Tim SAR Cari Dua Pendaki Singapura Tertimbun Pasir Dukono

Rizki W. · 2 min baca · 25 hari lalu · 49 dibaca
Bisik.id
Tim SAR Cari Dua Pendaki Singapura Tertimbun Pasir Dukono

Gambar atau konten salah?

Tim SAR gabungan di Halmahera Utara masih mencari dua pendaki asal Singapura, Heng Wen Qiang Timothy (30) dan Shahin Muhrez Bin Abdul Hamid (27), yang hilang setelah erupsi Gunung Dukono pada 8 Mei 2026. Kecurigaan mereka tertimbun material pasir tetap menjadi fokus pencarian.

Menurut Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, dugaan ini muncul ketika tim menemukan pendaki warga negara Indonesia bernama Enjel dalam kondisi meninggal dunia. “Usai menemukan korban pertama, tim SAR gabungan juga mendapati dua titik timbunan material pasir dalam radius sekitar tiga meter dari lokasi penemuan korban. Dua titik tersebut diduga kuat berkaitan dengan dua korban lain yang masih dalam pencarian,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya, 10 Mei 2026.

Keputusan untuk memprioritaskan evakuasi korban pertama didorong oleh faktor keselamatan personel. “Selain kondisi cuaca yang mulai gelap menjelang sore, aktivitas vulkanik Gunung Dukono juga masih terpantau tinggi,” tambah Abdul Muhari.

Tim gabungan melanjutkan penyisiran pada 10 Mei 2026, menargetkan dua titik timbunan pasir yang telah ditandai menggunakan koordinat Global Positioning System (GPS). Pencarian difokuskan di area sekitar 3 meter dari titik-titik tersebut, di mana material pasir diperkirakan menutupi korban.

Sejumlah 17 pendaki terjebak saat erupsi pada 8 Mei 2026. Dua pendaki Singapura ditemukan meninggal dunia akibat insiden itu. Enjel ditemukan pada 9 Mei 2026 pukul 14.30 WIT, di sekitar 50 meter dari bibir kawah. Pencarian sempat terhambat oleh ketebalan material pasir yang bervariasi, dipengaruhi oleh aktivitas vulkanik yang masih fluktuatif.

Sejauh ini, 17 pendaki telah dievakuasi dalam kondisi selamat, terdiri dari 7 warga negara asing dan 10 warga negara Indonesia. Namun, dua pendaki Singapura masih hilang dan diduga tertimbun pasir.

Gunung Dukono sudah ditutup sejak 17 April 2026 setelah terjadi kematian 1 warga negara Indonesia dan 2 warga negara asing. Penutupan total pendakian diatur lewat Surat Keputusan nomor 556/061 yang diterbitkan oleh Pemkab Halmahera Utara melalui Dinas Pariwisata. “Dalam surat tersebut menyebutkan bahwa operator/pengelola/penyedia jasa atau pihak manapun dilarang memberikan izin pendakian kepada siapapun,” kata Abdul Muhari. Masyarakat dan pendaki/wisatawan juga dilarang memasuki kawasan rawan bencana (KRB) dalam radius 4 kilometer dari puncak kawah, sesuai rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Setelah peningkatan aktivitas vulkanik dan insiden pada 8 Mei 2026, Pemkab Halut menegaskan kembali penutupan total pendakian melalui Surat Nomor 500.10.5.3/491 yang diterbitkan pada hari yang sama. Saat ini, pencarian masih berlanjut di dua titik pasir, sementara keselamatan pendaki dan personel tetap menjadi prioritas utama.

SARHalmahera UtaraPendaki SingapuraGunung Dukonoerupsimaterial pasirevakuasiPenutupan pendakian

Komentar

Memuat komentar...