Video Relawan SPPG Memakan Lampu Neon, Tidak Pamer
Gambar atau konten salah?
Video yang menampilkan seorang relawan SPPG memakan lampu neon di atas mobil MBG menjadi viral di media sosial. Aksi debus ini diambil di Desa Kubangsari, Kecamatan Ketanggungan, Brebes, dan banyak dianggap sebagai pamer kekuatan atau tantangan.
Dalam video tersebut, seorang pria mengenakan kaos biru khas SPPG berdiri di atas mobil MBG. Ia memecahkan lampu neon dan langsung memakannya. Video ini kemudian dibagikan oleh akun Instagram @updatebrebes, di mana narasi negatif menanyakan maksud dan menuduh pamer.
Asisten lapangan SPPG Kubangsari, Dheny Siswanto, menegaskan tidak ada niat buruk di balik pembuatan video. Ia mengatakan, "Jadi tidak betul video ini untuk menakuti pihak lain. Ini murni hiburan setelah selesai kerja," katanya pada 11 Mei 2026. Menurutnya, video itu dibuat sebagai hiburan dan yang beredar bukan versi lengkap.
Video asli, yang diunggah ke akun resmi SPPG sebelum Idul Adha, berdurasi 58 detik. Pria dalam video itu bernama Alfajar alias Yayang, relawan bagian distribusi makanan yang juga memiliki keahlian debus dan sulap. Dheny menjelaskan bahwa video asli menampilkan adegan sulap, di mana sebuah ompreng kosong diubah menjadi ompreng penuh makanan, serta musik khas tarling pantura.
Namun, versi yang beredar di media sosial telah dipotong dan diedit. Dheny menyatakan, "Sebenarnya ada adegan sulap, tapi dipotong. Kemudian diberi narasi negatif yang menyudutkan SPPG. Lagunya juga sudah beda, karena aslinya lagu khas tarling pantura," ujarnya. Ia menyesalkan adanya pihak yang mengunggah ulang video tersebut dengan narasi negatif.
Umar, mitra SPPG Kubangsari, menambahkan bahwa pria dalam video viral itu memang karyawannya. Ia menyesalkan narasi negatif yang menimbulkan kebencian. Ia berkata, "Itu memang relawan SPPG sini. Aslinya bukan seperti itu. Video yang viral sudah dipotong dan diedit. Kemudian diberi narasi negatif yang menimbulkan kebencian," kata Umar.
Video ini menunjukkan bagaimana sebuah aksi sederhana dapat disalahartikan jika disunting dan diberi narasi yang salah. SPPG menegaskan bahwa tujuannya hanyalah hiburan setelah kerja, bukan untuk menakuti atau menantang pihak manapun. Peristiwa ini mengingatkan pentingnya memverifikasi sumber dan konteks sebelum menyebarkan konten di media sosial.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Sumur Puter Sunan Kudus: Cerita Tersesat di Gang Sempit
Sumur Puter di Kudus, Mitra Barang Hilang? Belum Ada Bukti
Sumur Puter di Kudus: Warisan Air Sunan yang Terlupakan
BEM Solo Raya Demonstrasi di DPRD Solo, Aksi Berakhir Damai
Solo Tunggu Koordinasi Keraton, Belum Ada Rapat Kirab 1 Suro
Harga Obat Semarang Naik, BPJS Terancam Keterjangkauan
Berita Terbaru
Puasa Muharram 2026: 1 Muharram 16 Juni, Kapan dan Cara
Ratu Dewa Tambah CCTV di Jembatan Ampera, Besi Hilang
Revisi Permenaker No.7: Outsourcing Terbatas 4 Pekerjaan
Satria Muda Kalah 79-82 vs Bogor Hornbills Semifinal IBL
Layang-Layang Menghambat Kereta Cepat Whoosh, KCIC Amankan 452
Probiotik vs Gula: Pilihan Cerdas untuk Usus Sehat Mudah
Jakarta Bebas Bunga PKB, Pemutihan Denda Hingga 31 Agustus
Bellingham: Persatuan Timnas Inggris Penting ke 2026