Tiramisu: Dari Rehat Pasca Melahirkan Jadi Ikon Dunia
Gambar atau konten salah?
Tiramisu adalah salah satu dessert paling dikenal di dunia, namun kisahnya jauh lebih panjang daripada yang terlihat. Awalnya, kue ini tidak dibuat untuk pesta atau restoran, melainkan untuk membantu wanita yang baru melahirkan pulih.
Deskripsi klasik tiramisu terdiri dari lapisan savoiardi yang direndam kopi, di atasnya lapisan krim mascarpone lembut, dan taburan kakao di atasnya. Kombinasi rasa pahit kopi, lembutnya krim, dan aroma kakao membuatnya disukai di banyak negara.
Nama tiramisu berasal dari bahasa Italia “tirami sù” yang berarti “angkat aku” atau “buat aku semangat lagi”. Penamaan ini mengacu pada kandungan kopi dan gula yang dianggap memberi energi bagi tubuh.
Walaupun kini sering disajikan di restoran maupun kafe sederhana, termasuk di Indonesia, tiramisu dulu hanya muncul pada kondisi tertentu. Berikut lima fakta penting tentang asal usulnya.
1. Berawai dari Tradisi Sbatudin
Di Treviso, sebelum tiramisu modern muncul, sudah ada hidangan bernama sbatudin. Hidangan sederhana ini dibuat dari kuning telur yang dikocok bersama gula hingga berbusa lembut. Pada 01 Januari 1950 – 31 Desember 1959, campuran tersebut dipercaya dapat memulihkan tenaga dan sering diberikan kepada anak-anak maupun perempuan setelah melahirkan. Seiring waktu, masyarakat menambahkan bahan lain, seperti kopi, kakao, minuman keras, mentega, ricotta, hingga biskuit. Variasi ini kemudian dianggap sebagai cikal bakal tiramisu modern.
2. Lahirnya Tiramisu Modern
Versi paling populer pertama kali dibuat di restoran Alle Beccherie, Treviso, pada 01 Januari 1969 – 31 Desember 1972. Dessert ini dikembangkan oleh Roberto “Loli” Linguanotto bersama Alba Campeol, pemilik restoran tersebut. Inspirasi tiramisu muncul dari kebiasaan keluarga Campeol yang mengonsumsi campuran telur dan kopi sebagai penambah energi. Linguanotto menambahkan mascarpone, savoiardi, dan bubuk kakao. Restoran tersebut kemudian memasukkan tiramisu ke dalam menu resmi pada awal 1970-an, sehingga tiramisu cepat menyebar ke berbagai restoran di Veneto dan akhirnya populer di seluruh Italia dan dunia internasional.
3. Kontroversi Asal Usul
Walaupun Treviso dianggap sebagai tempat lahir tiramisu modern, wilayah Friuli Venezia Giulia juga mengklaim dessert tersebut berasal dari daerah mereka. Beberapa peneliti menemukan resep serupa tiramisu sudah ada sejak 01 Januari 1950 – 31 Desember 1959 di restoran wilayah Friuli. Perbedaan utama terletak pada bahan yang digunakan: versi awal Friuli memakai sponge cake dan marsala, sedangkan tiramisu ala Treviso menggunakan savoiardi dan kopi espresso. Kedua konsep tersebut dianggap berbeda, meski tetap diakui memiliki koneksi terhadap kemunculan hidangan penutup yang sama. Perdebatan tersebut bahkan sempat disebut “perang tiramisu” oleh media Italia.
4. Diresmikan Pada 1980-an
Tiramisu belum ditemukan dalam buku resep sebelum 01 Januari 1960. Nama dessert ini baru muncul dalam publikasi kuliner pada akhir 1970-an dan awal 1980-an. Salah satu dokumentasi penting datang dari penulis dan jurnalis Giuseppe Maffioli. Pada 01 Januari 1981, ia menulis tentang tiramisu dalam majalah “Vin Veneto” dan mengaitkan dessert tersebut dengan restoran Alle Beccherie di Treviso. Dua tahun kemudian, resep tiramisu kembali dicatat dalam buku “La Cucina Trevigiana”. Publikasi ini membantu memperkuat posisi Treviso sebagai daerah asal tiramisu dan membuat dessert tersebut semakin dikenal luas.
5. Tiramisu Populer di Dunia
Popularitas tiramisu meningkat drastis pada 01 Januari 1980 – 31 Desember 1989 ketika restoran Italia mulai berkembang di Amerika Serikat dan Eropa. Dessert ini dianggap mewakili gaya kuliner Italia utara. Penyajiannya yang lebih creamy dan ringan membuat masakan Italia lebih mudah diterima. Sebelumnya hidangan dengan ciri khas Italia klasik yang pekat dengan rasa tomat sudah hadir, tetapi tak terlalu cocok bagi lidah banyak orang. Kombinasi rasa pahit kopi, lembutnya mascarpone, dan aroma kakao membuat tiramisu mudah diterima berbagai budaya. Kini tiramisu bahkan hadir dalam banyak variasi, mulai dari stroberi, matcha, pistachio, hingga alkohol.
Melalui perjalanan sejarahnya, tiramisu menunjukkan bagaimana sebuah hidangan sederhana dapat berkembang menjadi ikon kuliner global. Dari campuran kuning telur dan gula di Treviso hingga menu restoran internasional, tiramisu tetap menjadi contoh bagaimana tradisi dapat bertransformasi menjadi fenomena budaya yang diakui di seluruh dunia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kelas Memasak Mentolo dan Petulo di Jakarta: Tradisi Kue Jawa
Disney Adventure Bayar Rp106.000 Setiap Room Service
Makanan Ular di Asia: Sup Hong Kong, Sate Indonesia, dan Lagi
Han Lewat 25 Tahun di KFC, Buka Warung Ayam Mantan KFC
Zushiku: Sushi Grab‑n‑Go Menyajikan Rasa Autentik di Jakarta
Bump: Kue Protein Sehat 170 Kalori dari Montreal Fitness
Berita Terbaru
Pelantikan DPW IAEI Jambi, Gubernur Tekankan Ekonomi Syariah
Bayi Ditemukan Telantar di Sungai Cibinong, Cibogo
Vlahovic Lepas dari Juventus, Cari Klub Baru Luar Italia
Raymond-Indra dan Nikolaus-Joaquin Kalah, Fokus Tampil
BMKG: Hujan Ringan di Way Kanan, Lampung Sore Hari
Zamzam: Air Suci Terus Mengalir Meski Dipompa 24 Jam
Tanggal 04 Juni 2026 Dapat Dihitung 18 Dzulhijjah 1447 H
Terowongan Tijuana‑Otay, 1.000 kg Kokain Ditangkap Besar
Gejala Kulit Leukemia: Memar, Benjolan, Infeksi, dan Lainnya
Almond vs. Kacang Tanah: Pilihan Nutrisi Jantung Kesehatan
