Uzbekistan Kunjungi Makam Maulana Malik Ibrahim di Gresik

Eko P. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 54 dibaca
Bisik.id
Uzbekistan Kunjungi Makam Maulana Malik Ibrahim di Gresik

Gambar atau konten salah?

Gresik, 05 April 2026 – Rombongan Duta Besar Uzbekistan untuk Indonesia melakukan ziarah ke Makam Maulana Malik Ibrahim di Gresik. Selama kunjungan, rombongan didampingi langsung oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani.

Perjalanan ini dimaksudkan sebagai langkah mempererat hubungan sejarah, budaya, dan spiritual antara Indonesia dan Uzbekistan. Selain itu, kunjungan ini membuka peluang kerja sama di bidang ziarah religi, pertukaran keilmuan Islam, serta pengembangan ekonomi.

Bupati Yani menyambut baik kunjungan tersebut. Ia berkata, “Kami menyambut baik kunjungan ini dan berharap Gresik semakin dikenal sebagai tujuan ziarah religi dunia.”

Selama kunjungan, Bupati Yani juga memperkenalkan kuliner khas Gresik kepada rombongan Uzbekistan. Ia menampilkan nasi krawu, pudak, dan minuman tradisional legen, sebagai bagian dari promosi kekayaan budaya lokal.

Rofi Eka Shanty, perwakilan International Relations Imam Bukhari Center yang menjembatani kerja sama Indonesia‑Uzbekistan, menjelaskan tujuan kunjungan. Ia menyatakan, “Hari ini kami mendampingi Gubernur Samarkand untuk bertemu dengan Bupati Gresik dalam rangka menyambungkan sanad antara Maulana Malik Ibrahim dengan Bahauddin Sogarji (Shaghir), yang makamnya berada di Samarkand.”

Rofi menambahkan bahwa kunjungan ini menjadi tonggak penting karena untuk pertama kalinya terdapat pengakuan internasional terhadap silsilah dan sejarah Maulana Malik Ibrahim. Ia juga menyoroti keterkaitan dengan tokoh-tokoh besar Islam lain, seperti Sunan Ampel, Syekh Jumadil Kubro, dan Ibrahim As‑Samarqandi, yang memiliki hubungan langsung dengan Syekh As‑Sogarji (Shaghir) di Uzbekistan.

Sebagai bentuk penguatan kajian sejarah, rombongan Uzbekistan menyerahkan sebuah buku yang memuat silsilah tersebut kepada Pemerintah Kabupaten Gresik. Buku tersebut tersedia dalam bahasa Uzbek dan sedang dalam proses penerjemahan ke bahasa Inggris dan Indonesia.

Rofi menegaskan harapannya, “Harapannya, dengan adanya hubungan saudara ini, masyarakat Gresik dapat berkunjung ke Uzbekistan. Begitu juga sebaliknya, Uzbekistan dapat turut berkontribusi dalam revitalisasi serta memperkaya khazanah keilmuan dan pemahaman sejarah para Wali.”

Di pertemuan hangat tersebut, juga dibahas potensi kerja sama ekonomi antara Gresik dan Samarkand. Gubernur Samarkand, Adiz Muzafarovich Boboyev, menunjukkan ketertarikan terhadap potensi manufaktur Gresik, khususnya dalam pengolahan tembaga dan emas yang selama ini menjadi komoditas ekspor.

Gubernur Samarkand bahkan mengundang Bupati Gresik untuk berkunjung ke Samarkand. Undangan tersebut tidak hanya dimaksudkan untuk ziarah ke leluhur Maulana Malik Ibrahim, tetapi juga untuk membuka peluang kerja sama yang lebih luas.

Kunjungan ini diharapkan dapat melibatkan para pelaku usaha dan industri dari Gresik guna menjajaki kolaborasi serta pertukaran informasi terkait potensi kedua wilayah.

Delegasi yang hadir terdiri dari Duta Besar Uzbekistan untuk Indonesia, Oybek Eshonov; Gubernur Samarkand, Adiz Muzafarovich Boboyev; Wakil Gubernur Samarkand, Rustam Kobilov; serta pengelola Makam Rukhabad di Samarkand, tempat dimakamkannya ayah Maulana Malik Ibrahim.

Beberapa perwakilan travel agency dari Uzbekistan juga hadir. Mereka tengah menjajaki peluang kerja sama dengan operator umrah dan pariwisata di Indonesia, dengan harapan dapat membuka jalur kunjungan dua arah antara kedua negara.

Kunjungan ini tidak hanya menjadi simbol penguatan hubungan bilateral, tetapi juga membuka peluang besar dalam pengembangan wisata religi dan pertukaran keilmuan antara Gresik dan Samarkand. Peristiwa ini menandai langkah konkret dalam mempererat ikatan sejarah dan budaya, sekaligus membuka pintu bagi kolaborasi ekonomi yang dapat menguntungkan kedua belah pihak.

Makam Maulana Malik IbrahimGresikUzbekistanZiarah religiKerja sama ekonomiManufaktur tembagaKeilmuan Islam

Komentar

Memuat komentar...