TKA SMA/SMK 2026: Pengawasan Digital Diluncurkan Kemenpendik

Eko P. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 82 dibaca
Bisik.id
TKA SMA/SMK 2026: Pengawasan Digital Diluncurkan Kemenpendik

Gambar atau konten salah?

Tes Kemampuan Akademik (TKA) di jenjang SMA/SMK/sederajat menjadi fokus utama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pada akhir April 2026. Untuk mencegah kebocoran soal, kementerian mengadopsi langkah‑langkah ketat yang melibatkan pihak pusat dan daerah.

Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM), Toni Toharudin, menjelaskan bahwa soal TKA merupakan hasil kolaborasi antara lembaga pusat dan pemerintah daerah. Ia menegaskan bahwa daerah telah mengirimkan variasi soal yang jumlahnya 35 lebih banyak dibandingkan soal yang dibuat oleh pusat.

"Nah pendekatan ini tentunya kita ingin agar pengacakan soal ini harus sangat tinggi untuk menghindari hal-hal kebocoran dan lain‑lain," ujar Toni pada taklimat TKA jenjang SMP yang digelar di Hotel Four Point, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Selasa, 07 April 2026, yang kemudian dipublikasikan Rabu, 08 April 2026. Ia menambahkan bahwa variasi soal yang tinggi akan mengurangi peluang kebocoran secara signifikan, sehingga integritas ujian dapat terjaga.

Selain persiapan soal, Toni juga mengumumkan kerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk memantau ruang digital. "Memantau potensi pelanggaran yang dilakukan melalui media‑media mainstream. Jadi, kita juga bekerja sama dengan Komdigi untuk menjaga, tentunya transparansi dan akuntabilitas dari pelaksanaan TKA," jelasnya.

Kolaborasi ini diharapkan dapat mewujudkan tujuan TKA: murid mengerjakan ujian dengan jujur dan gembira, serta pelaksanaan berjalan secara jujur serta transparan.

Di kesempatan yang sama, Rahmawati, Kepala Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik) Kemendikdasmen, menambahkan bahwa kerja sama dengan Komdigi bertujuan agar ada tindak lanjut terhadap platform atau media yang menjadi ladang penyebaran soal TKA. Ketika ada temuan, Komdigi akan langsung hentikan penyebaran atau takedown postingan tersebut sehingga tak bisa diakses banyak orang.

"Tapi Alhamdulillah sampai hari kedua ini dan harapannya untuk seterusnya tidak perlu ada tindakan seperti itu karena anak‑anak kita bisa mengerjakan TKA, melaksanakan TKA dengan jujur dan kebenaran," ungkapnya.

Rahmawati juga menyebutkan adanya beberapa temuan di media sosial tentang link yang menawarkan bocoran soal TKA. Namun, ketika ditindaklanjuti, soal bocoran tersebut tidak detail seperti yang dikerjakan murid. "Di beberapa media sosial itu juga ada link untuk menawarkan bocoran soal TKA seperti itu, tapi ketika kami mencoba mengecek betul‑betul dari yang kami temukan itu tidak dalam bentuk perangkat layar dari monitor soal TKA itu sendiri. Tapi, dia seperti menceritakan kembali kemudian membuat (soal) seingat yang dia tadi sudah kerjakan," katanya.

Pada gelombang pertama, Kemendikdasmen menemukan ada 13 pelanggaran, sebanyak 12 di antaranya dilakukan oleh pengawas dan satu murid. Rahmawati menegaskan bila seluruh pelanggaran yang ditemukan tidak menunjukkan tangkapan layar soal yang ada di komputer atau tidak menyebarkan soal.

Berbeda dengan bocoran soal, pelanggaran pengawas dan murid adalah mereka melakukan live streaming di media sosial. Rahmawati menyoroti para pengawas ingin ‘eksis’ saat tengah mengawasi ujian TKA. "Ketika live streaming itu dia tidak menunjuk ke layar komputer, artinya memang tidak ingin mengekspos soal. Tapi, lebih kaya eksis dia menunjukkan sedang TKA, sedang mengawasi TKA di ruangan, situasinya, tapi tidak melihat langsung atau menunjukkan langsung soal‑soal kemudian memfoto," beri penjelasan Rahmawati.

Dengan langkah-langkah ini, Kemendikdasmen berharap integritas TKA dapat terjaga, sementara kolaborasi dengan Komdigi menambah lapisan keamanan di dunia digital. Pihak kementerian tetap memantau situasi dan siap menindaklanjuti setiap pelanggaran yang terdeteksi, memastikan proses ujian tetap adil dan transparan bagi semua pihak.

Tes Kemampuan AkademikKemendikdasmenKomdigikebocoran soalintegritas ujiankolaborasipengawasanmedia sosial

Komentar

Memuat komentar...