Video Cerdas Cermat Ocha Viral, MPR Evaluasi Penilaian

Rini S. · 3 min baca · 22 hari lalu · 42 dibaca
Bisik.id
Video Cerdas Cermat Ocha Viral, MPR Evaluasi Penilaian

Gambar atau konten salah?

Peserta Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI, Josepha Alexandra atau Ocha, tak menyangka videonya menjadi viral dan mendapat atensi besar masyarakat.

Siswi SMAN 1 Pontianak itu mengaku ingin lebih berkembang di masa mendatang. “Dari saya dan tim berterima kasih kepada masyarakat atas dukungan dan aspirasi positifnya kepada kami. Semoga hal ini dapat menjadi semangat dan motivasi kami untuk berkembang dan maju lagi ke depannya,” ujar Ocha ditemui di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (13 Mei 2026). Ocha berada di Jakarta setelah memenuhi undangan dari Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy.

Ocha mengaku kaget video cerdas cermatnya viral. Dia tidak menyangka atensi yang diberikan masyarakat kepadanya sangat besar. “Saya dan tim sebenarnya tidak menyangka bahwa atensinya bisa sebesar ini dan video yang tersebar juga booming,” katanya.

Di kesempatan yang sama, Rifqinizamy Karsayuda juga mengapresiasi kemampuan para peserta LCC MPR dari SMAN 1 Pontianak. Sebagai alumni dari SMA tersebut, Rifqi menekankan para peserta yang masih remaja tersebut harus dilindungi secara psikologis. “Saya kira saya terkejut melihat kemampuan komunikasi adik-adik saya. Ini kan kalau saya dulu berarti kelas I, kelas II SMA. Waktu itu saya memimpin OSIS di SMA ini nggak sebagus ini kemampuan komunikasi saya,” ujar Rifqi. “Yang tidak kalah penting kita juga harus sadar mereka adalah remaja yang secara psikologi harus kita proteksi,” sambungnya.

Video yang beredar menunjukkan bahwa pada Senin (11 Mei 2026), juri memberi nilai berbeda terhadap jawaban yang sama dari peserta. Dalam lomba itu, Grup C dari SMAN 1 Pontianak mendapat nilai minus lima untuk jawaban terkait proses pemilihan anggota BPK. Namun jawaban serupa yang disampaikan Grup B dari SMAN 1 Sambas justru diberi nilai 10 oleh juri yang sama, yakni Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI Dyastasita. Peserta Grup C sempat memprotes lantaran merasa jawaban mereka sama. Namun juri menyatakan jawaban Grup C tidak menyebut Dewan Perwakilan Daerah (DPD) secara jelas.

MPR juga telah menonaktifkan dewan juri dan MC pada acara cerdas cermat itu. MPR akan mengevaluasi kegiatan tersebut secara menyeluruh. “Terkait ramainya pemberitaan di media sosial tentang LCC Empat Pilar 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat, mengenai penilaian jawaban peserta pada salah satu sesi lomba, panitia pelaksana dari Sekretariat Jenderal MPR RI telah menonaktifkan dewan juri dan MC pada kegiatan LCC ini,” demikian keterangan MPR dalam akun Instagram resminya, Selasa (12 Mei 2026).

Video tersebut menampilkan kehebohan di media sosial, di mana beberapa orang menganggap pembicara dalam lomba tersebut bermasalah. Namun, pihak MPR menegaskan bahwa proses evaluasi masih berlangsung dan keputusan akhir akan diumumkan setelah peninjauan lengkap.

Ocha, yang masih muda, menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap kompetisi. Ia berharap pengalaman ini dapat membuka lebih banyak peluang bagi dirinya dan teman-temannya. Sementara Rifqinizamy menekankan pentingnya perlindungan psikologis bagi peserta remaja, menyoroti bahwa kemampuan komunikasi yang ditunjukkan Ocha dan rekan-rekannya lebih baik daripada yang pernah ia alami sendiri.

Dengan adanya penilaian yang tidak konsisten dan tindakan MPR menonaktifkan juri serta MC, situasi ini menyoroti perlunya standar penilaian yang lebih transparan dan adil bagi kompetisi cerdas cermat tingkat provinsi. Keterlibatan peserta remaja dalam kompetisi semacam ini tetap menjadi hal positif, namun perlindungan dan kejelasan prosedur harus menjadi prioritas agar kepercayaan publik tetap terjaga.

Cerdas CermatMPR RIOchavideo viralpenilaian tidak konsistenproteksi psikologiskompetisi remajatransparansi evaluasi

Komentar

Memuat komentar...