Upacara Penyucian Keris Pusaka di Museum Semarajaya Klungkung

Vera T. · 1 min baca · 1 bulan lalu · 77 dibaca
Bisik.id
Upacara Penyucian Keris Pusaka di Museum Semarajaya Klungkung

Gambar atau konten salah?

Klungkung – Pada Sabtu, 18 April 2026, Dinas Kebudayaan Klungkung menggelar upacara penyucian keris pusaka di Museum Semarajaya. Upacara ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Tumpek Landep. Selain keris, benda tajam lain yang terbuat dari logam juga disucikan.

Musium ini memiliki sekitar 300 koleksi. Keris-keris pusaka yang dipajang berasal dari era pasca‑kemerdekaan. Senjata tajam yang dipakai pada masa raja‑raja kolonial umumnya berada di National Museum dan Balinese Museum.

“Yang ada di foto ini aslinya ada di Museum Nasional,” terang Kepala Unit Pelaksana Tugas Daerah (UPTD) Museum Semarajaya Klungkung, Cokorda Gde Nala Rukmaja. Ia menegaskan bahwa perayaan Tumpek Landep diharapkan dapat mendekatkan generasi muda pada budaya. “Tumpak landep itu bermakna ketajaman pikiran. Landep artinya tajam. Sehingga kita berharap generasi muda kita berpikir untuk bagaimana menjaga warisan leluhur,” ujarnya.

Rukmaja juga berupaya meningkatkan kunjungan, khususnya kalangan remaja, dengan menjadwalkan kunjungan siswa ke museum. Ia menambahkan, “Ada penyesuaian yang kami lakukan untuk menghilangkan stigma museum itu menyeramkan. Jadi sekarang kami juga memajang karya‑karya seni masyarakat yang bisa dinikmati oleh pengunjung.”

Menurut data terbaru, museum kini menerima sekitar 3 ribu orang per hari.

Perayaan penyucian dan perubahan tata letak museum mencerminkan upaya melestarikan warisan budaya sambil menarik minat generasi muda.

KlungkungPenyucian KerisMuseum SemarajayaTumpek Landepgenerasi mudawarisan budayakunjungan museumCokorda Gde Nala Rukmaja

Komentar

Memuat komentar...