Tottenham Kalah 2-2, Terjebak Derita, 18th di Liga Inggris
Gambar atau konten salah?
Tottenham Hotspur kembali menuruti pola kejatuhan di musim ini. Pada 18 April 2026, di Stadion Tottenham Hotspur, mereka gagal menutup puasa kemenangan setelah kalah 2‑2 melawan Brighton & Hove Albion. Gol-gol yang datang di injury time membuat The Lilywhites tetap terjerat derita.
Di awal laga, dua gol pertama datang dari Pedro Porro dan Xavi Simons, menempatkan Tottenham di atas papan. Namun, Brighton tidak tinggal diam. Kaoru Mitoma menutup babak pertama dengan gol penyeimbang, membuat skor 1‑1. Di menit ke-92, Georginio Rutter menembus gawang Antonin Kinsky, menutup peluang kemenangan Tottenham.
Hasil imbang ini menempatkan Tottenham di posisi ke-18 klasemen Liga Inggris, dengan 31 poin—hanya satu poin di bawah West Ham United di posisi 17. Dengan lima pertandingan tersisa, klub masih berjuang keluar dari zona merah.
Puasa kemenangan Tottenham sepanjang 2026 berlanjut. Meskipun mereka berhasil mencetak lebih dari satu gol dalam satu laga—pencapaian pertama sejak Februari 2026—hasilnya tetap tidak memuaskan. Setelah kekalahan 0‑1 melawan Sunderland pekan lalu, pelatih Roberto De Zerbi belum mencatat kemenangan dalam dua pertandingan pertama musim ini.
De Zerbi menyatakan rasa kecewanya setelah pertandingan. "Saya minta maaf karena cuma bisa imbang, untuk para pemain karena mereka begitu menderita. Hari ini kami pantas menang atas Brighton. Selamat atas gaya bermain mereka, level pemain mereka, dan semuanya. Kami harusnya tidak kebobolan dari gol Rutter," ujarnya.
Ia menambahkan optimisme meski hasilnya kurang memuaskan. "Saya positif tapi saya bangga dengan para pemain saya. Mereka bermain fantastis dengan karakter dan semangat. Kami harus lebih kuat ketimbang hasil ini, kami harus move on dan bersiap untuk laga berikutnya, mencoba menang di kandang Wolves. Saya rasa kami bisa bersaing lagi jika tampil seperti ini."
Dengan situasi yang menegangkan, Tottenham harus segera menemukan kebugaran mental dan taktik yang tepat untuk mengubah derita menjadi kemenangan di sisa musim ini.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Luke Vickery Resmi Jadi WNI, Siap Bawa Indonesia ke Piala Dunia 2030
Mourinho Senang Prancis dan Inggris Gagal ke Final Piala Dunia
Strategi Bertahan Tuchel Hancurkan Inggris
Argentina ke Final usai Kalahkan Inggris di Semifinal
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Saliba Operasi Punggung, Absen Lima Bulan
