Toyota dan CATL Produksi Baterai Hybrid di Karawang
Gambar atau konten salah?
PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) telah resmi menandatangani kerja sama dengan perusahaan asal China, Contemporary Amperex Technology Co., Limited (CATL), untuk memproduksi baterai mobil hybrid di Tanah Air. Kerja sama ini menimbulkan investasi sebesar Rp 1,3 triliun.
Produksi baterai kendaraan hibrida akan dilakukan di pabrik CATL yang terletak di Karawang, Jawa Barat. Selain proses packing dan perakitan, pabrik ini juga akan memproduksi komponen sel dan modul baterai. Pembuatan komponen tersebut dijadwalkan dimulai pada semester kedua tahun ini.
“Hari ini kami dengan bangga mengumumkan kolaborasi strategic dengan CATL di Indonesia,” ujar Presiden Direktur PT TMMIN, Nandi Julyanto di Pantai Indah Kapuk atau PIK 2, Tangerang, Banten pada 20 April 2024.
Menurut Nandi, melalui kolaborasi ini, TMMIN akan memperdalam lokalisasi baterai kendaraan hybrid dengan pembuatan komponen sel dan modul baterai yang sebelumnya masih diimpor. “Ke depannya akan diproduksi sendiri oleh talenta Indonesia,” tambahnya.
Dia juga mengklaim, TMMIN akan menjadi anak perusahaan Toyota pertama di ASEAN yang akan melakukan ekspor baterai ke pasar global. “Hal ini, menurut dia, menjadi pencapaian besar untuk perusahaan,” ujar Nandi.
“Kami percaya lokalisasi merupakan perjalanan yang tak bisa dicapai secara instan, melainkan bertahap melalui proses yang membutuhkan waktu serta kolaborasi kuat dari seluruh pemangku kepentingan,” tuturnya. Ia menekankan bahwa lokalisasi tidak hanya meningkatkan kandungan lokal, tetapi juga menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem di Indonesia.
Di kesempatan yang sama, Ni Zheng selaku Executive President of Japan Business Group CATL menyambut baik kerja sama strategis tersebut. Ia mengklaim, pabrik perusahaannya di Indonesia juga sudah siap secara operasional. “Milestone hari ini hanya permulaan baru. Selanjutnya, CATL dan Toyota akan terus bekerja bersama-sama untuk meningkatkan bisnis kita di Indonesia dan Asia,” kata Zheng.
Dengan kerja sama ini, mobil-mobil hybrid Toyota yang dijual di Indonesia akan menggunakan baterai buatan dalam negeri. Meski ada lokalisasi, pabrikan belum dapat memastikan sejauh apa dampaknya terhadap harga jual kendaraan.
Kerja sama ini menandai langkah penting dalam upaya memperkuat industri otomotif Indonesia, sekaligus membuka peluang bagi ekspor baterai ke pasar global. Dengan investasi besar dan kolaborasi lintas negara, kedua perusahaan menunjukkan komitmen terhadap pembangunan ekosistem teknologi baterai yang lebih lokal dan berkelanjutan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Toyota Panggil Produsen Jepang Bersatu Lawan Mobil China
Tragedi Indramayu: 12 Tewas Akibat Pikap Angkut Manusia
BYD Tabrak Kaca Gedung SCBD, Sopir Salah Injak Pedal
Mitsubishi Luncurkan XForce Hybrid, SUV Irit Pertama
Recall Stiker, Subaru Tarik 541 Ribu Mobil di AS
Rincian Tarif SWDKLLJ 2025, Dari Motor hingga Truk
