Video Anak Punk Menabrak Mobil Viral di Pekalongan Malam

Ningsih R. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 64 dibaca
Bisik.id
Video Anak Punk Menabrak Mobil Viral di Pekalongan Malam

Gambar atau konten salah?

Video berdurasi 19 detik menunjukkan seorang anak punk menabrakkan diri ke mobil menjadi viral di media sosial. Rekaman tersebut, yang diunggah oleh akun Instagram pekalonganinfo, sudah ditonton lebih dari 108 ribu kali dalam enam jam sejak diposting.

Video itu menampilkan aksi yang terjadi di perempatan lampu lalu lintas Podo, Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, pada 24 April 2026 dini hari sekitar pukul 01:44 WIB. Seorang pengendara mobil yang melaju dari arah selatan ke utara sempat dihadang oleh anak punk tersebut ketika kendaraan berhenti di lampu merah. Situasi memuncak ketika anak punk itu nekat naik ke kap mobil. Pengendara berhasil menghindar dan melanjutkan perjalanan, sehingga terhindar dari aksi yang lebih berbahaya.

Menurut narasi yang disertakan di postingan, “Aktivitas anak punk di perempatan Alfamart Podo kembali menjadi sorotan setelah kejadian pada Jumat dini hari (24/04/26) sekitar pukul 01.44 WIB. Seorang pengendara mobil mengalami insiden saat melintas di lokasi tersebut. Pengendara mobil yang melaju dari arah selatan ke utara sempat dihadang oleh anak punk saat berada di lampu merah. Situasi semakin tegang ketika anak punk tersebut nekat naik ke kap mobil. Pengendara berhasil menghindar dan melanjutkan perjalanan, sehingga terhindar dari aksi yang lebih berbahaya. Menurut informasi dari pengendara, ia sempat melihat anak punk lain yang diduga memalak pengendara lainnya,” tulisnya.

Polisi Polsek Kedungwuni menindaklanjuti video viral tersebut dengan melakukan pengecekan langsung ke lokasi pada 25 April 2026 sekitar pukul 14:30 WIB. Kapolsek Kedungwuni, Iptu Amin, menyampaikan bahwa petugas menemukan tiga orang anak punk yang sedang mengamen di sekitar TL Podo.

Hasil pengecekan, “tiga anak punk tersebut bukan warga Kedungwuni, melainkan berasal dari Desa Sijeruk, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan,” ujarnya. Setelah ditunjukkan video yang viral, ketiga anak punk tersebut mengaku tidak berada di lokasi saat kejadian berlangsung. Meski demikian, “kami tetap memberikan pembinaan dan imbauan agar tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” kata Amin. Polisi juga mengingatkan agar aktivitas di jalan raya tidak mengganggu ketertiban umum serta keselamatan bersama.

Ia menegaskan, “Kami akan terus melakukan pemantauan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. Patroli malam akan kita tingkatkan terutama di jam-jam tertentu,” ungkapnya. Amin mengimbau para pengendara untuk tetap waspada, terutama di jam-jam rawan, dan segera melaporkan kepada pihak berwajib jika menemukan aktivitas mencurigakan di jalan. “Kami siap menerima laporan dan aduan baik datang langsung ke kantor polisi maupun melalui call center 110,” tambahnya. Pihaknya menegaskan tidak akan mentolerir segala bentuk aktivitas yang dapat mengganggu ketertiban umum, apalagi yang berpotensi membahayakan keselamatan di jalan raya.

Kasus ini menyoroti pentingnya kewaspadaan di jalan raya, terutama di perempatan yang seringkali menjadi tempat pertemuan antara kendaraan dan pejalan kaki. Aksi anak punk yang menabrakkan diri ke mobil tidak hanya menimbulkan risiko bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi pengendara lain. Kejadian ini menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa keamanan di jalan tidak boleh dianggap remeh, dan setiap pelanggaran kecil dapat berakibat fatal jika tidak segera ditangani.

video viralanak punkperempatan PodoPekalonganpolisimobiljalan raya

Komentar

Memuat komentar...