Video di Terminal Purabaya: Perempuan Minta Telur Tambahan
Gambar atau konten salah?
Terminal Purabaya menjadi sorotan setelah video di media sosial menampilkan seorang perempuan yang menuntut tambahan telur pada mi goreng seharga Rp15 ribu di warung Depot Ilham. Video tersebut menyebar luas, memicu protes dan komentar dari penjual.
Peristiwa terjadi pada Jumat 3 April 2024 sekitar pukul 15.00 WIB. Pelanggan datang bersama suaminya ke stall Depot Ilham, sebuah kios makanan yang terletak di dalam Terminal Purabaya. Ia memesan mi goreng, dua porsi rawon, dan minuman. Saat makanan disajikan, ia mengeluh bahwa mi goreng tidak dilengkapi telur, meski harganya sudah tertera di daftar menu.
Masud (38), penjaga Depot Ilham yang telah bekerja di terminal lebih dari lima tahun, menjelaskan bahwa pelanggan tersebut sudah melihat daftar harga sebelum memesan. Ia menirukan adegan video dengan berkata, “Dia minta mi goreng, ya saya bikinin. Lalu pas datang dia protes ‘ini nggak ada telurnya? Masa mi Rp15 ribu nggak ada telurnya?’”
Masud menegaskan bahwa pada daftar menu tidak ada keterangan telur untuk mi goreng atau mi kuah. Ia menambahkan bahwa jika pelanggan ingin tambahan telur, biasanya mereka menyampaikannya saat memesan. “Biasanya kalau ada pembeli yang ingin tambahan telur disampaikan di awal,” ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa warungnya tidak menyediakan tambahan telur secara default.
Walaupun pelanggan menuduh tidak ada telur, ia tetap membayar makanan yang sudah dipesan. Menurut Masud, pelanggan tersebut “membayar makanan yang sudah dipesan meski sempat mengancam akan memviralkan di media sosial.” Ia menambahkan, “Dia marah-marah mau diviralin, ya silakan. Tapi akhirnya tetap bayar.”
Di video, pelanggan juga mengekspresikan rasa frustrasi dengan membandingkan harga makanan di Surabaya dengan Padang. Ia mengucapkan, “Sesuai harga mi kau yang mana, gak bisa baca. Itu namanya kau ngejebak orang, mi goreng itu rata-rata pakai telur.”
Menurut Masud, daftar menu di Depot Ilham memang mencantumkan harga mi goreng sebesar Rp15 ribu tanpa keterangan telur. Ia menekankan bahwa pelanggan dapat meminta tambahan telur jika diinginkan, namun tidak ada persyaratan otomatis.
Kasus ini menyoroti pentingnya transparansi harga dan komunikasi yang jelas antara penjual dan pelanggan. Meskipun video tersebut menimbulkan kontroversi, pelaku tetap membayar dan menegaskan bahwa tidak ada tambahan telur yang diminta. Sementara itu, pelanggan yang menuntut tambahan telur tidak menuntutnya secara eksplisit, sehingga situasi tetap terpecahkan tanpa konflik lebih lanjut.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Semampir: Mobil Baleno, 8 Jeriken Pertalite Ditemukan
1 Muharram Jadi Puncak Tahun Baru Islam, Sejarah Hijrah
Slamet Santoso: Pemuda Banyuwangi Gabung Sokol Pyrzyce
Telmo Castanheira Berpisah dari Persik Kediri Musim 2025/26
Mihailo Perovic Tinggalkan Persebaya, Tak Lagi Pakai Seragam
Surabaya Pasang Pot Bunga di TPS Liar, Coba Hindari Sampah
Berita Terbaru
Venus & Jupiter Dekat di Langit pada 08–09 Juni 2026
DKI Alokasikan Rp253,6 Miliar untuk 103 Sekolah Swasta
Latihan Pra Operasi Patuh Agung 2026 Fokus ETLE Lalu Lintas
Indonesia Mulai Transisi Ekspor SDA Satu Pintu lewat DSI Pemerintah
Trans7 Bimbing Santri & Mahasiswa Cipta Konten Digital
Job Fair Ciamis 2026: Ribuan Peserta Berharap Pekerjaan
Menteri Keuangan: Rupiah Melemah, Tetap Kelola Nilai
Semampir: Mobil Baleno, 8 Jeriken Pertalite Ditemukan
