163 Siswa Baru Sekolah Rakyat Bali Mulai MPLS

Vera T. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
163 Siswa Baru Sekolah Rakyat Bali Mulai MPLS

Gambar atau konten salah?

Sebanyak 163 siswa baru telah diterima di Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Bali yang berlokasi di Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem. Mereka akan mengikuti tahun ajaran 2026/2027, mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Saat ini, para siswa tersebut tengah menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Bali, I Putu Jaya Negara, mengatakan bahwa siswa-siswa ini berasal dari berbagai kabupaten di seluruh Bali. Ia mengungkapkan, jumlah pendaftar untuk jenjang SD ternyata paling sedikit dibandingkan jenjang lainnya. Dari total 163 siswa, rinciannya adalah 78 siswa untuk SMA, 76 siswa untuk SMP, dan hanya 9 siswa untuk SD. "Untuk SD memang peminatnya sedikit," ujar Jaya Negara pada Selasa, 14 Juli 2026.

Jaya Negara menduga, rendahnya minat pendaftar di jenjang SD disebabkan oleh faktor usia. Anak-anak SD dinilai masih belum siap untuk berpisah jauh dari orang tua. Apalagi, Sekolah Rakyat ini menerapkan sistem asrama, di mana para siswa tinggal dan belajar di lingkungan sekolah. "Rencananya untuk jenjang SMP dan SMA kami bagi jadi tiga rombel (rombongan belajar). Sedangkan, jenjang SD jadi satu rombel karena jumlahnya sedikit," jelas Jaya Negara.

Selama masa MPLS, para siswa baru akan mengikuti serangkaian kegiatan yang telah diarahkan oleh pemerintah pusat. Sebelum benar-benar menempati asrama, mereka juga akan menjalani pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh. "Besok rencananya kami akan lakukan cek kesehatan secara menyeluruh untuk seluruh siswa baru," kata Jaya Negara.

Sebelumnya, kegiatan belajar mengajar Sekolah Rakyat di Bali memang dipusatkan di Kabupaten Karangasem untuk tahun ajaran baru 2026/2027. Para siswa yang sebelumnya bersekolah di Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 17 Tabanan juga akan dipindahkan ke lokasi yang sama di Karangasem.

Keputusan memusatkan kegiatan di satu lokasi ini menunjukkan upaya untuk mengelola sumber daya dan tenaga pengajar secara lebih efisien. Meski demikian, tantangan utama tetap pada rendahnya partisipasi siswa SD, yang kemungkinan besar terkait dengan kesiapan anak untuk hidup di asrama.

163 siswa baruSekolah Rakyat Terintegrasi 3 BaliMPLSasramarendahnya minat SDKarangasempemeriksaan kesehatan

Komentar

Memuat komentar...