Udinus Gelar Wisuda ke-87, Arhan Terima Ijazah Blockchain

Ani R. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 73 dibaca
Bisik.id
Udinus Gelar Wisuda ke-87, Arhan Terima Ijazah Blockchain

Gambar atau konten salah?

Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) menggelar wisuda ke‑87 di Hotel Patra Convention, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang pada 29 April 2026. Di tengah keramaian, Arhan, pemain sepak bola profesional yang kini menempati posisi di tim nasional Indonesia, menjadi salah satu wisudawan pertama yang menerima ijazah blockchain.

Setelah menandatangani dokumen, Arhan langsung mengungkapkan kebanggaannya. “Alhamdulillah tentunya saya sangat senang bisa lulus dan dapat ijazah blockchain juga, tentunya buat saya suatu kebanggaan,” katanya. Ia menambahkan bahwa meski jadwalnya padat, ia berhasil menyelesaikan studi Sarjana Manajemen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Udinus.

“Pasti banyak halangan, karena kan memang membagi waktunya agak sedikit susah karena saya harus ke Timnas, terus tim saya juga di luar negeri. Jadi saya kesusahan membagi waktu,” ungkapnya. Namun, ia juga menegaskan bahwa pihak kampus memberikan fleksibilitas melalui kelas daring. “Tapi alhamdulillah juga pihak Udinus juga ngasih kelonggaran juga buat saya ada daring. Jadi saya lebih tenang. Tim juga sangat suportif,” lanjutnya.

Rektor Udinus, Pulung Nurtantio Andono, menjelaskan bahwa penggunaan blockchain pada ijazah ini merupakan inovasi pertama di kampus dan sekaligus di Indonesia. Ia menekankan tujuan utama teknologi tersebut: memastikan keaslian dokumen dan mencegah pemalsuan. “Untuk memverifikasi ijazah ini asli apa palsu itu jauh lebih mudah. Karena kita menggunakan layer blockchain, maka ijazah ini tidak bisa dihapus dan pastinya asli. Dan ini Mas Arhan sebagai perwakilan pertama,” jelasnya.

Pulung juga berbicara tentang rencana jangka panjang. “Insyaallah kita akan terapkan sampai selamanya, karena teknologi ini menurut saya bagus sekali. Di mana sesuatu yang sudah kita tulis di dalam block tidak bisa ditulis ulang,” katanya. Ia menambahkan bahwa walaupun data dapat diubah, perubahan tersebut akan terlihat siapa yang melakukan perubahan. “Bisa ditulis ulang tetapi akan kelihatan siapa yang menulis ulang. Sehingga sebenarnya pemanfaatan blockchain ini saya pikir tidak hanya untuk ijazah. Tapi pemanfaatannya bisa sangat luas,” ia tekankan.

Menurut Igor Arkhypenko, Chief Information Officer Dubai Blockchain Center, langkah Udinus menjadi terobosan besar dalam pemanfaatan teknologi blockchain di dunia pendidikan. Ia menegaskan bahwa banyak orang masih menganggap blockchain hanya berkaitan dengan keuangan atau cryptocurrency. “(Ini blockchain pertama di Indonesia?) Iya, ini pertama kalinya kita melihat implementasi blockchain di universitas untuk diploma. Ini menunjukkan blockchain tidak hanya untuk cryptocurrency, tapi juga untuk dokumen penting dan verifikasi keasliannya,” ujar Igor.

Igor menyoroti keunggulan praktis blockchain dalam verifikasi dokumen. “Mahasiswa bisa membuktikan prestasinya di mana saja di dunia dalam hitungan detik. Misalnya melamar kerja ke Eropa atau Amerika, verifikasi bisa langsung dilakukan tanpa proses panjang,” ia jelaskan. Ia juga mengingatkan bahwa proses tradisional sering memakan waktu lama karena harus melalui penerjemahan dan legalisasi. Dengan blockchain, proses tersebut bisa dipangkas secara signifikan. “Kalau sebelumnya butuh waktu lama untuk verifikasi, dengan teknologi ini bisa dilakukan dalam hitungan detik,” tambahnya.

Inovasi ini tidak hanya menguntungkan bagi mahasiswa yang memiliki ijazah blockchain, tetapi juga bagi institusi pendidikan. Dengan menyimpan rekam akademik di blockchain, setiap perubahan atau penambahan data akan tercatat secara transparan dan tidak dapat dihapus. Hal ini menjanjikan keamanan dan kepercayaan bagi semua pihak yang terlibat.

Secara keseluruhan, penerapan ijazah blockchain di Udinus menandai langkah maju dalam integrasi teknologi digital di dunia pendidikan. Ini membuka peluang bagi perguruan tinggi lain untuk mengeksplorasi solusi serupa, sehingga proses verifikasi dokumen menjadi lebih cepat, aman, dan transparan.

Universitas Dian Nuswantoroijazah blockchainverifikasi dokumenArhanteknologi blockchainkeamanan dokumen

Komentar

Memuat komentar...