Trump Tetapkan Tarif 100% Obat Bermerek, Pabrik AS Eks
Gambar atau konten salah?
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani perintah eksekutif pada 02 April 2026 yang menetapkan tarif impor sebesar 100% untuk obat-obatan bermerek yang masuk ke negara ini.
Tarif ini tidak berlaku bagi perusahaan asing yang sudah memenuhi syarat tertentu. Jika sebuah perusahaan farmasi memindahkan lini produksinya ke AS, tarifnya turun menjadi 20%. Perusahaan yang membangun pabrik dan menurunkan harga jual obat di AS sesuai prinsip paling disukai negara (most‑favored‑nation) akan bebas tarif.
Dokumen perintah eksekutif menyatakan, “Perusahaan farmasi besar memiliki waktu 120 hari untuk mengumumkan rencana menghindari tarif 100%, perusahaan yang lebih kecil memiliki waktu 180 hari,” jelas dokumen perintah eksekutif itu seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (04 April 2026).
AS telah menyetujui kesepakatan tarif obat dengan 17 perusahaan farmasi. Dari jumlah tersebut, 13 telah menyelesaikan perjanjian, sementara empat lainnya masih dalam tahap negosiasi.
Tarif dikurangi menjadi 15% untuk obat-obatan yang diproduksi di Uni Eropa, Jepang, Korea Selatan, dan Swiss karena adanya perjanjian perdagangan yang berlaku. Inggris memiliki kesepakatan tarif terpisah, jelas dokumen aturan tarif itu.
Di luar itu, dijelaskan juga khusus untuk obat generik akan dibebaskan dari tarif impor tadi setidaknya selama satu tahun. Sementara untuk obat-obatan penyakit langka, obat hewan, dan obat khusus lainnya dikecualikan jika berasal dari negara-negara yang memiliki perjanjian perdagangan atau memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat yang mendesak.
Beberapa produsen obat kecil dan menengah melaporkan bahwa mereka sedang mencari celah pengaturan individual untuk menghindari tarif dan aturan penetapan harga baru. “Perintah eksekutif tersebut berisiko menciptakan sistem pengecualian yang tidak adil yang hanya menguntungkan perusahaan-perusahaan besar yang telah membuat kesepakatan perlakuan istimewa dengan Trump. Perusahaan farmasi menengah kurang memiliki portofolio yang terdiversifikasi untuk menyerap kenaikan biaya yang tiba‑tiba ini,” kata Alanna Temme, presiden kelompok industri farmasi di AS, Midsized Biotech Alliance of America (MBAA).
Tarif ini menandai langkah baru dalam kebijakan perdagangan obat AS. Perusahaan farmasi harus menilai apakah memindahkan produksi, menurunkan harga, atau memanfaatkan perjanjian perdagangan dapat mengurangi beban tarif. Kebijakan ini juga menyoroti ketidaksetaraan antara perusahaan besar dan menengah, serta potensi dampak pada ketersediaan obat di pasar domestik.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
BEI: Standalone Market Bukan Kategori Terendah MSCI
IHSG Anjlok 10,76%, Rupiah Tembus 18.000 Usai MSCI Umumkan Downgrade
BEI Kaget MSCI Umumkan Potensi Status Baru Lebih Cepat dari Jadwal
IHSG Melemah, Investor Asing Jual Rp 2,92 Triliun
Menkeu: Riset Jerman Buktikan MSCI Tak Selalu Benar
Airlangga Kaget MSCI Umumkan Lebih Cepat soal Status Pasar Modal RI
