Upacara Penyucian Keris Pusaka di Museum Semarajaya Klungkung
Gambar atau konten salah?
Klungkung – Pada Sabtu, 18 April 2026, Dinas Kebudayaan Klungkung menggelar upacara penyucian keris pusaka di Museum Semarajaya. Upacara ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Tumpek Landep. Selain keris, benda tajam lain yang terbuat dari logam juga disucikan.
Musium ini memiliki sekitar 300 koleksi. Keris-keris pusaka yang dipajang berasal dari era pasca‑kemerdekaan. Senjata tajam yang dipakai pada masa raja‑raja kolonial umumnya berada di National Museum dan Balinese Museum.
“Yang ada di foto ini aslinya ada di Museum Nasional,” terang Kepala Unit Pelaksana Tugas Daerah (UPTD) Museum Semarajaya Klungkung, Cokorda Gde Nala Rukmaja. Ia menegaskan bahwa perayaan Tumpek Landep diharapkan dapat mendekatkan generasi muda pada budaya. “Tumpak landep itu bermakna ketajaman pikiran. Landep artinya tajam. Sehingga kita berharap generasi muda kita berpikir untuk bagaimana menjaga warisan leluhur,” ujarnya.
Rukmaja juga berupaya meningkatkan kunjungan, khususnya kalangan remaja, dengan menjadwalkan kunjungan siswa ke museum. Ia menambahkan, “Ada penyesuaian yang kami lakukan untuk menghilangkan stigma museum itu menyeramkan. Jadi sekarang kami juga memajang karya‑karya seni masyarakat yang bisa dinikmati oleh pengunjung.”
Menurut data terbaru, museum kini menerima sekitar 3 ribu orang per hari.
Perayaan penyucian dan perubahan tata letak museum mencerminkan upaya melestarikan warisan budaya sambil menarik minat generasi muda.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Penurunan Wisnus Bali 4,14% Tahun Ini, 2,03% Bulanan
SIM Keliling Kembali Operasi di Badung dan Buleleng Pusat
Cuaca cerah berawan Bali, hujan ringan Badung Denpasar
Kamis 04 Juni 2026: Hari Ala Ayuning Dewasa, Waktu Lahan
Badung Bangun Tempat Penampungan Sampah B3 di Mengwitani
SMPN 5 Pupuan, Disdik Tabanan Atasi Rendahnya Siswa
Berita Terbaru
Kobra Jawa Didampingi Relawan Dilepas dari Rumah di Klaten
Mourinho Setuju Kembali ke Real Madrid jika Perez Terpilih
IHSG menutup di zona negatif, turun 4,11%; global merosot
Sumsel Hormati Keputusan Presiden Makan Bergizi Gratis
Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir TJU
Bandara Adisutjipto Tak Perlu Direaktivasi, YIA Cukup
Scammer Solo Baru Target Warga AS, Polda Jawa Tengah
