U25 Forum 2026: PTN‑BH Dorong Kemandirian Finansial & Gizi

Arif S. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 48 dibaca
Bisik.id
U25 Forum 2026: PTN‑BH Dorong Kemandirian Finansial & Gizi

Gambar atau konten salah?

Di Makassar, 28 April 2026, ratusan rektor perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTN‑BH) berkumpul di Ballroom Hotel Unhas & Convention, kampus Unhas Tamalanrea. Acara tersebut merupakan U25 Leader Forum 2026, sebuah pertemuan yang memfokuskan diri pada kemandirian kampus, penguatan ketahanan pangan, dan gizi melalui riset.

Forum ini menempatkan kemandirian finansial sebagai inti dari misi publik perguruan tinggi. Rektor Universitas Indonesia, Hery Hermansyah, menekankan bahwa kampus harus terus mengoptimalkan aset dan dana abadi untuk memperluas beasiswa, meningkatkan mutu pembelajaran, memperkuat riset, dan memperbaiki layanan mahasiswa.

Hery menyatakan, “Kemandirian finansial harus terus berada dalam bingkai misi publik, memperluas beasiswa, meningkatkan mutu pembelajaran, memperkuat riset, memperbaiki layanan mahasiswa, dan memperbaiki dampak perguruan tinggi bagi masyarakat.” Ia menambahkan bahwa PTN‑BH harus mengambil peran aktif melalui riset strategis yang dapat menjadi penentu arah kebijakan pemerintah, khususnya dalam penguatan pangan dan gizi.

Menurut Hery, “PTN‑BH perlu hadir dengan kontribusi berbasis ilmu pengetahuan, data dan riset terapan agar setiap kebijakan dan program pangan dan gizi tepat sasaran, aman, terstruktur dan berkelanjutan.” Untuk mendukung riset dan inovasi, ia mengusulkan skema pembiayaan infrastruktur yang memadai dan membuka dialog dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) guna memanfaatkan pengalaman sukses dalam pembiayaan proyek infrastruktur yang berdampak pada universitas.

Di tengah diskusi, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengapresiasi forum tersebut sebagai ruang strategis. Ia menilai kegiatan ini penting karena membahas isu dasar bagi masa depan bangsa: ketahanan pangan dan gizi.

Brian menegaskan, “Forum ini sangat penting karena kita sedang membahas satu isu yang sangat mendasar demi masa depan bangsa yaitu masalah ketahanan pangan dan gizi.” Ia menekankan bahwa menciptakan sumber daya manusia unggul harus dimulai dari pemenuhan gizi yang baik, sehingga program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi investasi strategis bagi anak-anak di seluruh wilayah, termasuk kepulauan.

Ia menambahkan, “Kalau anak-anak kita kekurangan gizi, yang terdampak bukan hanya kesehatan mereka hari ini, tetapi juga tentu kemampuan belajar, kognitifnya, dan produktivitasnya di masa depan akan terganggu.” Untuk itu, kampus harus berperan aktif dalam mendukung keberlanjutan program tersebut melalui riset berkelanjutan.

Brian menginformasikan bahwa sedikitnya 18 universitas, termasuk Unhas, telah menyatakan kesiapan membangun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terintegrasi riset. Tujuannya adalah memastikan kebermanfaatan program Makan Bergizi Gratis bagi anak-anak di masa depan.

Ia menekankan peran civitas akademika dan mahasiswa dalam menghasilkan riset yang mampu mengukur efektivitas program tersebut. “Keterlibatan kampus diharapkan dapat melahirkan kajian‑kajian berbasis data dalam beberapa tahun ke depan sebagai landasan evaluasi kebijakan,” ujarnya. Ia berharap, “sehingga kita berharap 2 tahun, 3 tahun dari sekarang nanti muncul hasil kajian‑kajian yang bisa membuktikan bahwa memang ini program yang secara ukuran kebutuhan pengembangan SDM.”

Forum ini menandai langkah konkret PTN‑BH untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam kebijakan publik, khususnya di bidang pangan dan gizi. Dengan dukungan kebijakan, pembiayaan infrastruktur, dan riset terapan, universitas diharapkan dapat meningkatkan kemandirian finansial dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan nasional.

Kemandirian FinansialKetahanan PanganGiziRiset PenerapanPembiayaan InfrastrukturProgram Makan Bergizi GratisSatuan Pelayanan Pemenuhan GiziPeran Perguruan Tinggi

Komentar

Memuat komentar...