Tiga Mahasiswa UGM Raih IPK 4,00 di Wisudawan Kedokteran
Gambar atau konten salah?
Di Universitas Gadjah Mada, tiga mahasiswa Program Studi Kedokteran berhasil menutup masa studinya dengan IPK 4,00, nilai tertinggi yang mencerminkan prestasi sempurna. IPK 4,00 berarti mereka memperoleh nilai sempurna di semua mata kuliah.
Keberhasilan ini dirayakan pada 21 Mei 2025 di Grha Sabha Pramana, UGM, saat wisuda Program Sarjana dan Sarjana Terapan Periode III tahun akademik 2025/2026. Tiga wisudawan tersebut, yaitu Tegar Rinang Pratama, Kharisa Rasikhatul Hikmah, dan Ashifa Jasmine, menerima gelar Sarjana Kedokteran.
Keberhasilan mereka tidak datang begitu saja. Masing‑masing memiliki cara belajar dan strategi yang berbeda, namun semua berfokus pada satu tujuan: menjaga kualitas akademik sampai hari kelulusan.
Tegar Rinang Pratama mengaku tidak menargetkan IPK sempurna sejak awal. “Kalau aku let it flow aja nanti pada akhirnya bagaimana, ikuti alur aja,” ujarnya pada laman resmi UGM, 5 Juni 2026. Meski terdengar santai, Tegar memiliki pola belajar yang disiplin dan terstruktur. Ia mulai mencicil materi satu minggu sebelum ujian, memanfaatkan waktu kosong di sela‑sela kuliah untuk belajar di perpustakaan, hingga menyusun peta materi yang harus dipelajari setiap hari. “Biasanya untuk H‑1 itu aku sudah tidak boleh lagi belajar materi, karena prinsipku pada saat H‑1 itu aku harus sudah menguasai semua materi,” tambahnya.
Di luar kelas, Tegar tidak banyak terlibat kegiatan kampus, namun ia tetap aktif mengembangkan diri lewat sukarelawan dan kepanitiaan. Ia menyebutkan ikut dua sampai tiga kepanitiaan saat libur semester, seperti Yogyakarta Gamelan Festival, Jogja Fashion Week, asisten lapangan Bulog, dan menjadi LO (liaison officer) pada acara Kirab Budaya.
Kharisa Rasikhatul Hikmah menjadi dokter pertama di keluarganya. Ia mengakui awal perkuliahan terasa menantang, namun tekadnya kuat untuk memaksimalkan studinya demi menyelamatkan banyak orang. “Yang paling penting adalah di sini aku belajar banyak hal karena nanti akhirnya aku bakal ke profesiku yang menyangkut nyawa hidup orang banyak,” ujarnya.
Strategi Kharisa berfokus pada pengenalan kemampuan diri dan penetapan prioritas. Ia sadar dirinya bukan tipe mahasiswa yang mampu menjalankan banyak aktivitas sekaligus. “Aku merasa bahwa aku bukan tipe orang yang bisa multitasking, yang bisa melakukan banyak hal. Jadi memang aku harus tahu batas kemampuanku sampai mana,” jelasnya. Dengan demikian, ia memilih fokus pada akademik dan hanya mengikuti kegiatan organisasi sesuai batas kemampuan.
Ashifa Jasmine memilih prodi kedokteran karena pengalaman masa kecilnya. Ia sering mengunjungi rumah sakit karena penyakit kronis yang pernah dideritanya. “Aku ingat bagaimana saat aku sakit aku merasa sangat terbantu dengan dokter dan tenaga kesehatan. Jadi aku juga ingin memberikan impact yang sama ke orang lain melalui bidang kesehatan,” katanya.
Perjalanan Ashifa tidak selalu mulus. Ia pernah mengalami tekanan ekonomi dan menyadari banyaknya pengorbanan orang tua dalam membiayai pendidikannya. Meski begitu, ia tetap fokus pada hal yang bisa dikendalikan. “Yang bisa aku kontrol adalah usahaku sendiri. Jadi aku fokus belajar dan melakukan apa yang bisa aku lakukan,” ujarnya. Ibu Ashifa juga berperan penting. Ia selalu mengajarkan agar tidak berhenti mencoba dan tidak takut pada kegagalan. “Ibuku yang selalu mendorong aku, kalau misalnya ada suatu kesempatan, ambil aja gitu. Tidak perlu takut untuk mencoba, tidak perlu takut untuk kalah, gagal, itu hal yang biasa,” tuturnya.
Ketiga wisudawan ini menunjukkan bahwa pencapaian akademik tertinggi tidak selalu memerlukan strategi yang sama. Setiap individu menemukan cara terbaik untuk tetap konsisten, disiplin, dan fokus pada tujuan akhir. Keberhasilan mereka menjadi contoh bagi mahasiswa lain bahwa kerja keras, perencanaan, dan dukungan keluarga dapat menghasilkan prestasi yang memuaskan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Pengumuman Hasil UTBK SNBT Perlu 20 Hari, Katakan Pak Eduart
KJP Plus 2026: 707.477 Murid Jakarta Dapat Dana Edukasi
Kemdikbud Rencanakan Seleksi Gabungan PTN‑PTS 2026
BINUS Rancang Kurikulum Akuntan Digital Berbasis AI
SPMB Jateng 2026: Verifikasi TKA Cepat lewat Host‑to‑Host
UKKJ JF 2026 Periode 1 Dibuka: Pendaftaran 2–8 Juni
Berita Terbaru
Bayi Gajah Sumatera Lahir di Lembah Hijau, Berat 123 Kg
Pekanbaru Luncurkan Logo HUT Ke-242: Kolaborasi Aksi
Tahun Baru Islam 1448 H: 1 Muharram 16 Juni 2026 Diperingati
PIP 2026 Cair: Siswa SD, SMP, SMA Dapat Bantuan Sekarang
Investor Asing Menjual Besar Rp4,1 Triliun, IHSG 6.127,38
Timnas Indonesia Hadapi Oman di Garuda Championship 2026
Slamet Santoso Pemain Banyuwangi TKI Debut di Sokol Pyrzyce
