Trump Janji Buka Selat Hormuz, Iran Siap Pengenakan Biaya

Wulan M. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 70 dibaca
Bisik.id
Trump Janji Buka Selat Hormuz, Iran Siap Pengenakan Biaya

Gambar atau konten salah?

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengumumkan pada 11 April 2026 bahwa Selat Hormuz akan segera dibuka. Ia menegaskan bahwa negara lain bersedia membantu Amerika Serikat membuka jalur laut tersebut.

Meskipun Trump mengakui bahwa proses tersebut tidak mudah, ia kembali menegaskan bahwa Selat Hormuz akan terbuka. Ia tidak menjelaskan cara atau langkah konkret yang akan diambil.

"Saya akan mengatakan ini: kami akan segera membukanya," ujar Trump.

Trump juga menolak rencana Iran yang ingin mengenakan biaya kepada kapal yang melintas di Selat Hormuz. Iran berencana menuntut pembayaran bagi kapal yang ingin melewati jalur laut tersebut, bahkan bila tercapai perjanjian damai.

"Jika mereka melakukan itu, kami tidak akan membiarkan hal itu terjadi," tambah Trump.

Ia menegaskan bahwa prioritas utama setiap kesepakatan adalah memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir. Menurutnya, bila hal itu tercapai, Selat Hormuz akan otomatis kembali terbuka.

Walaupun telah diumumkan gencatan senjata dua minggu antara AS dan Iran, aktivitas pelayaran di Selat Hormuz masih hampir terhenti, mengganggu sekitar 20% aliran minyak dan gas dunia.

Hanya dua kapal yang melintas pada hari Jumat, turun dari lima kapal sehari sebelumnya. Sejak dimulainya gencatan senjata, hanya 22 kapal yang keluar dari selat tersebut, jauh di bawah rata-rata sekitar 135 kapal per hari sebelum perang.

Lebih dari 600 kapal, termasuk 325 kapal tanker, masih tertahan di kawasan Teluk akibat blokade tersebut.

Wakil Presiden AS, JD Vance, dan Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, dijadwalkan memimpin perundingan di Islamabad pada hari Sabtu untuk membahas upaya mengakhiri perang secara permanen.

Perkiraan bahwa Selat Hormuz akan segera dibuka menimbulkan harapan bagi para pelaut, namun realitasnya masih bergantung pada jalur diplomatik dan keamanan nuklir yang belum terselesaikan.

Selat HormuzDonald TrumpIranperjanjian damaiblokadejalur lautsenjata nuklirpelayaran

Komentar

Memuat komentar...