Tips Liburan Nyaman ala Ayudia Bing Slamet
Gambar atau konten salah?
Ayudia Bing Slamet kerap membagikan momen liburan keluarganya melalui media sosial. Pengalaman perjalanan yang beragam telah membentuk pendekatan uniknya dalam merencanakan liburan yang nyaman dan menyenangkan untuk semua umur. Bagi yang berencana bepergian bersama keluarga, gaya traveling Ayudia bisa menjadi referensi.
Salah satu pertimbangan utama Ayudia saat memilih destinasi adalah cuaca. Ia mengaku lebih memilih tempat yang sedang mengalami cuaca dingin atau sejuk. Menurutnya, suasana sejuk lebih menyenangkan. Hal ini memungkinkan pemakaian jaket, sesuatu yang jarang dilakukan saat berada di Indonesia. Meskipun ia menyukai jaket musim dingin, kenyamanan tetap menjadi prioritas utama, bukan soal penampilan.
Sebagai seorang Muslim yang tinggal di Bali, Ayudia menekankan pentingnya memilih destinasi yang ramah bagi wisatawan Muslim. Akses mudah ke tempat ibadah dan ketersediaan makanan halal menjadi faktor penentu. Baginya, kenyamanan dalam menjalankan ibadah dan kepastian mendapat makanan halal menciptakan ketenangan selama perjalanan.
Berlibur bersama anak kecil memang memiliki tantangan tersendiri. Ayudia menyarankan orang tua untuk tidak takut membawa bayi bepergian. Kunci utamanya adalah memilih destinasi dengan cuaca yang mendukung agar anak merasa nyaman. Ayudia juga menganjurkan penggunaan stroller jika tempat tujuan memungkinkan. Ia mendorong kunjungan ke tempat-tempat yang interaktif agar anak tidak cepat bosan.
Ayudia dan keluarganya gemar menjelajahi kota dengan berjalan kaki dan memanfaatkan transportasi umum untuk merasakan langsung suasana lokal. Perjalanan melintasi taman, pusat perbelanjaan, hingga pasar lokal selalu menawarkan kejutan visual. Ia sangat menyukai keramaian di pasar lokal karena banyak hal menarik untuk dilihat. Untuk mengabadikan eksplorasi ini, ia mengingatkan pentingnya menyiapkan kapasitas memori kamera yang besar.
Agenda wajib dalam liburan ala Ayudia adalah 'coffee hopping', yaitu mengunjungi beberapa kedai kopi lokal. Sebagai penikmat kopi yang juga memiliki bisnis kedai kopi, ia bisa mengunjungi hingga tiga kedai dalam sehari. Ayudia tertarik mengamati perbedaan budaya minum kopi antar negara. Ia mencatat bahwa beberapa negara cenderung mengutamakan konsep coffee to go, berbeda dengan kebiasaan di Indonesia yang cenderung menikmati kopi sambil bersantai lebih lama.
Ayudia menyampaikan pandangannya ini saat ditemui awak media di DoubleTree by Hilton, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat pada Kamis (5/3/2026).
Ayudia Bing Slamet memprioritaskan cuaca sejuk, fasilitas ramah Muslim, serta kenyamanan anak saat merencanakan liburan keluarga. Ia menyarankan orang tua untuk aktif menjelajahi lokasi dengan berjalan kaki dan tidak melewatkan ritual mengunjungi kedai kopi lokal untuk memahami budaya setempat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Waspada Kobra: Tips Trekking Aman di Hutan Indonesia
Bawa Koper Cepat: 7 Cara Mudah Hindari Tunggakan Bagasi
Lampion Waisak 2026: Borobudur Penuh Pesona Khas Malam
Kepulauan Raja Ampat: Tips Aman dan Persiapan Penyewa Perahu
RTH Kampung Kalibata: Tempat Santai Hijau di Jakarta Selatan
Nyata: Mantan Pramugari TikTok Tegaskan Kebersihan Meja Lipat
Berita Terbaru
Wakil Bupati Iwan Tuaji Laporkan Harta Rp 6,7 Miliar
Penurunan Wisnus Bali 4,14% Tahun Ini, 2,03% Bulanan
Jaga Kolam Ikan Rumah Bersih: Tips Pembersihan dan Nutrisi
Air Kelapa 15 Hari: Hidrasi, Pencernaan, Berat Badan
Praearcturus Gigas: Kalajengking Raksasa 1 Meter di Era Devon
Pelantikan DPW IAEI Jambi, Gubernur Tekankan Ekonomi Syariah
Bayi Ditemukan Telantar di Sungai Cibinong, Cibogo
Vlahovic Lepas dari Juventus, Cari Klub Baru Luar Italia
