Tim Panahan Difabel Raih Tiga Medali di Kejuaraan Dunia
Gambar atau konten salah?
Tim panahan Indonesia untuk atlet difabel berhasil meraih tiga medali di Kejuaraan Dunia Para Panahan 2026. Ajang ini berlangsung di Nove Mesto, Republik Ceko, dari 29 Juni hingga 4 Juli 2026. Hasil ini dianggap penting sebagai bekal menuju Asian Para Games 2026 dan Paralimpiade Los Angeles 2028.
Dua dari tiga medali itu diraih oleh Ken Swagumilang. Ia mendapatkannya dari nomor compound individual dan compound mixed team bersama Teodora Audi Ayudya Ferelly Esant. Satu medali lainnya datang dari pasangan Kholidin dan Noviera Ross di nomor recurve mixed team.
Berdasarkan papan klasemen dari World Archery, Indonesia menempati peringkat kelima. Posisi ini berbagi dengan Korea Selatan dan tuan rumah Republik Ceko. India menjadi juara umum dengan lima medali emas, tiga perak, dan dua perunggu.
Pelatih tim, Idya Putra Harjianto, memuji pencapaian para atletnya. Ia menekankan bahwa ketiga medali itu berasal dari nomor yang akan dipertandingkan di Paralimpiade Los Angeles 2028. "Alhamdulillah kita bisa lolos (hingga final) di tiga nomor Paralympic. Kita lolos di nomor recurve mixed team, compound mixed team dan individual compound. Tentu hasil dari kejuaraan inilah yang akan menjadi tolok ukur kita ke depannya menuju Asian Para Games dan Paralimpiade Los Angeles," kata Idya pada 7 Juli 2026.
Cuaca di Eropa menjadi tantangan tersendiri. Angin yang terus berubah selama pertandingan di Nove Mesto memaksa atlet untuk lebih teliti saat melepas anak panah. Idya juga menyoroti adaptasi terhadap sistem alternate shoot di babak gugur. "Sebagai evaluasi, ke depannya kami akan memperbanyak alternate shoot di momen-momen latihan atau masa prakompetisi, agar mereka siap ketika one by one dengan lawan di panggung alternate shoot," ujarnya.
Selain mengejar prestasi, Indonesia memanfaatkan kejuaraan ini untuk mempelajari kekuatan lawan. India dan Korea Selatan masih menjadi saingan utama. "Inilah yang kami tunggu karena India dan Korea bertanding dengan kekuatan penuh. Penampilan di sini bisa menjadi tolok ukur menuju Asian Para Games, meskipun sebenarnya kami juga ingin melihat Iran dan China. Tetapi mungkin ada kendala di negaranya masing-masing sehingga kedua tim tidak hadir di sini," ungkap Idya.
Kabar baiknya, Indonesia sudah berada di jalur yang tepat untuk tampil di Asian Para Games 2026. "Kita sudah melewati MQS dan seharusnya kita sudah lolos tujuh tiket menuju Asian Para Games. Perhitungan ranking akan ditutup bulan Juli ini," ucap Idya.
Kejuaraan ini menjadi ajang uji coba yang realistis. Dengan tiga medali dari nomor Paralimpiade, tim menunjukkan potensi. Namun tantangan seperti cuaca dan adaptasi teknis masih perlu diatasi. Lawan seperti India dan Korea Selatan sudah menunjukkan kekuatan penuh mereka.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Tempat Pembuangan Sampah Ilegal di Ciganitri Ditutup Permanen
Banjir Rob Kembali Rendam 36 Rumah di Pati
Kominfo dan DPRD Jatim Gelar Nobar Semifinal Piala Dunia 2026
Spanyol Vs Prancis: De la Fuente Akui Les Bleus Semakin Kuat
163 Siswa Baru Sekolah Rakyat Bali Mulai MPLS
Ana/Trias Lolos ke Babak Kedua Japan Open 2026
Dua Siswa Indonesia Siap Bertarung di Olimpiade Internasional
