Video Viral: Pelanggan Gugat Mi Goreng Tanpa Telur di Surabaya

Bima J. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 101 dibaca
Bisik.id
Video Viral: Pelanggan Gugat Mi Goreng Tanpa Telur di Surabaya

Gambar atau konten salah?

Di Terminal Purabaya, Surabaya, sebuah video perempuan yang menuduh harga mi goreng Rp 15 ribu menjadi viral. Ia bahkan menambahkan bahwa makanan di Surabaya lebih mahal dibanding Padang. “Sesuai harga mi kau yang mana, gak bisa baca. Itu namanya kau ngejebak orang, mi goreng itu rata-rata pakai telur,” ujar perempuan itu dalam rekaman yang menyebar luas.

Peristiwa itu terjadi di warung makan Depot Ilham, yang terletak di kawasan Terminal Purabaya. Penjaga warung, Masud, berusia 38 tahun, sudah bekerja di sana lebih dari lima tahun. Ia menegaskan bahwa harga dan keterangan menu di Depot Ilham sudah ditulis dengan jelas.

Menurut Masud, menu mi goreng atau mi kuah memang dipatok Rp 15 ribu, dan tidak ada keterangan telur di daftar menu. “Ini sampeyan lihat dulu ya. Itu kan udah jelas harganya,” kata Masud kepada penonton.

Ia menjelaskan bahwa pelanggan yang merekam video tersebut sudah sempat melihat daftar harga sebelum memesan. Namun, setelah makanan disajikan, pelanggan itu bertanya mengapa tidak ada telur dalam mi goreng yang ia pesan. Tangkapan layar video pelanggan protes menunjukkan reaksi yang cukup kuat.

“Dia minta mi goreng, ya saya bikinin. Lalu pas datang dia protes 'ini nggak ada telurnya? Masa mi Rp15 ribu nggak ada telurnya?'", ujar Masud menirukan perekam video. Ia menegaskan bahwa di daftar menu memang tidak ada keterangan telur yang menyertai mi goreng/kuah. Jika ada pembeli yang ingin tambahan telur, biasanya disampaikan di awal. Tetapi di warungnya memang tidak menyediakan tambahan telur untuk menu mi.

Masud juga menyebut bahwa pelanggan tersebut datang bersama suaminya pada hari Jumat, 3 April 2026, sekitar pukul 15.00 WIB. Ia menduga orang tersebut bukan warga lokal. Meski sempat marah dan mengancam akan memviralkan kejadian itu, pelanggan tetap membayar makanan yang sudah dipesan. Selain mi goreng, pengunjung itu juga memesan dua porsi rawon dan minuman.

“Dia marah-marah mau diviralin, ya silakan. Tapi akhirnya tetap bayar,” tambahnya. Menurut Masud, selama lima tahun bekerja di sana baru kali ini ia menghadapi kejadian seperti itu.

“Pertama kali itu kejadian kayak begitu. Soalnya kan juga sudah tertulis, sudah jelas. Makanya saya berani suruh viralin, silakan. Kan posisi saya itu benar,” pungkasnya.

Peristiwa ini menyoroti ketegangan antara pelanggan dan pelayan di warung makan. Meskipun harga sudah tertera, pelanggan kadang masih merasa tidak puas jika menu tidak sesuai ekspektasi. Di sisi lain, pelayan menegaskan pentingnya komunikasi yang jelas tentang apa yang termasuk dalam menu. Keduanya berakhir dengan pembayaran, namun video tersebut tetap menjadi bahan diskusi di media sosial.

Terminal Purabayami goreng Rp15 ribuDepot Ilhamvideo viralpelanggan protestelurmedia sosial

Komentar

Memuat komentar...