Utang Pemerintah Naik 282,52 Triliun, Mayoritas SBN 2026
Gambar atau konten salah?
Rp 9.920,42 triliun adalah total utang pemerintah pada akhir 31 Maret 2026. Jumlah ini naik Rp 282,52 triliun dibandingkan 31 Desember 2025, ketika utang berada di Rp 9.637,90 triliun.
Nilai tersebut setara 40,75 % terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Meskipun lebih tinggi dari 40,46 % pada akhir Desember 2025, angka ini masih di bawah batas aman 60 % yang ditetapkan Undang‑Undang Keuangan Negara.
Menurut laporan Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, "Pemerintah mengelola utang secara cermat dan terukur untuk mencapai portofolio utang yang optimal dan mendukung pengembangan pasar keuangan domestik," tertulis di situs resmi DJPPR.
Rincian utang menunjukkan dominasi instrumen SBN (Surat Berharga Negara) dengan Rp 8.652,89 triliun atau 87,22 % dari total utang. Sisanya, Rp 1.267,52 triliun atau 12,78 %, berasal dari pinjaman.
Juga diungkapkan, "Komposisi utang pemerintah mayoritas berupa instrumen SBN yang mencapai 87,22 %," jelas DJPPR.
Finance Minister Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa kenaikan utang menandai dampak perlambatan ekonomi pada 2025. Ia menambahkan, "Langkah penambahan utang dilakukan sebagai strategi menjaga stabilitas ekonomi agar tidak terjerumus ke krisis yang lebih dalam."
Di The Tribrata Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Kamis 12 Februari 2026, Purbaya menyatakan, "Ini kan kemarin terpaksa karena ada perlambatan signifikan. Pilihannya yang mana? Ke kondisi seperti 1998 atau meningkatkan utang sedikit, tetapi ekonomi kita selamat habis itu kita tata ulang semuanya,"
Dengan data ini, pemerintah menegaskan bahwa meski utang meningkat, kebijakan fiskal tetap berada di bawah ambang batas yang diizinkan, dan langkah-langkah penyesuaian akan diambil bila kondisi ekonomi memerlukan. Utang yang terukur dan terstruktur menjadi bagian penting dalam menjaga kestabilan ekonomi nasional.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Debat Akhir HIPMI 2026: Kandidat BPP Bersaing Pasar Modal
PINDEX 2026: Pertamina Patra Niaga Pamer Teknologi Energi
IHSG Turun 4,15% Menembus Support 5.735, Investor Khawatir
Harga Emas Antam 24K Turun Rp15.000 per Gram di Bursa
Rupiah Tertekan, Dolar Naik, BI Terapkan Threshold Valas
IHSG Turun 1,46% di Pagi, Masuk Zona Merah, Menurunkan 86 Poin
Berita Terbaru
Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK, Ternyata Miliki Aset Berlimpah
Santerra De Laponte: Tujuan Foto Keluarga di Pujon Malang
Enam Pemancing Diselamatkan Setelah Perahu Terbalik Buleleng
Bernardo Silva: Barcelona & Atlético bersaing keputusan 2026
Debat Akhir HIPMI 2026: Kandidat BPP Bersaing Pasar Modal
Kari Minang Depok, Gyudon Jakarta, Diet Rendah Sodium Jadi Tren
Mourinho Jadi Pelatih Real Madrid, Bek Konate & Dumfries
