The Nusa Dua Kurangi Sampah Keluar 5% dengan Kompos Internal

Mira T. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 65 dibaca
Bisik.id
The Nusa Dua Kurangi Sampah Keluar 5% dengan Kompos Internal

Gambar atau konten salah?

Di kawasan The Nusa Dua, Badung, pengelolaan sampah telah menunjukkan peningkatan yang signifikan. Hasilnya, hanya sekitar 5 persen sampah yang keluar dari area, sementara 70 persen sampah sudah diproses secara mandiri di dalam kawasan.

General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika menjelaskan strategi yang diambil. Ia mengatakan, “Jadi kita olah di tempat, kemudian kita jadikan kompos dan itu bisa digunakan sesuai dengan kebutuhan di masing-masing tenant. Kemudian kita juga meminta tenant-tenant, termasuk ITDC, mengurangi untuk menghasilkan sampah,” pada Jumat, 17 April 2026.

Proses pengolahan sampah dilakukan di fasilitas internal, di mana limbah diubah menjadi kompos. Kompos tersebut kemudian disalurkan kembali ke tenant sesuai kebutuhan mereka, sehingga mengurangi kebutuhan sampah yang harus dibuang ke luar.

Agus juga menegaskan bahwa langkah tersebut berhasil menekan jumlah sampah yang harus dikirim ke pihak ketiga. Ia menyatakan, “Itu salah satu cara juga. Sehingga yang bisa keluar yang diolah oleh pihak ketiga, itu bisa ditekan sampai di bawah 15 atau 10 persen. Kami sendiri sudah bisa menekan sampai 5 persen,” menambahkan bahwa pengelolaan internal sudah sangat efektif.

Menurutnya, 70 persen sampah di kawasan tersebut sudah “mandiri”, artinya proses pengelolaannya selesai di dalam kawasan. Ia menambahkan, “Boleh dibilang 70 persen itu sudah mandiri. Maksudnya mandiri dalam arti selesai di dalam kawasan. Sebagian, kita memang, terutama tenan-tenan yang memiliki restoran, itu masih bekerjasama dengan pihak ketiga di dalam masyarakat,” menjelaskan bahwa beberapa tenant masih menggunakan jasa pihak ketiga untuk pengelolaan tertentu.

Walaupun begitu, masih ada jenis sampah tertentu yang harus dibuang, seperti limbah B3 dan sampah residu. Penjelasan Agus menegaskan bahwa pengelolaan sampah akan terus dioptimalkan agar jumlah residu yang keluar semakin kecil.

Ia menutup dengan harapan, “Nah, sisanya ini yang kita harapkan makin mengecil, semoga bisa terus menurun di bawah 10 persen,” menandakan komitmen jangka panjang untuk menjaga kebersihan kawasan.

Dengan pendekatan kompos internal dan kolaborasi tenant, The Nusa Dua berhasil menurunkan volume sampah keluar secara drastis, meskipun masih ada ruang untuk perbaikan terutama pada limbah B3 dan residu.

Nusa Duapengelolaan sampahkomposlimbah B3residutenantinternal

Komentar

Memuat komentar...