Tradisi Manten Tebu Gelar di Pabrik Gula Mojopanggung 09/05/26

Hendra M. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 102 dibaca
Bisik.id
Tradisi Manten Tebu Gelar di Pabrik Gula Mojopanggung 09/05/26

Gambar atau konten salah?

09 Mei 2026 – Tradisi manten tebu kembali digelar di Pabrik Gula Mojopanggung, Tulungagung, menandai musim giling 2026. Tahun ini pabrik menargetkan penyerapan tebu rakyat sebanyak 446.123 ton.

Acara dimulai dengan kirab sepasang boneka pengantin dan tebu yang dibawa dari perkampungan menuju kawasan pabrik. Di dalam pabrik, prosesi kirab dilakukan secara estafet, mulai dari pintu gerbang barat hingga stasiun gilingan. Para pejabat pabrik bergantian menerima dan menyerahkan boneka pengantin kepada pejabat lain, sehingga prosesi terus berlanjut hingga titik akhir.

Setelah sampai di stasiun gilingan, boneka pengantin, tebu, dan aneka sesaji diletakkan pada mesin konveyor. Selanjutnya, semua bahan digiling secara bersamaan. General Manager PG Mojopanggung, Sugiyanto menjelaskan bahwa manten tebu merupakan tradisi yang digelar secara turun‑temurun untuk menandai musim giling.

“Makna dari prosesi ini adalah mengawinkan petani tebu dengan pabrik gula. Harapannya, hubungan ini menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warrahmah, serta beranak pinak memberikan manfaat ekonomi sebesar‑besarnya bagi masyarakat sekitar,” kata Sugiyanto, Sabtu (09 Mei 2026).

Menurut Sugiyanto, target produksi gula PG Mojopanggung pada tahun ini mencapai 33.705 ton dengan lama musim giling 161 hari atau sekitar lima bulan. Untuk mencapai target tersebut, pabrik menargetkan mampu menyerap dan menggiling 446.123 ton tebu, didukung oleh lahan tebu seluas 6.783 hektar yang tersebar di Kabupaten dan Kota Blitar, Malang, Tulungagung, hingga Trenggalek.

“Kami optimistis rendemen (kadar gula dalam tebu) sebesar 7,21 persen dengan kapasitas giling minimal 2.864 TCD (Ton Cane per Day),” ujarnya. Sementara itu, target produksi gula PG Mojopanggung, Tulungagung pada tahun ini mencapai 33.705 ton dengan lama musim giling 161 hari atau sekitar lima bulan.

Sugiyanto mengakui bahwa pada tahun 2025 target produksi gula gagal dicapai akibat kondisi cuaca ekstrem. Dampaknya nilai rendemen rendah dan tonase produksi gula tidak sesuai target. “Tahun kemarin realisasinya sekitar 90 persen. Secara tonase tahun lalu sekitar 31.000 ton, dari target ya sekitar 33.000 ton. Tahun ini meningkat ya targetnya di 33.700 ton,” ujarnya.

Pihaknya optimistis pada musim produksi tahun ini target tersebut bisa tercapai, terlebih kondisi cuaca dinilai cukup mendukung. Sementara itu, Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Tulungagung, Santosa, mengaku siap mendukung target produksi gula.

“Kami siap mendukung bahan baku agar Pabrik Gula bisa giling sesuai harapan,” kata Santosa. Pihaknya mewakili para petani tebu tengah berupaya agar Harga Pokok Pembelian (HPP) gula dinaikkan dari Rp14.500/kilogram menjadi Rp16.875/kilogram. “Melalui rakernas tanggal 25 Mei mendatang mudah‑mudahan APTRI bisa secepatnya meminta pemerintah menetapkan HPP tersebut,” katanya.

Acara manten tebu ini menegaskan kembali hubungan erat antara petani dan pabrik gula. Dengan target produksi yang tinggi dan dukungan petani, musim giling 2026 diharapkan dapat mencapai hasil yang memuaskan, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

manten tebuPabrik Gula Mojopanggungmusim giling 2026target produksi gularendemen 7,21%Harga Pokok Pembelian (HPP) gula

Komentar

Memuat komentar...