Vance: UFO Itu Iblis, Bukan Alien, Dijanjikan Penyelidikan

Ani R. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 51 dibaca
Bisik.id
Vance: UFO Itu Iblis, Bukan Alien, Dijanjikan Penyelidikan

Gambar atau konten salah?

Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance mengungkap pandangannya tentang penampakan UFO yang sering dilaporkan di langit. Ia menegaskan bahwa fenomena tersebut bukanlah kunjungan alien, melainkan sesuatu yang lebih gelap.

Wacana ini muncul setelah Presiden Donald Trump mengumumkan rencana rilis dokumen terkait UFO. Dalam sebuah wawancara yang dipandu oleh Benny Johnson, seorang influencer sayap kanan, Vance menjawab pertanyaan tentang kemungkinan publikasi dokumen tersebut.

"Kami sedang mengerjakannya," jelas Vance, kutipan yang diambil dari Gizmodo pada Selasa, 31 Maret 2026. Ia melanjutkan, "Lucunya, ketika saya mulai, saya terobsesi dengan berkas UFO, lalu saya mulai sibuk mengkhawatirkan ekonomi dan keamanan nasional dan hal-hal seperti itu. Tapi saya masih punya tiga tahun lagi sebagai wakil presiden. Saya akan menyelidiki berkas UFO sampai tuntas,"

Johnson menanyakan apakah Vance pernah membuka dokumen UFO. Vance menolak, menyatakan tidak pernah. Ia juga mengungkapkan rencana kunjungan ke Area 51, pusat teori konspirasi tentang UFO dan alien. Namun, jadwalnya tidak memungkinkan.

Selama percakapan, Vance menekankan rasa ingin tahunya yang lebih besar dari siapa pun. Ia berjanji akan menyelidiki topik tersebut sebelum masa jabatannya berakhir. Namun, pembicaraan tiba-tiba berubah arah.

Tanpa diminta, Vance bersikeras bahwa penampakan UFO adalah iblis, bukan alien. Ia berkata, "Saya pikir mereka iblis. Maksud saya, di setiap agama besar di dunia, termasuk Kristen, agama yang saya yakini, memahami bahwa ada banyak hal aneh di luar sana dan ada hal-hal yang sulit dijelaskan," dan menambahkan, "Dan secara saya alami, ketika saya mendengar tentang fenomena di luar nalar, saya merujuk pada pemahaman Kristen bahwa ada banyak kebaikan di luar sana, tapi ada juga kejahatan di luar sana."

Keputusan Trump untuk merilis dokumen UFO didorong oleh ketertarikan publik. Klaim mantan Presiden Barack Obama yang mengatakan bahwa alien memang nyata, meski belum pernah melihatnya secara langsung, memicu perdebatan. Obama kemudian mengklarifikasi bahwa ia tidak pernah menemukan bukti kontak manusia dengan alien selama masa kepemimpinannya. Ia menegaskan bahwa secara statistik kemungkinan ada kehidupan lain di luar sana, mengingat luasnya alam semesta yang belum banyak dijelajahi.

Perbincangan ini menyoroti ketegangan antara kebijakan pemerintah dan pandangan pribadi pejabat tinggi. Sementara Vance menegaskan keinginannya untuk menyelidiki UFO, ia juga menegaskan bahwa ia melihatnya sebagai ancaman spiritual.

Ketika masa jabatan Vance masih tiga tahun, publik menantikan apakah dokumen UFO akan segera dipublikasikan. Sementara itu, pernyataan tentang iblis menambah lapisan kontroversi pada topik yang sudah cukup rumit.

Keputusan pemerintah untuk mengungkap dokumen UFO mencerminkan ketertarikan publik yang terus tumbuh. Sementara itu, pandangan Vance menambah nuansa baru pada diskusi tentang kepercayaan, keamanan nasional, dan eksistensi makhluk luar bumi.

Wakil Presiden JD VanceUFOArea 51Dokumen UFOIblisDonald TrumpKeamanan NasionalKepercayaan Kristen

Komentar

Memuat komentar...