TKA 2026: 4.509 Murid Raih Nilai 100 Bahasa Indonesia

Arif S. · 3 min baca · 9 hari lalu · 43 dibaca
Bisik.id
TKA 2026: 4.509 Murid Raih Nilai 100 Bahasa Indonesia

Gambar atau konten salah?

Pada 26 Mei 2026, Kepala Pusat Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Rahmawati, mengungkapkan data terbaru mengenai hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) di jenjang SD/MI/sederajat dan SMP/MTs/sederajat. Data tersebut menyoroti keberadaan murid yang meraih nilai sempurna, yaitu 100, pada mata pelajaran Bahasa Indonesia maupun Matematika. Keberhasilan ini tersebar di berbagai tingkat pendidikan, menunjukkan variasi pencapaian di antara siswa.

“Ada yang dapat nilai sempurna, betul semua di semua soal. Dan jumlahnya kalau untuk Bahasa Indonesia memang lebih banyak, dibandingkan untuk Matematika,” kata Rahmawati di taklimat media.

Di TKA SD/MI/sederajat, 4.509 murid memperoleh nilai 100 pada Bahasa Indonesia, sedangkan 814 murid meraih nilai 100 pada Matematika. Pada jenjang SMP/MTs/sederajat, peraih nilai 100 di Bahasa Indonesia mencapai 4.051, sementara di Matematika hanya 271 murid.

Rahmawati menjelaskan bahwa nilai TKA SD‑SMP dihitung dari proporsi jawaban benar yang kemudian diubah ke skala 0‑100. Ia menyebut, “Jadi kalau soal yang diterima murid 30, dia betul 15 soal, maka nilainya 50. Kalau dia betul 27, maka nilainya 90. Jadi masih pakai rumus yang seperti zaman saya Ebtanas begitu ya, percent correct ditransformasi menjadi 0‑100,”.

Berbeda dengan ujian SMA/SMK yang seluruhnya dibuat oleh pemerintah pusat, soal TKA SD‑SMP memiliki komposisi 70 % dibuat oleh pusat dan 30 % berasal dari kabupaten/kota masing‑masing. Semua soal diacak untuk setiap provinsi, sehingga setiap wilayah mendapatkan paket soal yang berbeda. “Jadi, beda provinsi akan berbeda soalnya, dan untuk semua soal tersebut, sebelum melakukan proses scoring, kami melakukan verifikasi dan validasi,” ujarnya.

Rahmawati menegaskan bahwa Kemendikdasmen memiliki data empiris untuk menilai setiap butir soal, paket soal, dan jawaban murid. Data tersebut berupa statistik yang mengukur tingkat kesulitan dan variasi paket soal. Dengan data ini, mereka memastikan tidak ada murid yang dirugikan karena mendapatkan paket soal yang terlalu sulit, maupun yang diuntungkan karena paket soal terlalu mudah.

Setelah verifikasi selesai, Kemendikdasmen melakukan proses scoring dan menetapkan kategori capaian yang tercantum di Sertifikat Hasil Tes Kemampuan Akademik (SHTKA). “Apakah kurang memadai, atau baik. Bedanya, (kategori capaian) memadai dengan baik adalah nilai batasnya. Nilai batasnya (ditentukan) menggunakan metode yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik, yang disebut sebagai metode standard setting dan melibatkan 140 guru mata pelajaran sesuai yang tersebar dari berbagai wilayah yang ada di Indonesia,” jelas Rahmawati.

Pada TKA SD‑SMP, Kemendikdasmen menambahkan kategori baru, yaitu istimewa untuk murid dengan nilai 95 atau lebih. Berikut sebaran kategori per mata pelajaran: SD/MI/sederajat Bahasa Indonesia: Kurang < 50 % 27,58 %; Memadai 50 – < 76,67 % 49,16 %; Baik > 76,67 % 22,67 %; Baik‑Istimewa ≥ 95 % 0,59 %. SD/MI/sederajat Matematika: Kurang 50 % 20,42 %; Memadai 50 – < 76,67 % 60,64 %; Baik > 76,67 % 18,87 %; Baik‑Istimewa ≥ 95 % 0,07 %. SMP/MTs/sederajat Bahasa Indonesia: Kurang 50 % 25,25 %; Memadai 50 – < 76,67 % 51,21 %; Baik > 76,67 % 22,97 %; Baik‑Istimewa ≥ 95 % 0,57 %. SMP/MTs/sederajat Matematika: Kurang 50 % 23,24 %; Memadai 50 – < 76,67 % 67,06 %; Baik > 76,67 % 9,67 %; Baik‑Istimewa ≥ 95 % 0,03 %.

Kategori capaian ini dimaksudkan untuk memudahkan guru dan orang tua dalam menilai kemampuan murid. Jika nilai belum mencapai kategori Baik, maka dapat dirancang strategi peningkatan. Fokus utama TKA tidak hanya pada nilai, melainkan pada perbaikan dan refleksi strategi pembelajaran.

Dengan data ini, Kemendikdasmen menegaskan komitmennya untuk menjaga keadilan dan akurasi dalam pengukuran kemampuan akademik. Hasil TKA menjadi dasar bagi pihak sekolah dan keluarga untuk menyesuaikan pendekatan belajar, sambil memastikan bahwa setiap murid memiliki peluang meraih capaian terbaik.

Tes Kemampuan Akademiknilai sempurnaBahasa IndonesiaMatematikaKemendikdasmenverifikasistandard settingkategori capaian

Komentar

Memuat komentar...