Trans7 Mengajar Cipasung: Pelatihan Konten Digital Mahasiswa

Kartika D. · 2 min baca · 1 jam lalu · 21 dibaca
Bisik.id
Trans7 Mengajar Cipasung: Pelatihan Konten Digital Mahasiswa

Gambar atau konten salah?

Di Aula Rektorat Universitas Islam KH Ruhiyat Cipasung, Tasikmalaya, ratusan mahasiswa dan santri berkumpul pada 4 Juni 2026 untuk mengikuti kegiatan Trans7 Mengajar.

Acara ini menampilkan tema “Digital Content Creator”. Tujuannya adalah memberi ilmu, pengetahuan, dan keterampilan kepada generasi muda, khususnya dalam kepemimpinan dan kreativitas.

Trans7 menanggapi perubahan besar yang dibawa media digital dan sosial. Mereka ingin membantu masyarakat belajar, berdakwah, dan mengakses informasi melalui cara yang lebih modern.

M Ikhsan Soemantoro, Direktur Produksi Trans7, menjelaskan bahwa ini adalah program pertama Trans7 Mengajar di tahun 2026. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini akan diadakan di 6 titik wilayah Pulau Jawa.

“Alhamdulillah Trans7 Mengajar di tahun 2026 ini paling pertama adalah di Cipasung. Di tahun ini kami ada rencana 6 titik Trans 7 Mengajar. Dua di Ponpes dan 4 Perguruan Tinggi,” kata Ihsan.

Target utama kegiatan ini adalah berbagi ilmu tentang pembuatan konten digital. Ihsan berharap peserta dapat mengembangkan kemampuan mereka dan memberikan kontribusi positif bagi bangsa.

“Harapannya dengan Trans 7 mengajar ini, pastinya Trans 7 bisa berbagi pengalaman, berbagi ilmu, berkolaborasi dengan generasi muda, bagaimana pada akhirnya generasi muda ini bisa memberikan kontribusi juga pada bangsa dan negara,” kata Ihsan.

Suasana di aula terlihat hidup. Foto yang diambil oleh Faizal Amiruddin menunjukkan peserta yang antusias mendengarkan dan mencatat materi.

Ihsan menilai bahwa generasi muda, baik di pesantren maupun perguruan tinggi, memiliki potensi besar mempengaruhi publik lewat media sosial. Oleh karena itu, kemampuan membuat konten berkualitas menjadi kebutuhan.

“Kita berharap ilmu‑ilmu dan pengalaman yang kami share bisa bermanfaat bagi peserta. Sehingga mereka bisa membuat konten‑konten yang baik yang bisa disebarkan kepada masyarakat,” kata Ihsan.

Ia juga menekankan pentingnya konten positif. “Kami melihat bahwa universitas atau pesantren mempunyai kesempatan untuk bisa dibilang mempengaruhi masyarakat, untuk memberikan hal yang baik,” tambah Ihsan.

Dengan program ini, Ihsan berharap linimasa media sosial akan dipenuhi konten positif dan berkualitas. “Harapan kita linimasa medsos semakin dipenuhi konten positif dan berkualitas. Materi yang baik dan dikemas dengan baik,” ujarnya.

Pimpinan Ponpes Cipasung, KH Ubaidillah Ruhiat, menyatakan apresiasi atas kolaborasi Trans7. Ia menyebut kegiatan ini akan membawa manfaat dan keberkahan bagi Ponpes.

“Insya Allah kegiatan ini akan membawa manfaat dan keberkahan bagi Ponpes Cipasung. Ilmu yang dibagikan oleh Trans7 akan menjadi ilmu yang bermanfaat,” kata KH Ubaidillah saat memberi sambutan.

Rektor Universitas Islam KH Ruhiyat Cipasung, KH Abdul Chobir, menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi sarana berkontribusi bagi bangsa, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.

“Terima kasih kepada Trans7 yang mengadakan kegiatan ini, mudah‑mudahan menjadi manfaat bagi keluarga besar Ponpes Cipasung. Ini akan menjadi sarana berkontribusi bagi bangsa, kaitannya dengan Indonesia Emas 2045,” kata Abdul.

Secara keseluruhan, Trans7 Mengajar di Cipasung menandai langkah awal dalam upaya meningkatkan kualitas konten digital di kalangan generasi muda. Dengan dukungan pesantren dan perguruan tinggi, program ini berpotensi memperkuat peran media sosial sebagai sarana edukasi dan dakwah yang positif.

Trans7 Mengajarkonten digitalgenerasi mudapesantrenuniversitasmedia sosialIndonesia Emas 2045

Komentar

Memuat komentar...