Tiga Pasar Ngawi, Gresik, Blitar Jadi Destinasi Kuliner

Sinta R. · 3 min baca · 24 hari lalu · 68 dibaca
Bisik.id
Tiga Pasar Ngawi, Gresik, Blitar Jadi Destinasi Kuliner

Gambar atau konten salah?

Pasar Jadul Tawun, Ngawi adalah tempat yang memikat bagi pecinta budaya Jawa. Pasar ini hanya buka pada hari Minggu, jadi pastikan jadwalmu sesuai. Begitu masuk ke Taman Wisata Tawun di Desa Tawun, Kecamatan Kasreman, suasana langsung terasa seperti kembali ke masa lampau. Lebih dari seratus pedagang menata kios mereka memakai baju lurik khas Jawa, menampilkan berbagai kuliner tradisional yang aroma‑nya langsung menguar dari pintu masuk. Getuk manis, lupis lembut, pecel, rawon, nasi tiwul, es dawet segar, rujak petis, dan sate jamur menanti pengunjung. Setiap sudutnya tampak menggoda, membuat diet otomatis gagal.

Hal unik lainnya adalah sistem pembayaran. Pengunjung tidak dapat menggunakan uang tunai biasa. Semua harus menukar rupiah menjadi koin kayu dengan nilai nominal Rp2.000 hingga Rp10.000. Sensasinya mirip transaksi di pasar kerajaan zaman dulu. Suasana semakin hidup ketika di bawah rindangnya pohon bambu, terdengar gamelan, karawitan, dan keroncong secara live. Akses ke pasar cukup mudah, hanya sekitar 15–20 km dari pusat Ngawi melalui jalur utama Ngawi–Caruban. Tiket masuk kawasan Taman Wisata Tawun hanya Rp10.000 per orang, harga yang terjangkau bagi siapa saja yang ingin merasakan pengalaman ini.

Pasar Bandeng, Gresik bukan sekadar pasar Ramadan biasa. Pasar ini menjadi pusat kegiatan budaya yang tak terlupakan, terutama pada malam 25–29 Ramadan. Dari depan Mall Ramayana hingga Alun‑Alun Gresik, area sepanjang 3 km berubah menjadi lautan manusia, lampu warna‑warna, aroma kuliner, dan energi khas menjelang Lebaran. Bandeng menjadi bintang utama, namun bukan bandeng biasa. Ada kontes bandeng kawak, lelang bandeng jumbo hingga 19 kilogram, serta deretan ikan bandeng segar dan olahan yang menarik mata. Aroma bandeng goreng, sate, gorengan panas, jajanan tradisional, dan makanan khas Jawa Timur tersebar di mana‑mana. Malam Selawe atau malam ke‑25 Ramadan menjadi momen paling magis, lampu-lampunya semakin cantik, pengunjung membludak, antrean panjang, namun justru menciptakan atmosfer yang spesial. Jika kali ini terlewat, jangan lupa menambahkan Pasar Bandeng Gresik ke dalam wishlist Ramadan berikutnya.

Pasar Wisata Kali Brantas, Blitar adalah destinasi nostalgia yang terletak di tepi Sungai Brantas. Lingkungan dikelilingi pohon bambu rindang, suara gemericik air menambah kedamaian. Di sini, 27 jenis kuliner tradisional menunggu pengunjung. Klepon isi gula merah lumer, gethuk lindri, lupis daun pisang, cenil warna‑warna, wajik legit, serabi, jenang abang, wedang jahe hangat, es dawet segar, dan banyak lagi dapat dinikmati. Pedagang menggunakan peralatan tradisional, sehingga nuansa autentik terasa kuat. Pengunjung dapat berjalan sambil ngemil di bawah rindangnya bambu, berhenti untuk foto, atau duduk menikmati pemandangan sungai. Pasar ini buka pada Minggu pertama dan ketiga setiap bulan, mulai jam 06.00–11.00 WIB. Akses mudah dari pusat Blitar, hanya sekitar 15–20 km ke arah Kanigoro.

Ketiga pasar ini menawarkan pengalaman yang berbeda namun serupa: suasana tradisional, kuliner khas, dan interaksi budaya. Mereka menjadi tempat yang cocok bagi keluarga, pasangan, atau teman untuk menikmati liburan anti‑mainstream. Pasar-pasar ini tidak hanya memanjakan lidah, tetapi juga memperkaya pengetahuan tentang kebudayaan Jawa Timur. Dari koin kayu di Tawun, lelang bandeng jumbo di Gresik, hingga 27 jenis jajanan di Kali Brantas, setiap tempat menyuguhkan cerita dan kenangan yang tak terlupakan. Bagi yang ingin merasakan kehangatan tradisi yang masih hidup ratusan tahun, ketiga pasar ini layak dikunjungi. Mereka menunjukkan bahwa warisan budaya masih relevan dan bisa dinikmati oleh generasi muda dengan cara yang menyenangkan dan berkesan.

Pasar Jadul TawunPasar Bandeng GresikPasar Wisata Kali BrantasKuliner TradisionalKoin KayuLelang Bandeng JumboBudaya Jawa Timur

Komentar

Memuat komentar...