Video Joget di Dapur SPPG Mengundang Kontroversi Bersaluran

Nita W. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 101 dibaca
Bisik.id
Video Joget di Dapur SPPG Mengundang Kontroversi Bersaluran

Gambar atau konten salah?

Video pendek yang diunggah pada 15 Maret 2026 menampilkan seorang pria yang menari di dalam sebuah ruangan yang diduga merupakan SPPG—Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi. Aksi jogetnya diiringi musik, sementara beberapa pekerja di latar belakang terlihat membungkus paket makanan.

Video tersebut diposting di akun TikTok Hendrik Irawan MBG, dan menampilkan pria tersebut yang berasal dari Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Pekerja di latar belakang kemungkinan sedang menyiapkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang akan dibagikan kepada penerima manfaat.

Setelah dipublikasikan, video tersebut mendapat perhatian luas. Hingga kini sudah ditonton oleh 1,2 juta orang dan disukai oleh 10,6 ribu orang. Meskipun kolom komentar pada akun tersebut sudah dinonaktifkan, video ini tetap menyebar ketika diunggah ulang oleh akun-akun lain.

Netizen menyayangkan aksi pria tersebut. Banyak komentar mengkritik ketidaksesuaian antara menari di ruang kerja dan tugas sosial yang dijalankan. Dalam balasan komentar, pria itu menampilkan pendapatan harian yang ia klaim berasal dari program tersebut: Rp6 juta per hari.

Setelah mendapat banyak hinaan, Hendrik Irawan mengunggah video permintaan maaf. Ia menulis, “Saya Hendrik Irawan memohon maaf pada netizen, saya tidak masalah dihujat setiap hari, dan saya tidak ada tujuan melecehkan program Bapak Presiden Prabowo Subianto.” Di video lain, ia menjelaskan bahwa Rp6 juta tersebut bukan “jatah MBG anak-anak” melainkan insentif dari Pak Prabowo Subianto karena ia membangun dapur SPPG menggunakan uangnya sendiri, bukan uang pemerintah.

Peristiwa ini tidak pertama kali membuat Hendrik Irawan menjadi sorotan publik. Pada masa lalu, SPPG yang berlokasi di Desa Pangauban, Kecamatan Batujajar, kehilangan saldo sebesar Rp1 miliar. Kepala SPPG yang bersangkutan diduga menjadi korban phising, sehingga dapur tidak dapat beroperasi dan penyaluran MBG terhenti.

Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, mengaku telah menugaskan Direktur Pemantauan dan Pengawasan BGN untuk menemui Hendrik Irawan dan memberi teguran keras. Ia menambahkan, “Ini barusan saya telepon Brigjen Doni Dewantoro, Direktur Tauwas wilayah II, sudah bertemu dan sudah ditegur keras.” Nanik menyatakan kekecewaannya terhadap sikap mitra tersebut, menyoroti video joget yang diambil tanpa menggunakan alat pelindung diri (APD).

Reaksi BGN menegaskan bahwa mereka akan terus memantau operasional SPPG yang dimiliki oleh Hendrik Irawan. Menurut Nanik, “Apakah harus overacting seperti itu, apalagi ada konten-konten yang dia buat di dalam dapur tanpa APD. Tentu kami akan memantau dapurnya.”

Video ini menunjukkan bagaimana aksi sederhana dapat menimbulkan dampak luas di media sosial, sekaligus menyoroti pentingnya transparansi dalam program bantuan sosial. Kejadian ini juga menegaskan bahwa setiap mitra program harus menjaga reputasi dan integritas, baik dalam penyampaian layanan maupun dalam penyebaran informasi melalui platform digital.

SPPGMBGTikTokHendrik IrawanPrabowo SubiantoBGNAPDtransparansi

Komentar

Memuat komentar...