Tips Aman Pakai Wi-Fi Pesawat, Hindari Data Sensitif

Putri N. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 35 dibaca
Bisik.id
Tips Aman Pakai Wi-Fi Pesawat, Hindari Data Sensitif

Gambar atau konten salah?

Para pakar keamanan siber menyoroti risiko dan langkah-langkah perlindungan data saat menggunakan internet nirkabel atau Wi-Fi di pesawat terbang. Banyak maskapai kini menawarkan layanan ini agar penumpang tetap terhubung selama penerbangan.

Meskipun Wi-Fi pesawat umumnya dianggap lebih aman daripada jaringan publik di darat—karena jumlah pengguna yang lebih sedikit sehingga mengurangi peluang peretas aktif—risiko tetap ada. Jaringan ini tetap merupakan jaringan publik bersama, di mana banyak perangkat terhubung tanpa kendali penuh dari pengguna.

Menurut seorang profesor ilmu komputer dari Stony Brook University, Nick Nikiforakis, ancaman utama adalah terhubung ke jaringan palsu yang dibuat oleh pihak lain di dalam kabin. Teknik ini dikenal sebagai evil twin attacks. Dalam skenario ini, peretas membuat nama jaringan yang mirip dengan nama resmi maskapai, sehingga penumpang tanpa sadar masuk ke jaringan berbahaya. Nikiforakis menekankan pentingnya penumpang memverifikasi koneksi yang mereka gunakan.

Mike Rosen, Kepala Petugas Keamanan Informasi (CISO) di iVerify, menjelaskan bahwa maskapai dan penyedia layanan internet di udara biasanya menerapkan pengamanan seperti enkripsi dan pemisahan lalu lintas data penumpang dari sistem pesawat. Beberapa maskapai besar menegaskan bahwa koneksi Wi-Fi dirancang terpisah dari sistem navigasi dan keselamatan pesawat, sehingga ancaman terhadap fungsi penerbangan sangat kecil.

Contohnya, Delta Air Lines menyatakan bahwa meskipun sistem keamanannya ada, penggunaan Wi-Fi tetap opsional. Penumpang disarankan menerapkan kebiasaan keamanan digital yang sama seperti saat menggunakan Wi-Fi publik di tempat lain. Delta juga mendukung penggunaan VPN dan bekerja sama dengan penyedia layanan untuk menjaga keamanan jaringan.

Namun, pakar keamanan siber lain, Gerdts, menyebutkan ada batasan kontrol yang tidak sepenuhnya berada di tangan maskapai. Mayoritas sistem Wi-Fi pesawat dikelola oleh perusahaan pihak ketiga seperti Gogo, Viasat, atau Starlink. Pengguna tidak memiliki cara untuk memastikan bahwa semua sistem pihak ketiga tersebut beroperasi secara optimal. Pada akhirnya, pengguna hanya bisa mengandalkan bahwa maskapai dan mitra penyedianya telah menerapkan keamanan dengan benar.

Oleh karena itu, kehati-hatian tetap menjadi kunci utama saat terhubung ke internet saat terbang.

Para ahli menyarankan penumpang menghindari aktivitas sensitif ketika menggunakan Wi-Fi pesawat. Aktivitas yang berisiko tinggi meliputi:

  • Mengakses layanan perbankan atau akun keuangan.
  • Masuk ke sistem kerja atau VPN tanpa menggunakan perlindungan tambahan.
  • Mengganti kata sandi atau mengisi formulir yang memuat data pribadi.

Tanpa perlindungan ekstra, aktivitas semacam itu rentan terhadap serangan man-in-the-middle yang dapat mencuri informasi penting dan kredensial pengguna.

Untuk menjaga keamanan data saat menggunakan Wi-Fi di pesawat, pakar merekomendasikan penerapan beberapa langkah berikut:

  • Gunakan VPN (Virtual Private Network) untuk mengenkripsi semua data yang dikirimkan.
  • Pastikan situs web yang diakses menggunakan koneksi HTTPS.
  • Matikan fitur auto-connect agar perangkat tidak terhubung otomatis ke jaringan asing.
  • Aktifkan autentikasi dua langkah (2FA) untuk akun-akun penting.
  • Lakukan pembaruan rutin pada perangkat dan semua aplikasi untuk menutup celah keamanan yang ada.

Sebagai ringkasan, meskipun Wi-Fi di udara menawarkan kenyamanan, pengguna harus proaktif mengamankan koneksi mereka, terutama karena pengelolaan sistem sering kali bergantung pada pihak ketiga dan risiko jaringan palsu tetap ada.

Wi-Fi pesawatKeamanan siberPeretasanEvil twin attacksVPNData pribadiMaskapai penerbangan

Komentar

Memuat komentar...