Trump Ancam Hancurkan Infrastruktur Iran Jika Hormuz Ditutup

Putri N. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 88 dibaca
Bisik.id
Trump Ancam Hancurkan Infrastruktur Iran Jika Hormuz Ditutup

Gambar atau konten salah?

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menegaskan bahwa ia bersedia menghancurkan pembangkit listrik dan jembatan di Iran jika Selat Hormuz tidak dibuka untuk semua lalu lintas laut. Ia menambahkan bahwa negara tersebut akan hidup dalam neraka jika tidak memenuhi tuntutan ini.

Trump memberi tenggat waktu hingga hari Selasa pukul 20.00 waktu timur AS. Dalam unggahan di media sosial, ia menyoroti hari Selasa sebagai hari di mana pembangkit listrik dan jembatan di Iran akan hancur. Senin (06 April 2026), beberapa jam setelahnya, ia kembali mengunggah waktu spesifik tersebut tanpa penjelasan tambahan. Gedung Putih kemudian menyebut waktu tersebut sebagai batas akhir bagi Iran untuk mencapai kesepakatan dengan AS.

Ancaman ini bukan kali pertama. Trump sebelumnya berulang kali menyatakan akan menghancurkan infrastruktur penting Iran dan bahkan mengancam akan mengembalikan negara itu ke zaman batu jika tidak memenuhi tuntutan AS.

Penghancuran infrastruktur sipil dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang menurut hukum humaniter internasional. Senator AS Tim Kaine mengkritik keras pernyataan Trump, menyebutnya memalukan dan kekanak-kanakan serta berpotensi membahayakan tentara AS di masa depan jika mereka tertangkap.

Kaine menilai bahwa pemerintahan saat ini tidak memiliki rencana yang jelas dalam menghadapi konflik. Ia berpendapat bahwa pernyataan keras seperti itu justru bisa mendorong pihak lawan untuk memperlakukan tentara AS dengan lebih buruk.

Di sisi lain, Iran menunjukkan tidak ada tanda-tanda akan mundur. Negara tersebut justru melancarkan serangan ke target ekonomi dan infrastruktur di negara-negara Teluk. Media pemerintah Iran menayangkan video yang diklaim sebagai bagian dari pesawat militer AS yang ditembak jatuh, disertai gambar asap hitam tebal membubung ke udara.

Iran menyebut telah menembak jatuh satu pesawat angkut dan dua helikopter AS yang terlibat dalam operasi penyelamatan. Seorang pejabat intelijen kawasan yang mengetahui operasi tersebut mengatakan bahwa militer AS justru menghancurkan dua pesawat angkutnya sendiri akibat gangguan teknis, sehingga harus mengerahkan pesawat tambahan untuk menyelesaikan misi.

Ketegangan ini menekankan ketidakpastian di kawasan Teluk. Sementara Trump menegaskan ancaman, Iran tetap memandang ketegangan sebagai peluang untuk memperkuat posisi strategisnya. Di tengah situasi ini, peran diplomasi dan kepatuhan terhadap hukum internasional menjadi kunci untuk menghindari eskalasi lebih lanjut.

Donald TrumpIranSelat HormuzAncaman militerInfrastrukturSanksiKetegangan TelukDiplomasi

Komentar

Memuat komentar...