Toyota Hentikan Penjualan Kijang Innova Diesel, Ganti Hycross
Gambar atau konten salah?
Mulai tahun depan, Toyota akan menghentikan penjualan varian Kijang Innova Reborn Diesel di India. Kendaraan diesel tersebut akan digantikan oleh model baru, Innova Hycross. Penjualan Kijang Innova Crysta di India juga akan disetop pada awal tahun depan.
Innova Crysta pertama kali meluncur di pasar India pada 01 Januari 2016. Sejak saat itu, model ini menjadi salah satu mobil paling laris dari Toyota di negara tersebut. Namun, penerapan standar CAFE 3, yang menuntut pengurangan emisi, membuat Toyota sulit melanjutkan produksi kendaraan diesel dengan sasis ladder frame. Akibatnya, produksi Innova Crysta akan dihentikan pada 01 Januari 2027, menurut laporan terbaru dari Rushlane.
Sebagai pengganti, Toyota akan meluncurkan Innova Hycross dengan opsi bensin dan hybrid. Di Indonesia, model ini dikenal sebagai Innova Zenix. Penjualan Innova Crysta di India sebagian besar berasal dari operator armada, karena MPV ini mudah dioperasikan dan biaya operasionalnya relatif rendah. Harga jual di pasar India juga masih tinggi, menambah daya tarik bagi armada.
Innova Hycross dibanderol mirip dengan Innova Crysta. Saat ini, Innova Crysta tersedia mulai 1.885.000 rupee, setara dengan Rp 344 jutaan. Sementara harga Innova Hycross bensin varian terendah adalah 1.833.000 rupee, setara dengan Rp 335 jutaan. Dari sisi harga, kedua model cocok dijadikan armada.
Meski begitu, ada anggapan bahwa Innova Hycross versi bensin kurang diminati untuk armada karena biaya operasionalnya lebih tinggi. Konsumsi bahan bakar Hycross bensin diperkirakan sekitar 10 km/liter. Sebagai alternatif, Innova Hycross versi hybrid menawarkan konsumsi bahan bakar 14‑15 km/liter. Meskipun lebih irit, harga Hycross hybrid termurah lebih mahal dari Crysta, yakni 2.630.000 rupee atau setara dengan Rp 481 jutaan.
Peralihan ke mobil hybrid ini juga akan membuat Toyota lebih efisien dalam hal produksi. Perusahaan tidak perlu lagi menggunakan dua lini sasis berbeda dan sekaligus mematuhi aturan emisi yang lebih ketat di masa depan.
Secara keseluruhan, keputusan ini menandai langkah strategis Toyota untuk menyesuaikan portofolio kendaraan di India dengan regulasi lingkungan yang semakin ketat. Dengan mengganti model diesel lama dengan varian hybrid, Toyota berharap dapat mempertahankan pangsa pasar armada sambil memenuhi standar emisi yang berlaku.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Toyota Panggil Produsen Jepang Bersatu Lawan Mobil China
Tragedi Indramayu: 12 Tewas Akibat Pikap Angkut Manusia
BYD Tabrak Kaca Gedung SCBD, Sopir Salah Injak Pedal
Mitsubishi Luncurkan XForce Hybrid, SUV Irit Pertama
Recall Stiker, Subaru Tarik 541 Ribu Mobil di AS
Rincian Tarif SWDKLLJ 2025, Dari Motor hingga Truk
