Truk Sampah di Jalan Tabanan, Bank Sampah Singasana Dibuat
Gambar atau konten salah?
Belasan truk berjejer di depan kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tabanan di Desa Bongan, Tabanan, Bali, pada siang hari. Mereka membawa sampah berton-ton yang belum terpilah, menumpuk di ruas jalan utama kota. Sebagai solusi sementara, area belakang kantor DLH kini diubah menjadi Bank Sampah Singasana.
“Jadi sampahnya bukan digeser ke sini melainkan dipilah di Bank Sampah Singasana,” kata Plt Kepala DLH Tabanan, I Gusti Agung Rai Dwipayana pada 06 Mei 2026. Ia menjelaskan bahwa sampah yang diangkut truk tersebut berasal dari warga yang menumpuk di jalan utama. Sampah organik akan disalurkan ke TPSR Sarwa Genep, sementara sampah anorganik direncanakan dibawa ke bank sampah Nyitdah, Kecamatan Kediri.
Upaya penanganan sampah di ruas jalan protokol sudah dilakukan sebelumnya melalui kegiatan Ngayah Ring Pertiwi pada 05 Mei 2026. Ratusan ASN, TNI/Polri, serta aparat desa dan kecamatan di Tabanan turut ambil bagian. Namun, pemilahan di lokasi kegiatan belum maksimal, sehingga tumpukan sampah akhirnya digeser ke belakang kantor DLH untuk dipilah lebih lanjut.
“Kami tak ingin ada sampah selain residu masuk ke TPA Mandung,” ungkap Rai Dwipayana. Ia menegaskan bahwa kesadaran masyarakat Tabanan untuk memilah sampah masih rendah. Karena itu, DLH Tabanan sementara hanya mengangkut sampah dari jalan protokol ke Bank Sampah Singasana untuk dipilah terlebih dahulu.
Di kawasan pasar, sistem penjagaan sampah sudah berjalan. “Kesadaran masyarakat sangat penting. Kalau sampah yang dibuang sudah residu, pasti langsung diangkut. Mari sama-sama memilah karena ini butuh proses dan gotong royong,” pungkasnya.
Sampah organik dan campuran terlihat menumpuk di sepanjang jalan utama Tabanan selama beberapa hari. Video deretan sampah menumpuk itu menjadi viral di media sosial dan dipanggil mencoreng estetika kota.
Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, menyebutkan bahwa sampah yang tidak diangkut disebabkan karena masyarakat belum melakukan pemilahan. Ia memastikan bahwa sampah yang sudah terpilah dan hanya menyisakan residu akan diangkut oleh truk DLH Tabanan ke TPA Mandung.
“SE (surat edaran) sudah disosialisasikan. Mari pilah sampah. Ini harus dilakukan bersama-sama. Kalau sudah dipilah dan hanya residu, pasti akan diangkut,” tegas Dirga.
Dengan langkah-langkah ini, DLH Tabanan berharap dapat mengurangi tumpukan sampah di jalan utama dan meningkatkan partisipasi warga dalam pemilahan. Proses ini memerlukan kerja sama antara pemerintah, aparat, dan masyarakat agar sampah dapat dikelola secara teratur dan tidak menambah beban kota.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Penurunan Wisnus Bali 4,14% Tahun Ini, 2,03% Bulanan
SIM Keliling Kembali Operasi di Badung dan Buleleng Pusat
Cuaca cerah berawan Bali, hujan ringan Badung Denpasar
Kamis 04 Juni 2026: Hari Ala Ayuning Dewasa, Waktu Lahan
Badung Bangun Tempat Penampungan Sampah B3 di Mengwitani
SMPN 5 Pupuan, Disdik Tabanan Atasi Rendahnya Siswa
Berita Terbaru
Pria 65 Tahun di Klampok Lor Berhenti Hidup, Kembali Mati
Persebaya Penasaran Ramadhan Sananta, Bebas Transfer
Rasa Terbakar Dada: Penyebab Utama dan Tanda Peringatan
Minum 3‑4 Cangkir Kopi Bisa Perlambat Penuaan 5 Tahun
Empat Anakan Harimau Sumatra Lahir di Taman Safari Prigen
Operasi Patuh 2026: 14 Hari Tepatkan Lalu Lintas Nasional
Vlahovic Bebas: Arsenal Tertarik, Juventus Tak Berikan Kontrak
Fabiola Elizabeth Tersangka Penipuan Online Internasional
