Video Buaya Besar di Mangrove Surabaya Mengundang Kekhawatiran

Rini S. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 76 dibaca
Bisik.id
Video Buaya Besar di Mangrove Surabaya Mengundang Kekhawatiran

Gambar atau konten salah?

Di kawasan mangrove Surabaya, rekaman video yang menampilkan seekor buaya muncul di permukaan air menjadi viral di media sosial pada Senin, 13 April 2026.

Video tersebut diambil oleh seorang pemancing yang sedang berada di Dusun Wonorejo, tepat di bawah jembatan semanggi. Perekam menyorot buaya yang melintas di perairan mangrove, sekaligus menampilkan jejak kaki buaya berukuran besar di sekitar lokasi.

“Ya ini dokumentasi tentang jejak kaki buaya. Lokasi di Dusun Wonorejo, di bawah jembatan semanggi,” jelas perekam dalam unggahannya melalui akun TikTok @syams.fishing.

Di akhir rekaman, terlihat buaya berukuran besar melintas di perairan mangrove. Jejak kaki yang ditemukan bahkan disebut memiliki ukuran sekitar dua kali lipat kaki manusia. Penemuan ini menimbulkan kekhawatiran karena kawasan tersebut sering dikunjungi warga untuk memancing dan berwisata.

Beberapa warganet berpendapat bahwa kemunculan buaya masih wajar, mengingat mangrove merupakan habitat alaminya. Namun, pihak Command Center 112 Surabaya menyatakan belum menerima laporan dari warga terkait kemunculan buaya tersebut. Meskipun demikian, petugas memastikan akan tetap melakukan penelusuran untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar di media sosial.

“Habis ini kita coba meluncurkan teman-teman untuk melakukan asesmen di sana,” terang Arif Sunandar, Katinja Ops Kedaruratan BPBD Kota Surabaya. Ia menambahkan, informasi yang viral di media sosial tidak selalu sesuai dengan lokasi sebenarnya, sehingga perlu dilakukan verifikasi langsung di lapangan.

Ia juga menjelaskan bahwa kawasan perairan dari Pintu Air Jagir hingga wilayah muara memang termasuk habitat buaya berdasarkan keterangan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). “Jadi kami nggak mungkin menangkap, mereka juga menyarankan kami untuk kasih himbauan biasanya kepada masyarakat. Sosialisasi kalau ada buaya untuk dijauhi, terus gak boleh bermain, gak boleh mancing, gak boleh berenang dan sebagainya. Termasuk kami biasanya buatkan papan himbauan di lokasi itu,” tambahnya.

Petugas BPBD akan melakukan evakuasi apabila buaya ditemukan di lingkungan warga dan akan dilaporkan ke pihak terkait. “Kecuali kalau misalnya laporan dari masyarakat, ada beberapa waktu yang lalu ada buaya di rumah, dia ngerawat buaya ternyata, habis itu dia nggak bisa ngasih makan, dia takut dan sebagainya. Kita evakuasi, kita kondisikan, kita bawa ke BKSDA,” pungkasnya.

Kasus ini menyoroti pentingnya verifikasi lapangan dan kerja sama antara petugas penegakan hukum, lembaga konservasi, dan masyarakat. Dengan langkah-langkah yang tepat, risiko konflik antara manusia dan buaya dapat diminimalisir, sementara habitat alami tetap terjaga.

BuayaMangrove SurabayaDusun WonorejoTikTokBPBDBKSDAVerifikasi lapangan

Komentar

Memuat komentar...