Tewas 46 Tahun di Trotoar Semarang, Penyebab Diduga Penyakit
Gambar atau konten salah?
PS, seorang pria berusia 46 tahun, ditemukan tewas di trotoar dekat makam pahlawan Sriwijaya, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang. Sebelum meninggal, ia sempat muntah dan tergeletak di trotoar.
Di Jalan Sriwijaya, pukul 18.15 WIB, petugas medis, relawan, petugas PMI, dan kepolisian sudah hadir. Korban sudah dibungkus selimut darurat alumunium foil. Motor yang digunakan, Mio hijau dengan keranjang di belakang, terparkir di tepi jalan. Keluarga korban belum tiba di tempat kejadian.
Agus, seorang saksi berusia 42 tahun, mengaku melihat korban masih sadar sebelum akhirnya tidak bergerak. Ia melintas dari arah lampu merah Polda Jateng menuju Jalan Sriwijaya. “Saya lewat sekitar pukul 16.55 WIB, lihat ada kerumunan, ada orang tergeletak, terus saya putar balik, ternyata bapaknya sudah tergeletak di trotoar dan kelihatannya sudah agak tidak sadar,” kata Agus.
Agus menambahkan bahwa korban sempat menepikan motor sebelum terjatuh. Ia mengeluhkan sakit di perut. “Korban sempat turun dari motor, muntah satu kali, terus ada relawan sempat tanya keluhannya apa, (korban) sempat menjawab memang ada keluhan di perut. Terus muntah lagi, habis itu kelihatannya tidak sadarkan diri,” jelasnya.
Agus juga memastikan tidak ada tanda-tanda kecelakaan. Motor korban dalam kondisi berdiri dengan standar. Ia menduga korban hendak berjualan karena melihat keranjang di motornya. “Jadi tidak ada indikasi kekerasan karena korban sempat menyetandarkan motornya. Motornya juga tidak jatuh, terstandar dengan baik,” ungkapnya.
Relawan Muji menyatakan informasi awal berasal dari call center darurat 112 Kota Semarang. “Info masuk dari call center 112 bahwa ditemukan orang tergeletak di Jalan Sriwijaya Baru samping Makam Pahlawan. Kita tindaklanjut, ternyata di situ ada orang tergeletak dalam kondisi sudah lemas,” kata Muji.
Tim medis memanggil ambulans hebat Kota Semarang. Setelah diperiksa, korban dinyatakan meninggal dunia. Identitasnya adalah warga Kelurahan Petompon, Kecamatan Gajahmungkur. “Setelah dicek tim medis, korban dinyatakan meninggal dunia. Identitasnya warga Petompon seputaran Kelud, keluarga sudah meluncur ke TKP, korban laki-laki,” ujarnya.
Dugaan sementara penyebab kematian adalah penyakit. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Jenazah dibawa ke rumah duka sesuai permintaan keluarga. “Dugaan meninggal karena penyakit,” tambah Muji.
Kasus ini menegaskan pentingnya respons cepat dari petugas darurat dan relawan. Meskipun tidak ada indikasi kekerasan, kejadian ini tetap menjadi peringatan bahwa kesehatan dapat menimpa siapa saja tanpa peringatan. Penanganan medis yang tepat dan koordinasi antar lembaga menjadi kunci dalam menghadapi situasi darurat di masyarakat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SPMB Jateng 2026: Pendaftaran Murid Baru Buka Resmi
Kobra Jawa Didampingi Relawan Dilepas dari Rumah di Klaten
BMKG Prediksi Hujan Lebat di Jawa Tengah Hari Ini Pada
Pria 65 Tahun di Klampok Lor Berhenti Hidup, Kembali Mati
Banjir Rob di Demak Meningkat, Warga Minta Tanggul Pantai
SPMB SMA/SMK 2026: Kuota 5% Domisili Desa dan 2% ATS Jateng
