TPST Tahura I dan II Tambah Mesin, Capai 500 Ton Harian
Gambar atau konten salah?
Di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Tahura I Ngurah Rai, Suwung, Denpasar, dua mesin pengolah sampah harus beroperasi hampir sepanjang hari. Setiap mesin bekerja selama 20 jam per hari untuk mengolah 200 ton sampah. Kegiatan ini berlangsung di lokasi yang strategis untuk memproses limbah kota.
Ketika memeriksa fasilitas tersebut pada 13 April 2026, Ketua Komisi III DPRD Kota Denpasar, I Wayan Suadi Putra, menjelaskan, “Karena untuk menyelesaikan 200 ton, itu kan 20 jam harus beroperasi.”
Suadi menambahkan bahwa rencana pengembangan akan meningkatkan jumlah mesin di Tahura I. Dengan tambahan mesin, kapasitas akan naik hingga 300 ton per hari. Sementara di Tahura II, mesin tambahan akan mampu mengolah 200 ton sampah.
Ia juga menegaskan, “Kalau di TPST Tahura II, itu bisa tambah lagi 200 saja, berarti disini (TPST Tahura) aja sudah 500 diselesaikan, nanti sambil diskusi kita akan lihat.”
Di sisi lain, Sekretaris Daerah LHK Kota Denpasar, I Wayan Tagel Sidarta, menekankan pentingnya proses pengolahan sampah segera ditangani. Ia menyatakan, “Kesiapan proses pengolahan sampah harus segera dikebut. Ia menyebut, harus ada penyesuaian target dari pemerintah ke penyedia.”
Tagel menegaskan, “Secepat-cepatnya, makanya diminta dari pimpinan, pihak vendor niki untuk menyesuaikan target.”
Jika mesin berjalan optimal, Tagel berencana menambah mesin lagi di Tahura I dan Tahura II. Ia berkata, “Kalau memang itu memungkinkan, nanti akan bisa kita buat line baru lagi. Sementara memang kita fokus disini dulu untuk 200 ton.”
Menangani tenaga kerja, Tagel menginformasikan bahwa rencana akan melibatkan 180 pekerja yang dibagi menjadi tiga shift, mulai pukul 06.00 Wita hingga 23.00 Wita. Ia menambahkan, “Tenaga kerjanya sudah ada, sekitar 50 orang kita siapkan. Kita sudah bagi menjadi tiga sif, pagi, siang dan malam.”
Secara keseluruhan, upaya peningkatan kapasitas pengolahan sampah di Denpasar menandai langkah konkret pemerintah kota dalam mengelola limbah. Dengan mesin tambahan dan tenaga kerja yang terorganisir, harapannya proses pengolahan sampah akan lebih efisien, mengurangi tumpukan sampah, dan mendukung kebersihan lingkungan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Kapolri Duduk Bareng Pecalang dan Ojol di Bali
Sensatia Raih Sertifikasi Bebas Kekejaman dari Cruelty Free International
Kampung Gelgel Klungkung tak punya calon kades
Bangkai Paus di Pantai Perancak Kembali Muncul
Ledakan Tabung Gas Hanguskan Warung Bakso, Tiga Luka Bakar
Klungkung Kekurangan 8.300 PJU, Nusa Penida Paling Parah
