Toyota Hiace Tabrak Empat Kendaraan di Bromo, 11 Luka

Wati N. · 2 min baca · 24 hari lalu · 56 dibaca
Bisik.id
Toyota Hiace Tabrak Empat Kendaraan di Bromo, 11 Luka

Gambar atau konten salah?

Probolinggo – Sebuah Toyota Hiace bernopol BE 7013 AQ yang membawa wisatawan asing dari Singapura mengalami kecelakaan di jalur wisata Gunung Bromo pada 9 Mei 2026. Kecelakaan terjadi di Desa Ngadas, Kecamatan Sukapura, tepat pada pukul 11.45 WIB.

Menurut kronologi, Yopi adalah sopir asli Hiace tersebut. Ia mengaku lelah dan meminta Agung, seorang penumpang asal Tabanan, Bali, untuk menggantikannya di depan. Agung menolak peran sopir, namun ia tetap memegang setir ketika kendaraan kehilangan kendali. Agung mengaku bahwa rem mobil Hiace mengalami kegagalan, sehingga kendaraan melaju kencang dengan kecepatan 70–75 km/jam sebelum menabrak empat kendaraan lain.

Empat kendaraan lain yang terlibat adalah mobil Renault Koleos, Hiace Commuter, Rush, dan Alphard. Setelah menabrak, Hiace meluncur hingga menabrak tiang beton milik PLN dan akhirnya terhenti. Sebanyak 11 orang luka-luka, termasuk enam wisatawan Singapura, sopir pengganti Agung, dan Yopi sendiri.

Di RSUD Tongas, Probolinggo, delapan korban masih menjalani perawatan. Mereka mengalami luka robek di wajah, memar, dan cedera akibat benturan keras. Beberapa korban memerlukan jahitan. Sementara itu, tiga korban dari kendaraan lain, yang merupakan anggota Polri dan keluarga mereka, dirawat di RSUD Ar-Rozzy, Kota Probolinggo.

Polisi Probolinggo, melalui Kanit Gakkum Satlantas dan Iptu Aditya Wikrama, menegaskan bahwa penyelidikan masih berlangsung. “Kami fokus penanganan perkara kecelakaan. Untuk sopir asli Yopi dan Agung sopir pengganti masih belum bisa kami periksa karena masih dalam perawatan medis,” kata Aditya. Ia juga menambahkan bahwa unit Satlantas belum dapat melakukan pemeriksaan mendalam terhadap Yopi maupun Agung.

Aditya menekankan bahwa polisi belum dapat menentukan penyebab pasti kecelakaan. “Kami masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan di jalur wisata Gunung Bromo itu,” ujarnya. Sementara itu, Kanit Gakkum Satlantas menyoroti ketidakjelasan peran sopir asli dan pengganti. “Seharusnya sopir asli yang bertanggung jawab dalam perjalanan ini, kok malah pengemudi diganti penumpang yang ikut dalam perjalanan ke Surabaya,” ungkapkan Kanit.

Agung, ketika ditemui di fasilitas kesehatan, mengulangi pernyataannya. “Saya bukan sopir asli, saya ini penumpang mobil Hiace ini. Sama Yopi sopir asli Toyota Hiace yang membawa enam wisatawan asal Singapura diminta tolong gantikan menyetir karena mengaku capek dan lelah. Ternyata saat saya kemudikan remnya blong, mobil melaju kencang dan akhirnya menabrak empat kendaraan,” kata Agung.

Dengan kondisi medis yang masih membaik, Yopi dan Agung belum dapat diinterogasi. Sementara itu, korban masih dirawat di dua rumah sakit. Kejadian ini menambah daftar kecelakaan beruntun di wilayah Bromo, yang sering menjadi tempat wisata populer. Polisi terus menelusuri faktor-faktor teknis dan manusia yang memicu kecelakaan ini.

Dalam konteks keselamatan lalu lintas, insiden ini menyoroti pentingnya pemeriksaan rutin kendaraan wisata, terutama pada rute menurun. Kecelakaan ini juga mengingatkan para pengemudi dan penumpang untuk tidak mengabaikan tanda-tanda kelelahan dan kondisi mekanis kendaraan. Seiring penyelidikan berlanjut, masyarakat diharapkan tetap waspada dan mematuhi protokol keselamatan saat menempuh perjalanan di daerah pegunungan.

Toyota Hiacekecelakaan Gunung Bromorem blongwisatawan SingapuraPolriKanit Gakkum Satlantaskewaspadaan lalu lintas

Komentar

Memuat komentar...