TPS3R Sanur Kaja Ubah Pengambilan Sampah Dari Dalam Rumah

Fajar H. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 60 dibaca
Bisik.id
TPS3R Sanur Kaja Ubah Pengambilan Sampah Dari Dalam Rumah

Gambar atau konten salah?

Di Denpasar, Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Cemara Desa Sanur Kaja mengamati tingginya kebiasaan warga menaruh sampah di luar rumah. Kebiasaan ini membuat tumpukan sampah menumpuk di pinggir jalan, sehingga pihak TPS3R memutuskan untuk mengubah sistem pengangkutan sampah menjadi ambil dari dalam rumah.

“Sudah kami instruksikan untuk pilah sampah di dalam. Nanti pengangkutnya yang ambil ke dalam. Kalau ditaruh luar, banyak nanti yang titip-titipan. Banyak itu, yang dari luar nanti pas berangkat kerja sekalian taruh sampah,” ujar Ketua Koordinator TPS3R Cemara Desa Sanur Kaja, Nyoman Suandiana, saat diwawancarai pada 14 April 2026.

Suandiana menjelaskan bahwa sosialisasi sistem baru ditujukan kepada warga yang berlangganan pengelola sampah TPS3R. Ia menegaskan bahwa pintu gerbang tidak boleh dikunci, karena warga sudah mengetahui jam kerja pengelola.

Menurutnya, aksi titip sampah paling sering terjadi di Banjar Buruwan. Selain itu, sampah liar masih sering dijumpai di Banjar Batan Poh. Ia menambahkan bahwa di wilayah Ngurah Rai, dari Hotel Plaza Sanur sampai perempatan McD, dua kadus menangani. Kadus yang berada di pertengahan wilayah Batan Poh, sedangkan kadus yang menangani dari Grand Lucky ke perempatan McD berada di Buruwan. Sisanya masih menjadi tanggung jawab kelurahan.

Suandiana juga menyoroti masalah pemilik kos‑kosan yang tidak turut mengelola sampah penghuni. Ia mengatakan, “Yang punya orang asli sini, tapi dia menyediakan kos‑kosan. Artinya, tanahnya dibuatin kos‑kosan. Jadi isinya ya orang luar aja. Sampah tidak diurus, lepas tangan begitu saja.” Ia menegaskan bahwa pemilik kos‑kosan seharusnya ikut bertanggung jawab, termasuk membayar kebersihan dan memeriksa pemilahan sampah. Tanpa pemilahan, petugas tidak akan mengambil sampah. Keterbatasan sosialisasi pemilik rumah menyebabkan tumpukan sampah, dan ketika petugas datang, mereka bingung menaruhnya di mana.

Di sisi lain, warga yang peduli dengan pemilahan tidak hanya memisahkan sampah, tetapi juga menandai kantong sampah untuk memudahkan kerja tim pengangkut. Suandiana menyebut, “Ada warga residen yang kebanyakan ditulisi sampahnya, ‘awas beling, awas kaca’, tapi kalau warga asli sini itu yang masih susah.”

Masalah lain muncul ketika mesin baru TPS3R Cemara Desa Sanur Kaja rusak. Mesin dinamo terbakar dan harus diganti dengan biaya mencapai Rp 20 juta. Suandiana menyatakan, “Sekitar Rp 20 juta untuk ganti dinamo saja. Saat ini masih pembetulan, mungkin besok bisa operasional.” Kerusakan terjadi dua hari setelah mesin baru beroperasi, sehingga menumpuk sampah di TPS3R. Ia mengatakan, “Hari Minggu sampai kemarin terakhir. Sampah di sana nggak bisa habis. Sampah dari kemarin sampai hari ini.”

Untuk mengatasi keterbatasan tenaga, Suandiana memohon pendampingan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar. Ia berharap DLHK dapat menambah lima orang tenaga pendamping agar proses pencacahan dapat dimulai lebih awal. Saat ini, operasi pengangkutan sampah berlangsung dari 05.30 sampai 13.00 WITA, sementara pencacahan dimulai siang hingga sore, maksimal sampai jam 18.00 WITA.

Jika mesin pengolah sampah beroperasi secara maksimal, TPS3R Cemara Desa Sanur Kaja tidak hanya akan melakukan pemilahan dan pencacahan sampah organik dan nonorganik, tetapi juga akan memanfaatkan mesin pencetak untuk mengubah sampah plastik menjadi paving atau genteng atap rumah. Sampah organik akan diolah menjadi media tanam.

Keputusan TPS3R untuk mengubah sistem pengangkutan sampah menjadi ambil dari dalam rumah, serta upaya memperbaiki mesin dan meminta bantuan DLHK, menunjukkan komitmen daerah untuk mengurangi sampah liar dan meningkatkan kebersihan lingkungan. Dengan pemilahan yang lebih baik dan dukungan tenaga tambahan, diharapkan tumpukan sampah di jalan dapat berkurang, dan proses daur ulang dapat berjalan lebih lancar, memberikan manfaat bagi warga dan lingkungan sekitar.

TPS3Rsampah liarpengelolaan sampahmesin dinamoDLHKpemilahan sampahpengangkutan sampah

Komentar

Memuat komentar...