Turki Nikmati Makanan Kaki Lima di Batam Seharga Rp25.000

Eko P. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 85 dibaca
Bisik.id
Turki Nikmati Makanan Kaki Lima di Batam Seharga Rp25.000

Gambar atau konten salah?

Yusuf, seorang bule asal Turki, berkeliling Batam pada 02 Mei 2026 dan memutuskan untuk mencicipi makanan kaki lima setempat. Ia menayangkan perjalanan tersebut di channel YouTube Smile Guys, menambah sorotan bagi penonton yang tertarik dengan budaya kuliner Indonesia.

Di sebuah jalan raya yang dipenuhi warung, Yusuf menelusuri kedua sisi jalan. Di kiri dan kanan, penjual makanan kaki lima menampilkan berbagai hidangan: pisang goreng, tahu goreng, dan lain‑lain. Ia akhirnya berhenti di sebuah warung kecil yang menawarkan gorengan.

Yusuf memutuskan membeli satu porsi pisang goreng dan satu porsi tahu goreng. Namun, saat ia hendak membayar, penjual tidak mengerti bahasa Inggris. Untungnya, penjual di sebelahnya dapat berkomunikasi dalam bahasa Inggris, sehingga transaksi berjalan lancar.

Harga yang dibayarkan Yusuf adalah Rp 5.000 untuk tiga buah tahu goreng dan Rp 15.000 untuk satu porsi pisang goreng topping cokelat keju. Ia juga membeli segelas es cokelat seharga Rp 5.000 dari ibu penjual yang membantu proses pembayaran.

Setelah menghitung total, Yusuf terkejut dengan harga yang terjangkau. Ia berkata, “Semua ini biayanya hanya Rp 25.000. Itu sangat murah, tapi rasa yang penting bagiku.”

Yusuf sangat senang ketika tahu gorengnya diberi cabe rawit. Ia menyukai rasa pedas tersebut, sehingga ia tampak menikmati setiap gigitannya. Ketika mencoba pisang goreng, ia juga terlihat puas, namun ia memberi peringatan, “Ini terlalu banyak gula, jadi aku serius kalau kamu penderita diabetes jangan mengikuti aku.”

Saat hendak pulang, pemilik warung menahan Yusuf dan memberi seporsi sate taichan secara gratis. Yusuf merasa terharu dengan sikap tersebut. Ia mengungkapkan, “Pemilik sate taichan memberi saya makanan gratis. Inilah warga lokal Indonesia yang sangat peduli terhadap orang asing dan kemanusiaan.”

Sate taichan yang disajikan dengan sambal melimpah menjadi pengalaman pertama Yusuf mencicipi hidangan tersebut. Ia menilai, “Kamu tahu jadi ini bagi saya berbeda, tetapi rasanya enak.”

Pengalaman Yusuf di Batam menunjukkan betapa sederhana dan murahnya kuliner kaki lima di Indonesia. Meskipun ia menghadapi kendala bahasa, bantuan penjual lain dan sikap ramah pemilik warung membuat perjalanan kuliner ini menjadi kenangan positif bagi seorang turis asing.

YusufBatamwarung kaki limapisang gorengtahu gorengsate taichanYouTube Smile Guys

Komentar

Memuat komentar...