Ular Ditemukan di Makan Siang Sekolah, 150 Siswa Sakit Perut

Ika P. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 59 dibaca
Bisik.id
Ular Ditemukan di Makan Siang Sekolah, 150 Siswa Sakit Perut

Gambar atau konten salah?

Lebih dari 150 siswa di Bihar, India, mengalami sakit perut setelah anak ular ditemukan dalam hidangan makan siang sekolah.

Insiden ini terjadi di Middle School Baluaha, distrik Saharsa, di mana program mid‑day meal—makan siang gratis yang disediakan pemerintah bagi murid sekolah negeri dan bantuan—seharusnya meningkatkan nutrisi dan kehadiran siswa. Namun, kejadian ini menimbulkan kekhawatiran serius tentang keamanan pangan di dapur sekolah.

Menurut laporan yang didapat pada 08 Mei 2023, makanan tersebut disuplai oleh sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang melayani beberapa sekolah di wilayah tersebut. Saat hidangan dibagikan, seorang siswa menemukan seekor ular di dalam piring. Segera setelahnya, lebih dari 150 murid melaporkan rasa sakit di perut.

Polisi tiba dalam waktu singkat dan menyalurkan beberapa anak ke pusat kesehatan setempat menggunakan kendaraan pribadi. Ambulans yang dikirim oleh rumah sakit kemudian menjemput sisanya, di mana banyak yang tetap dalam kondisi kritis selama berjam-jam, sebagaimana dilaporkan pada 07 Mei 2023.

Beberapa siswa dirawat di rumah sakit lokal, sementara yang lain dirujuk ke Sadar Hospital. Pemerintah daerah pun mengirim tim investigasi ke dapur pusat tempat makanan dimasak.

Sejak 01 Februari 2015, Kementerian Pengembangan Sumber Daya Manusia India telah menerbitkan pedoman keamanan pangan dan higienitas dapur sekolah. Pedoman ini bertujuan memastikan makanan aman bagi anak-anak. Berikut beberapa poin penting yang diatur:

1. Bahan makanan harus dibersihkan sebelum dimasak. Sereal dan kacang-kacangan wajib dibersihkan secara manual untuk menghilangkan benda asing. Pedoman juga menganjurkan hidangan satu piring dengan bahan dasar nasi atau gandum, kacang-kacangan atau kedelai, sayuran hijau, dan minyak makan dengan rasio 3:1 hingga 5:1 untuk menghasilkan protein berkualitas.

2. Proses memasak harus higienis. Makanan sebaiknya dimasak tertutup agar nutrisi terjaga dan terhindar dari kontaminasi, serta disajikan dalam wadah bersih dengan suhu minimal 65°C karena mikroorganisme berkembang cepat pada suhu 5‑60°C. Bahan vegetarian dan nonvegetarian harus disimpan terpisah. Kulkas perlu dibersihkan minimal seminggu sekali dari noda, es, dan sisa makanan, dengan suhu ideal 4‑6°C.

3. Guru wajib mencicipi makanan sebelum dibagikan. Guru harus mencicipi hidangan dan mencatat hasilnya dalam buku khusus. Anggota School Management Committee (SMC) juga diminta ikut mencicipi makanan secara bergilir bersama guru.

4. Sampel makanan perlu diuji laboratorium. Pemerintah daerah diminta bekerja sama dengan laboratorium terakreditasi untuk menjaga kualitas dan keamanan pangan. Pengujian dilakukan untuk memastikan makanan bebas dari kontaminasi mikroba maupun bahan kimia.

5. Area dapur wajib dibersihkan setiap hari. Lantai dapur, area memasak, bahkan sudut yang sulit dijangkau harus dibersihkan setiap hari sebelum dan sesudah memasak. Permukaan yang bersentuhan langsung dengan makanan harus bersih dan kering. Kerusakan di area dapur juga harus segera diperbaiki.

6. Peralatan dapur harus higienis. Kain lap, pel, dan sikat berpotensi menyebabkan kontaminasi silang sehingga harus dicuci dan dikeringkan setelah digunakan, serta tidak dipakai di area dapur lain. Meja, bangku, lemari, kotak penyimpanan, dan peralatan makan juga harus bersih serta tidak retak atau pecah.

7. Juru masak wajib menjaga kebersihan diri. Juru masak dan helper harus menjaga kebersihan diri, sementara penderita penyakit menular tidak diperbolehkan bekerja di dapur. Pemeriksaan kesehatan dua kali setahun dianjurkan untuk memastikan kelayakan kerja, dan petugas dapur harus melapor jika mengalami penyakit menular seperti diare, muntah, luka infeksi, atau penyakit kulit.

8. Pembasmian hama harus dilakukan. Hama seperti tikus, burung, dan serangga wajib dibasmi. Untuk mencegah hama masuk ke dapur, dianjurkan menggunakan kawat pelindung pada jendela, pintu, dan ventilasi.

9. Anak-anak wajib mencuci tangan. Kebiasaan mencuci tangan sebelum dan sesudah makan harus diawasi dan terus dibiasakan. Sekolah juga dianjurkan menyediakan area cuci tangan yang dapat digunakan oleh banyak siswa sekaligus.

Insiden ini menyoroti pentingnya penerapan pedoman yang telah ditetapkan. Meskipun program makan siang gratis memiliki tujuan mulia, keamanan dan higienitas tetap menjadi prioritas utama. Pemerintah daerah dan pihak sekolah kini dipanggil untuk memperkuat prosedur, memantau kualitas bahan, dan memastikan bahwa setiap langkah—dari persiapan hingga penyajian—memenuhi standar yang telah ditetapkan. Dengan demikian, harapannya program ini dapat kembali memberikan manfaat tanpa risiko bagi kesehatan anak-anak.

Biharanak ularlunch sekolahkeamanan panganLSMpedoman keamanan pangandapur sekolah

Komentar

Memuat komentar...