Tips Pakar: Bantal Leher dan Pinggang Saat Mudik Lebaran
Gambar atau konten salah?
Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, baru-baru ini mengingatkan pentingnya penggunaan bantal leher yang benar saat melakukan perjalanan mudik Lebaran. Tujuannya jelas: menghindari cedera pada otot atau saraf leher akibat posisi tidur yang salah.
Dokter spesialis saraf, dr Zicky Yombana Babeheer, SpN, AIFO-K, DAI FIDN, CPS, mendukung pandangan ini. Ia menekankan bahwa hal utama yang harus dihindari selama perjalanan jauh adalah mempertahankan posisi menunduk dalam durasi yang lama.
Menurut dr Zicky, jika tidak tersedia bantal leher, alternatif lain adalah mengatur posisi tas agar diletakkan lebih tinggi. Tujuannya adalah untuk benar-benar menyangga leher, bukan membiarkannya menunduk.
Posisi menunduk yang berkepanjangan dapat memicu kondisi yang disebut cervicobrachial syndrome. Keluhan yang sering muncul antara lain sakit kepala, rasa berat di kepala, dan pegal pada tengkuk. Ia meluruskan bahwa kondisi ini sering kali keliru dikaitkan dengan kolesterol.
Selain bantal leher, dr Zicky juga menjelaskan fungsi bantal kecil yang sering ditemukan di kursi kendaraan. Bantal tersebut sebenarnya berfungsi sebagai lumbar support atau penyangga yang dirancang khusus untuk menopang tulang belakang bagian bawah (lumbar).
Fungsi utama lumbar support adalah memastikan tulang belakang bagian bawah tetap berada dalam posisi yang nyaman. Hal ini membantu mencegah sakit pinggang atau rasa pegal pada kaki selama perjalanan.
Ia menegaskan, bantal kecil itu bukan untuk dipeluk atau ditempelkan ke jendela. Bantal tersebut harus ditempatkan sedemikian rupa sehingga tidak ada celah antara tulang pinggang bagian bawah dengan sandaran kursi.
Pernyataan ini disampaikan dr Zicky saat dihubungi pada Selasa (17/3/2026).
Informasi utama dari laporan ini berfokus pada saran penggunaan alat bantu kenyamanan selama perjalanan panjang, khususnya saat mudik. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyoroti penggunaan bantal leher yang tepat untuk mencegah masalah leher. Dokter saraf dr Zicky Yombana Babeheer mengonfirmasi perlunya penyangga leher untuk menghindari posisi menunduk yang berpotensi menyebabkan cervicobrachial syndrome. Ia juga mengklarifikasi bahwa bantal kecil di kursi mobil berfungsi sebagai lumbar support untuk menopang punggung bawah, bukan untuk dipeluk atau ditempelkan ke jendela.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gejala Kulit Leukemia: Memar, Benjolan, Infeksi, dan Lainnya
Almond vs. Kacang Tanah: Pilihan Nutrisi Jantung Kesehatan
BPOM Tegaskan Indonesia Jadi Pemain Utama ATMP Terapi Gen
Peringatan WMO: El Nino 2026 Siap Guncang Indonesia
Penyakit Ginjal Anak Naik, Minuman Manis Bertanggungjawab
Kista Ovarium: Kenali Jenis, Risiko, dan Solusi Laparoskopi
Berita Terbaru
Pelantikan DPW IAEI Jambi, Gubernur Tekankan Ekonomi Syariah
Bayi Ditemukan Telantar di Sungai Cibinong, Cibogo
Vlahovic Lepas dari Juventus, Cari Klub Baru Luar Italia
Raymond-Indra dan Nikolaus-Joaquin Kalah, Fokus Tampil
BMKG: Hujan Ringan di Way Kanan, Lampung Sore Hari
Zamzam: Air Suci Terus Mengalir Meski Dipompa 24 Jam
Tanggal 04 Juni 2026 Dapat Dihitung 18 Dzulhijjah 1447 H
Terowongan Tijuana‑Otay, 1.000 kg Kokain Ditangkap Besar
Gejala Kulit Leukemia: Memar, Benjolan, Infeksi, dan Lainnya
Almond vs. Kacang Tanah: Pilihan Nutrisi Jantung Kesehatan
