UMI Gelar Konferensi Internasional 2026 di Makassar
Gambar atau konten salah?
Konferensi internasional Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia (UMI) akan diselenggarakan di Auditorium Al Jibra, Kampus II UMI Makassar, pada Senin, 08 Juni 2026. Tema utama konferensi adalah “Holistic Spectrum within Integralistic Development”, yang menyoroti pembangunan berkelanjutan dalam konteks ASEAN dan global.
Dalam konferensi pers yang diadakan di Makassar pada Selasa, 26 Mei 2026, Sekretaris Panitia Muammar Fawwaz mengumumkan bahwa delapan pakar internasional akan menjadi pembicara. Ia menegaskan, “Kita menghadirkan (pembicara) 8 negara, termasuk Indonesia dan 5 negara di antaranya akan hadir secara offline, akan hadir di Auditorium Al Jibra untuk menyampaikan perkembangan terkini mengenai SDGs, Sustainable Development Goals. Pembicaraan ini terbagi menjadi beberapa bidang ilmu,” ujar Muammar.
Para pembicara internasional yang akan hadir meliputi:
- Prof. Dr. Sybe de Vries dari Utrecht University, yang akan membahas Sustainable Development in Low Context.
- Dr. Gautam Kumar Jha dari Jawaharlal Nehru University India, yang akan mengulas interaksi antarumat beragama.
- Prof. Bambang Rudiyanto dari Wako University Tokyo, meninjau SDGs dari sisi ekonomi.
- Prof. Dr. Jady Zaid Hassim dari Universiti Kebangsaan Malaysia.
- Prof. Kazuma Ogawa, Ph.D. dari Kanazawa University Jepang, yang akan menyoroti pengembangan obat berbasis nuclear medicine.
- Prof. Dr. Sihong Kim spesialis kebijakan kerja sama pembangunan Korea.
- Prof. Jose Maria De Dios Marcer dari Universidad Autonoma de Barcelona.
Muammar menambahkan, “Kami juga akan mengangkat satu isu penting yang saat ini sangat hangat, yaitu mengenai isu nuklir sebenarnya. Tetapi bukan pada penggunaannya sebagai weapon, sebagai senjata. Tetapi bagaimana nuklir ini digunakan dalam bidang kesehatan. Ada Prof. Kazuma Ogawa, beliau konsen pada pengembangan obat-obat berbasis nuclear medicine,” ia katakan. Topik-topik ini akan dibahas dari berbagai disiplin, termasuk hukum, kesehatan, sosial, dan agama.
Dalam pidato singkatnya, Muammar menekankan pentingnya pendekatan multidisipliner: “Kesemuanya ini akan kita bahas tentu dari aspek ekonominya bagaimana, aspek hukumnya bagaimana, aspek kesehatan, sosial agamanya dan akan kemudian melahirkan ide-ide baru untuk membangun Indonesia ke depan,” jelasnya.
Asisten Direktur 1 sekaligus Ketua Panitia, Andi Tamsil, menambahkan bahwa sejumlah narasumber offline telah menyatakan kesediaan menjadi dosen tamu di UMI. Ia mengungkapkan, “Nanti narasumber yang datang secara offline itu akan menyatakan kesediaan menjadi dosen tamu di UMI. Jadi sekaligus jadi dosen internasional kita. Paling kurangnya sudah 5 atau 6 yang sudah menyatakan kesediaan,” ungkapnya.
Direktur Pascasarjana UMI, La Ode Husen, menyatakan bahwa konferensi ini bukan sekadar forum akademik biasa, melainkan bagian dari upaya Pascasarjana UMI menghadirkan percakapan global yang relevan dengan masa depan peradaban dunia. Ia menegaskan bahwa pembangunan berkelanjutan harus dilihat secara integral melalui ilmu pengetahuan, budaya, teknologi, spiritualitas, lingkungan, dan kemanusiaan.
Rektor UMI, Hambali Thalib, menegaskan bahwa konferensi internasional ini menjadi bagian dari transformasi besar UMI menuju perguruan tinggi global yang adaptif terhadap perkembangan zaman namun tetap berpijak pada nilai-nilai keislaman, kemanusiaan, dan pengabdian. Ia berkata, “UMI ingin menjadi rumah lahirnya gagasan-gagasan besar dunia. Kami percaya bahwa kampus masa depan bukan hanya tempat belajar, tetapi ruang membangun peradaban, mempertemukan ilmu pengetahuan dunia, dan menghadirkan solusi nyata bagi umat manusia,” ujarnya.
Konferensi ini juga merupakan bagian dari penguatan internasionalisasi UMI. Selama beberapa tahun terakhir, UMI telah memperluas jejaring global melalui kolaborasi akademik, riset internasional, transformasi digital kampus, pengembangan smart campus, serta penguatan budaya riset dan publikasi bereputasi internasional.
Panitia telah membuka pendaftaran bagi presenter maupun peserta umum dengan kategori internasional dan domestik. Untuk mahasiswa UMI, registrasi digratiskan. Berikut jadwal pentingnya:
- Batas pengumpulan abstrak: 25 Mei 2026
- Pengumuman penerimaan abstrak: 27 Mei 2026
- Batas pendaftaran early bird: 15 Mei 2026
- Pendaftaran reguler: 01 Juni 2026
- Pengumpulan full paper: 02 Juni 2026
Semua paper yang diterima akan dipublikasikan pada jurnal terindeks Copernicus. Paper terpilih berkesempatan diterbitkan di jurnal terindeks Scopus.
Konferensi ini diharapkan menghasilkan ide-ide baru yang dapat memperkuat pembangunan Indonesia, sekaligus menegaskan posisi UMI sebagai pusat dialog global yang relevan dengan tantangan pembangunan berkelanjutan di era modern.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
