UMI Luncurkan Program Studi Guru Agama di Milad ke-72

Wahyu T. · 2 min baca · 26 hari lalu · 43 dibaca
Bisik.id
UMI Luncurkan Program Studi Guru Agama di Milad ke-72

Gambar atau konten salah?

Universitas Muslim Indonesia (UMI) resmi meluncurkan Program Studi Pendidikan Profesi Guru Agama (PPGA) pada rangkaian perayaan Milad ke-72 yang akan digelar di bulan Juni. Program ini dirancang untuk menyiapkan guru agama yang tidak hanya cakap mengajar, tetapi juga mampu mengikuti perkembangan teknologi.

Peluncuran resmi berlangsung pada Jumat, 8 Mei 2026 di kampus UMI. Pada acara tersebut, Dirjen Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Amien Suyitno menyerahkan Surat Keputusan (SK) Program Studi. Acara dibuka dengan zikir dan doa bersama, lalu dilanjutkan dengan peluncuran logo Milad ke-72 UMI.

Dalam sambutannya, Rektor UMI Hambali Thalib mengungkapkan: “Pagi ini menjadi momentum yang sangat istimewa, launching dan penyerahan langsung SK Program Studi Profesi Guru Agama oleh Dirjen Kementerian Agama. Ini adalah amanah besar negara kepada UMI,” ujar beliau.

Hambali menekankan pentingnya prodi PPGA bagi masyarakat dan generasi masa depan. Ia menegaskan: “Kita ingin melahirkan guru agama yang bukan hanya pintar mengajar, tetapi menjadi teladan, menjadi penjaga akhlak, penjaga nilai, dan penjaga persatuan generasi bangsa,” tuturnya.

Selanjutnya, Rektor menyoroti kebutuhan guru yang modern dan adaptif. Ia berkata: “Kita ingin melahirkan guru yang modern, bijak, adaptif terhadap teknologi, tetapi tetap kokoh dalam nilai keislaman,” tegasnya.

Hambali juga mengingatkan bahwa sebelum menanamkan nilai keagamaan, UMI telah memperkuat fondasi spiritual di lingkungan kampus. Ia menjelaskan: “Inilah salah satu kekhasan UMI, bahwa sebelum mahasiswa mengejar dunia, mereka diajar lebih dulu mengenal dirinya, mengenal Tuhannya, dan mengenal agamanya,” ujarnya.

Di sisi lain, Amien Suyitno menilai peluncuran prodi PPGA sejalan dengan konsep Kurikulum Berbasis Cinta dan program “Kami Peduli Karakter” yang terus didorong Kementerian Agama. Ia menyatakan: “Filosofi kurikulum berbasis cinta itu mengembalikan mandat pendidikan ke asal-usulnya, ke fitrahnya. Semua pendidikan harus berbasis kasih sayang. Tidak boleh ada bullying, tidak boleh ada kekerasan,” tutur Amien.

Amien menegaskan bahwa kehadiran PPGA menunjukkan kesiapan UMI melahirkan guru agama yang berkualitas. Ia menilai: “UMI memiliki kapasitas yang mumpuni dalam mencetak guru agama yang kompeten dan berintegritas untuk generasi masa depan yang lebih berkarakter dan berakhlak. Kami sangat yakin dan percaya UMI lebih dari mampu mengawal prodi ini agar semakin lebih baik, terutama dalam menjaga keilmuan Islam,” tutupnya.

Dengan peluncuran PPGA, UMI memperkuat peranannya sebagai lembaga pendidikan yang menyeimbangkan kecerdasan intelektual dengan pembinaan spiritual dan akhlak. Program ini diharapkan menghasilkan guru-guru yang mampu menggabungkan teknologi modern dengan nilai-nilai keislaman, sehingga dapat membimbing generasi muda menuju masa depan yang lebih berkarakter.

UMIPPGAGuru AgamaKementerian AgamaTeknologiKurikulum Berbasis CintaAkhlak

Komentar

Memuat komentar...