Video di Terminal Purabaya: Perempuan Minta Telur Tambahan

Eko P. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 69 dibaca
Bisik.id
Video di Terminal Purabaya: Perempuan Minta Telur Tambahan

Gambar atau konten salah?

Terminal Purabaya menjadi sorotan setelah video di media sosial menampilkan seorang perempuan yang menuntut tambahan telur pada mi goreng seharga Rp15 ribu di warung Depot Ilham. Video tersebut menyebar luas, memicu protes dan komentar dari penjual.

Peristiwa terjadi pada Jumat 3 April 2024 sekitar pukul 15.00 WIB. Pelanggan datang bersama suaminya ke stall Depot Ilham, sebuah kios makanan yang terletak di dalam Terminal Purabaya. Ia memesan mi goreng, dua porsi rawon, dan minuman. Saat makanan disajikan, ia mengeluh bahwa mi goreng tidak dilengkapi telur, meski harganya sudah tertera di daftar menu.

Masud (38), penjaga Depot Ilham yang telah bekerja di terminal lebih dari lima tahun, menjelaskan bahwa pelanggan tersebut sudah melihat daftar harga sebelum memesan. Ia menirukan adegan video dengan berkata, “Dia minta mi goreng, ya saya bikinin. Lalu pas datang dia protes ‘ini nggak ada telurnya? Masa mi Rp15 ribu nggak ada telurnya?’”

Masud menegaskan bahwa pada daftar menu tidak ada keterangan telur untuk mi goreng atau mi kuah. Ia menambahkan bahwa jika pelanggan ingin tambahan telur, biasanya mereka menyampaikannya saat memesan. “Biasanya kalau ada pembeli yang ingin tambahan telur disampaikan di awal,” ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa warungnya tidak menyediakan tambahan telur secara default.

Walaupun pelanggan menuduh tidak ada telur, ia tetap membayar makanan yang sudah dipesan. Menurut Masud, pelanggan tersebut “membayar makanan yang sudah dipesan meski sempat mengancam akan memviralkan di media sosial.” Ia menambahkan, “Dia marah-marah mau diviralin, ya silakan. Tapi akhirnya tetap bayar.”

Di video, pelanggan juga mengekspresikan rasa frustrasi dengan membandingkan harga makanan di Surabaya dengan Padang. Ia mengucapkan, “Sesuai harga mi kau yang mana, gak bisa baca. Itu namanya kau ngejebak orang, mi goreng itu rata-rata pakai telur.”

Menurut Masud, daftar menu di Depot Ilham memang mencantumkan harga mi goreng sebesar Rp15 ribu tanpa keterangan telur. Ia menekankan bahwa pelanggan dapat meminta tambahan telur jika diinginkan, namun tidak ada persyaratan otomatis.

Kasus ini menyoroti pentingnya transparansi harga dan komunikasi yang jelas antara penjual dan pelanggan. Meskipun video tersebut menimbulkan kontroversi, pelaku tetap membayar dan menegaskan bahwa tidak ada tambahan telur yang diminta. Sementara itu, pelanggan yang menuntut tambahan telur tidak menuntutnya secara eksplisit, sehingga situasi tetap terpecahkan tanpa konflik lebih lanjut.

Terminal PurabayaDepot Ilhammi gorengtambahan telurvideo viralprotes pelanggantransparansi hargamedia sosial

Komentar

Memuat komentar...