Urutan Lengkap Ibadah Haji: Dari Ihram hingga Tawaf Wada

Dwi H. · 3 min baca · 3 bulan lalu · 114 dibaca
Bisik.id
Urutan Lengkap Ibadah Haji: Dari Ihram hingga Tawaf Wada

Gambar atau konten salah?

Ibadah haji adalah rukun Islam kelima yang wajib dilaksanakan bagi muslim yang mampu secara fisik maupun finansial. Al‑Qur’an menegaskan hal ini di Surah Ali‑Imran ayat 97: “Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu bagi orang yang mampu melakukan perjalanan ke Baitullah…”

Secara sederhana, rangkaian haji dimulai dari ihram, dilanjutkan wukuf di Arafah, hingga ditutup dengan tawaf wada. Namun di balik itu, terdapat sejumlah tahapan rinci yang tidak boleh terlewat. Untuk membantu jemaah, berikut urutan ibadah haji lengkap dari awal sampai akhir.

1. Ihram dari Miqat yang Telah Ditentukan

Ihram adalah niat memasuki ibadah haji yang dimulai di miqat, tempat yang telah ditetapkan. Tahap pertama meliputi:

  • Mandi sunah
  • Wudu sebelum berihram
  • Memakai pakaian ihram
  • Salat sunnah ihram dua rakaat
  • Mengucapkan niat haji
  • Menuju Arafah sambil membaca talbiyah

Setiap langkah ini penting agar ibadah sah.

2. Wukuf di Arafah

Wukuf di Arafah terjadi pada 9 Dzulhijjah. Pada saat itu, jemaah melakukan amalan berikut:

  • Salat Zuhur dan Asar yang diqasar serta dijamak
  • Mendengarkan khutbah wukuf
  • Berzikir dan berdoa banyak
  • Membaca Al‑Qur’an

Wukuf dianggap puncak ibadah haji.

3. Mabit di Muzdalifah

Setelah wukuf, jemaah bergerak menuju Muzdalifah untuk bermalam. Di sana, mereka mengumpulkan batu kerikil yang akan digunakan untuk melontar jamrah di Mina. Mabit di Muzdalifah berlangsung hingga subuh. Pada malam tersebut, jemaah beristirahat sejenak sambil memperbanyak zikir dan doa.

4. Melontar Jamrah Aqabah

Di 10 Dzulhijjah, jemaah menuju Mina dan melemparkan tujuh batu kerikil ke arah jamrah aqabah. Tindakan ini menandakan penolakan terhadap godaan setan, mengingat kisah Nabi Ibrahim.

5. Tahallul Awal

Setelah melontar jamrah, jemaah melakukan tahallul awal, yaitu mencukur atau memotong sebagian rambut. Tahallul ini menandai berakhirnya larangan ihram. Pada tahap ini, jemaah boleh melakukan hal-hal yang dilarang saat ihram, kecuali akad nikah, bercumbu dengan syahwat, dan jimak.

6. Tawaf Ifadhah

Tawaf ifadhah dilaksanakan pada 10 Dzulhijjah, setelah melontar jamrah dan tahallul awal. Ini adalah salah satu rukun haji wajib. Jemaah mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali di Masjidil Haram.

7. Sai

Sai merupakan rukun haji yang dilakukan setelah tawaf ifadhah. Jemaah berlari kecil tujuh kali bolak‑balik antara bukit Shafa dan Marwah di dalam Masjidil Haram. Perjalanan ini memerlukan pakaian ihram dan suci. Jarak antara Shafa dan Marwah sekitar 450 meter, dan jemaah harus melakukannya tujuh kali bolak‑balik.

8. Tahallul Kedua

Setelah menyelesaikan sai, jemaah melakukan tahallul kedua. Pada tahap ini, jemaah bebas dari semua larangan ihram, termasuk berhubungan suami‑istri.

9. Mabit di Mina

Setelah tahallul, jemaah kembali ke Mina untuk bermalam selama beberapa hari. Selama mabit di Mina, jemaah melontar ketiga jamrah—ula, wusta, dan aqabah—setiap harinya dengan tujuh lemparan batu kerikil. Melontar jamrah ini berlangsung selama tiga hari berturut‑turut pada 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.

10. Tawaf Wada

Tawaf wada adalah perpisahan terakhir. Jemaah mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali di Masjidil Haram sebelum meninggalkan Makkah. Tawaf ini menandai akhir perjalanan ibadah haji.

Dengan memahami urutan ini secara utuh, jemaah dapat beribadah lebih khusyuk, tenang, dan sesuai syariat. Setiap tahapan memiliki makna dan waktu pelaksanaan yang tidak boleh ditukar. Menjalankan rangkaian haji secara tertib memastikan ibadah sah dan berjalan lancar.

Haji bukan sekadar perjalanan fisik ke Tanah Suci, melainkan rangkaian ibadah yang harus dilakukan secara tertib dan sesuai tuntunan. Memahami alur ibadah membantu jemaah beribadah lebih khusyuk, tenang, dan sesuai syariat.

HajiIhramWukufJamrahTawafSaiTahallulMina

Komentar

Memuat komentar...