Tips Keuangan untuk Perempuan: Menghindari Pinjol Ilegal di Akhir Tahun
Gambar atau konten salah?
Menjelang akhir tahun, kebutuhan rumah tangga biasanya meningkat. Hal ini disebabkan oleh persiapan liburan, biaya sekolah anak, hingga pengeluaran yang tidak terduga. Banyak perempuan yang berperan sebagai pengatur keuangan keluarga harus lebih teliti dalam menjaga stabilitas finansial.
Dalam kondisi ini, AdaKami bekerja sama dengan Perencana Keuangan Profesional Rista Zwestika CFP® untuk memberikan tips sederhana namun berguna agar masyarakat, terutama perempuan, bisa lebih siap menghadapi tekanan finansial. Rista menjelaskan bahwa pengelolaan keuangan bukan hanya mencatat pemasukan dan pengeluaran, tetapi juga tentang disiplin, prioritas, dan kesiapan menghadapi hal-hal yang tidak terduga.
Rista mengungkapkan beberapa masalah finansial yang sering dihadapi perempuan, seperti kurangnya rencana keuangan yang jelas, mencampurkan uang pribadi dengan uang usaha atau keluarga, belanja emosional, dan bergantung pada satu sumber penghasilan. Brand Manager AdaKami, Jonathan Kriss, menekankan pentingnya literasi finansial bagi perempuan. Ia mengatakan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas finansial rumah tangga. Dengan memahami dasar pengelolaan keuangan dan memilih layanan keuangan yang legal, mereka dapat terhindar dari risiko pinjaman online ilegal dan membangun fondasi keuangan keluarga yang lebih kuat.
Berikut adalah lima tips sederhana yang dapat diterapkan untuk mengelola keuangan di akhir tahun:
- Susun Anggaran Secara Jujur dan Realistis - Mulailah dengan memahami arus kas, termasuk pemasukan dan pengeluaran. Pengeluaran di akhir tahun biasanya meningkat karena liburan dan membeli hadiah. Rista menyarankan untuk memisahkan kategori wajib, butuh, dan ingin, serta menempatkan tabungan dan investasi sebagai pengeluaran wajib.
- Kelola Utang dengan Bijak - Utang adalah bagian dari manajemen finansial. Penting untuk membedakan antara utang produktif dan konsumtif. Hindari utang baru, cari tambahan pemasukan, dan lunasi utang satu per satu. Utang konsumtif dapat merusak kondisi keuangan, terutama bagi perempuan yang mengelola rumah tangga.
- Simpan Dana Darurat di Instrumen Likuid - Dana darurat berfungsi sebagai pelindung dalam situasi tak terduga. Besar dana darurat disesuaikan dengan kondisi individu, mulai dari enam kali penghasilan bulanan bagi yang lajang hingga dua belas kali bagi yang memiliki anak. Rista merekomendasikan agar dana darurat disimpan di tempat yang likuid seperti tabungan atau deposito.
- Lindungi Diri dengan Asuransi - Akhir tahun adalah waktu yang tepat untuk mengevaluasi perlindungan diri dan keluarga. Rista menyarankan agar tiga jenis asuransi, yaitu kesehatan, penyakit kritis, dan jiwa, diutamakan untuk mencegah guncangan finansial akibat biaya medis atau kehilangan pemasukan.
- Waspada terhadap Pinjol Ilegal - Tekanan ekonomi dan belanja emosional seringkali membuat perempuan mencari solusi cepat tanpa mempertimbangkan risiko. Hal ini dimanfaatkan oleh oknum pinjol ilegal yang menawarkan akses instan namun berisiko. Data menunjukkan bahwa per Maret 2025, sebanyak 61% pelapor pinjol ilegal adalah perempuan.
Dengan meningkatnya tekanan finansial di akhir tahun, perempuan harus lebih cermat dalam mengelola uang dan memilih layanan keuangan yang aman. AdaKami berkomitmen untuk terus memberikan edukasi dan layanan resmi agar perempuan terlindungi dari risiko pinjol ilegal dan merasa lebih percaya diri dalam mengelola keuangan keluarga.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Nasabah Maybank: Reksa Dana Jatuh Tempo 2023 Belum Cair
IHSG Sentuh 6.300, Saham Konglomerat Jadi Motor
China Beri Peringkat Utang Tertinggi ke Indonesia
Sandwich Generation: 82,96% Rumah Tangga Masih Bergantung pada Lansia
Bank Mandiri Perkuat Keamanan Siber Digital
Menkeu Bantah Rumor S&P Turunkan Peringkat Indonesia
