Cirebon)
- Berangkat: 07.00 WIB – 14.00 WIB – 16.00 WIB
- Pulang: 07.00 WIB – 09.00 WIB – 15.00 WIB
- Tujuan: Indramayu
- Berangkat: 05.30 WIB – 10.30 WIB – 16.00 WIB
- Pulang: 05.30 WIB – 10.30 WIB – 16.00 WIB
Untuk memudahkan penumpang beradaptasi, pihak pengelola mengimbau masyarakat rutin memantau pembaruan jadwal secara daring. “Gasss cek jadwal terbarunya dan pesen tiket kamu sekarang via DAMRI Apps atau website resmi DAMRI biar perjalanan tetep sat-set dan aman!” tutup unggahan Perum DAMRI di Instagram.
Perubahan ini menandai fase baru bagi transportasi publik di Bandung. Terminal Cicaheum, yang selama ini menjadi saksi bisu ribuan kilometer perjalanan warga, kini bertransformasi menjadi pusat operasi BRT. Sementara DAMRI menyesuaikan rute dan jadwalnya, para penumpang diharapkan dapat menyesuaikan diri dengan titik keberangkatan baru di Stasiun Kebon Kawung. Perubahan ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi perjalanan antar kota dan memfasilitasi transisi menuju sistem transportasi publik yang lebih modern.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
