Varietas Baru Golden Analagi Semoga Selamatkan Apel Kota Batu

Iwan D. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 62 dibaca
Bisik.id
Varietas Baru Golden Analagi Semoga Selamatkan Apel Kota Batu

Gambar atau konten salah?

Apel telah lama menjadi simbol khas Kota Batu, namun kondisi budidaya buah ini kini semakin menurun. Data dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan‑KP) menunjukkan bahwa luas lahan apel di kota ini terus berkurang setiap tahunnya. Pada tahun 2022, lahan apel mencapai 1.092 hektar. Tahun berikutnya, angka tersebut menurun menjadi 823,33 hektar, dan pada tahun 2024 hanya tersisa 740,07 hektar.

Penurunan luas lahan ini berdampak langsung pada hasil panen. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batu mencatat bahwa pada tahun 2023, hasil apel mencapai 218.622 kuintal, sedangkan pada tahun 2024 hanya 140.285 kuintal. Jika dibandingkan dengan 2022, ketika produksi mencapai 299.963 kuintal, penurunan totalnya mencapai 159.678 kuintal.

Menurut Kepala Distan‑KP Kota Batu, Hendry Suseno, kondisi apel memang semakin memburuk. “Jadi zaman kejayaan apel pada tahun 1980 itu lahan apel tersebar di tiga Kecamatan yakni Junrejo, Batu dan Bumiaji. Nah, sekarang ini hanya di Kecamatan Bumiaji,” kata Hendry, 25 Mei 2026. Ia menambahkan bahwa banyak faktor memicu penyusutan lahan, mulai dari kondisi agroklimatologi, kerusakan tanah akibat penggunaan pupuk kimia, hingga penyakit serta biaya operasional yang tinggi.

Akibatnya, banyak petani memilih untuk beralih ke komoditas lain yang lebih menguntungkan. “Tingginya operasional yang dikeluarkan, akhirnya para petani banyak beralih ke komoditi lain gitu loh. Sayur-sayur sama buah yang lain, misalnya sayur dan jeruk, bahkan alpukat,” terang Hendry. Beberapa petani bahkan menjual lahan mereka, yang kemudian diubah menjadi properti atau kafe.

Di tengah krisis ini, seorang petani bernama Rudy Mardiyanto berusaha memberikan harapan baru dengan varietas apel “Golden Analagi”. Varietas ini merupakan hasil persilangan antara Apel Anna dan Apel Manalagi. Penelitian menunjukkan bahwa buahnya memiliki rasa dan tekstur yang lebih unggul dibandingkan pendahulunya. Selain itu, pohon Golden Analagi dikatakan lebih adaptif terhadap fluktuasi cuaca ekstrem dan lebih tahan terhadap penyakit.

Hendry menyambut baik penelitian tersebut, namun menekankan perlunya uji lebih lanjut. “Karena pohon induknya itu baru satu. Jadi perlu diperbanyak dan dicoba di daerah dengan suhu dan ketinggian yang berbeda supaya bisa diketahui apakah varietas baru ini bisa ditanam dimana saja atau tidak,” jelas Hendry. Ia juga menambahkan bahwa setelah jumlah contoh cukup banyak, hasil akan ditinjau bersama kementerian sebelum varietas baru dapat dilepaskan secara resmi. “Setelah sudah banyak, nanti kita tinjau bareng dengan kementerian, baru ada pelepasan varietas baru. Kalau bicara soal rasa memang enak, renyah, lebih manis, terus ada asamnya juga,” sambungnya.

Hendry menegaskan komitmen pemerintah untuk melestarikan apel Kota Batu. “Kita tetap intens. Intens artinya fokus di mana apel ini yang merupakan ciri spesifik Kota Batu jangan sampai punah,” tegas Hendry. Untuk mewujudkan hal tersebut, Distan‑KP terus membuka ruang komunikasi dengan petani di lapangan. Semua bentuk pembaruan informasi teknologi, mitigasi serangan hama dan penyakit, serta pemecahan masalah rantai pasok apel dipantau secara berkala.

Namun, Hendry menyadari bahwa upaya ini tidak bisa dilakukan sendiri. “Kita aktif berkomunikasi dan berdiskusi dengan BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional), terus dengan universitas juga kita berkomunikasi. Karena ini tugas bersama; tugas Dinas Pertanian, tugas Kota Batu, dan juga para peneliti. Bagaimana agar apel ini nantinya bisa bersaing dengan apel‑apel dari luar,” tandasnya. Ia menekankan perlunya kolaborasi multisektoral untuk menghadapi gempuran pasar buah impor.

Secara keseluruhan, kondisi apel Kota Batu menampilkan gambaran yang kompleks. Penurunan luas lahan dan hasil panen menunjukkan tantangan serius bagi petani lokal. Di sisi lain, inovasi varietas baru seperti Golden Analagi memberikan sinyal bahwa ada potensi penyelamatan, asalkan dukungan teknis, regulasi, dan pasar dapat diatur dengan baik.

apel Kota Batupenurunan luas lahanGolden Analagipetani beralih komoditasDinas Pertanian dan Ketahanan Pangankerusakan tanah akibat pupuk kimiamitigasi hama dan penyakitpasar impor buah

Komentar

Memuat komentar...