Uji Coba Mesin Pirolisis di Klungkung Tertunda Lagi

Fandi R. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 79 dibaca
Bisik.id
Uji Coba Mesin Pirolisis di Klungkung Tertunda Lagi

Gambar atau konten salah?

Uji coba mesin pirolisis di TOSS Center Karangdadi, Kusamba, Klungkung, Bali, yang semula dijadwalkan di awal Juni 2026, kini tertunda lagi. Penundaan terjadi karena mesin pemilah dan generator pendukung belum tiba.

Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Klungkung, I Komang Aswin, komponen utama yang sudah dirakit meliputi mesin pirolisis berkapasitas 750 kilogram, sistem pendingin, dan jalur pengolahan. Namun, dua mesin pirolisis besar masih belum terpasang.

Aswin menjelaskan bahwa tiga kontainer logistik yang membawa mesin pemilah dan generator masih belum sampai. “Besok akan datang tiga kontainer mesin pemilah dan generatornya. Selanjutnya dirakit. Kalau yang dua ini perakitannya tidak lama, sehari atau dua hari saja, yang lama itu yang besar‑besar. Dua mesin yang besar‑besar ini belum lho,” ujarnya pada Rabu (03 Juni 2026).

Ia memperkirakan uji coba yang dikelola PT Inpac Solutions Indo bersama PT Bali Bersih Bersinar dapat dimulai akhir Juni 2026 setelah mesin tersebut terpasang.

Bupati Klungkung, I Made Satria, menyatakan akan turun langsung ke TOSS Center untuk memulai uji coba pada awal Juli 2026. Meski tertunda, ia tetap optimis bahwa teknologi pirolisis dari Cook Island, yang mampu mengolah hingga 400 ton sampah per hari, akan mempercepat pembersihan gunungan sampah residu di TOSS Center dan di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) tingkat desa di seluruh wilayah Klungkung.

Wilayah Klungkung rata‑rata menghasilkan sekitar 200 ton sampah per hari. Karena kapasitas mesin sangat besar dan melebihi volume sampah lokal, pemerintah kabupaten mulai membangun koordinasi dengan daerah tetangga, seperti Gianyar dan Bangli, agar operasional perusahaan pengolah sampah tetap berkelanjutan.

Kerja sama tersebut akan diikat melalui Nota Kesepahaman (MoU) pengiriman sampah ke Klungkung. Pihak tetangga dipastikan menyambut baik rencana ini, meski pengerjaan teknis dan pembahasan regulasi lainnya masih akan dibahas lebih lanjut.

Satria menegaskan, “Betul. Untuk mengantisipasi kekurangan sampah, kami sudah coba membangun komunikasi dengan Bangli dan Gianyar.”

Dengan penundaan ini, proses instalasi mesin pirolisis menjadi lebih lambat, namun pihak terkait tetap berusaha menyesuaikan jadwal. Kerja sama lintas kabupaten diharapkan dapat menambah kapasitas pengolahan sampah, memanfaatkan teknologi pirolisis yang mampu mengubah sampah menjadi energi, dan membantu mengurangi tumpukan sampah di wilayah Klungkung.

pirolisisTOSS CenterKlungkungmesin pemilahgeneratorCook Islandkoordinasi antar kabupaten

Komentar

Memuat komentar...