Virus CMNV di Udang dan Ikan Menyebabkan Kebutaan Mata
Gambar atau konten salah?
Penelitian lintas negara yang melibatkan peneliti dari China, Australia, dan Singapura baru saja mengungkap keberadaan virus pada udang dan ikan yang dapat menular ke mata manusia. Studi ini dipublikasikan oleh Chinese Academy of Fishery Sciences, Qingdao Eye Hospital of Shandong First Medical University, University of Melbourne, serta Duke-NUS Medical School. Dilansir dari SAYS (15 Mei 2026), virus tersebut dinamai covert mortality nodavirus (CMNV).
CMNV pertama kali terdeteksi pada udang budidaya di China pada tahun 2014, setelah wabah penyakit yang menimbulkan kerugian besar di industri tambak sejak 2009. Virus ini termasuk dalam kelompok nodavirus, yang biasanya menyerang sistem saraf hewan laut.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa CMNV juga dapat memicu gangguan mata pada manusia, khususnya persistent ocular hypertensive viral anterior uveitis (POH-VAU). Kondisi ini menimbulkan peradangan berulang dan tekanan tinggi pada bola mata, yang bila tidak diobati dapat merusak saraf optik, mengganggu penglihatan secara signifikan, dan bahkan menyebabkan kebutaan permanen.
Menurut data, sekitar sepertiga pasien yang terinfeksi mengalami komplikasi serius, termasuk operasi glaukoma. Satu pasien bahkan dilaporkan mengalami kebutaan permanen. Angka pada pasien yang matanya terinfeksi virus ini ditemukan 77% lebih tinggi di provinsi dengan produksi seafood budidaya terbesar dibanding wilayah dengan produksi rendah,
Studi juga mengungkap penyebaran virus di berbagai wilayah dunia. Di Asia, sekitar 35% sampel udang dan 40% sampel ikan menunjukkan hasil positif CMNV. Virus serupa telah terdeteksi pada spesimen laut dari Amerika, Afrika, hingga Antartika, menandakan potensi global.
Pengujian terhadap 351 produk seafood yang beredar di pasar dari enam provinsi di China menemukan bahwa 33% - 62% sampel ikan, udang, kepiting, moluska, dan cumi-cumi mengandung virus. Temuan ini menambah kekhawatiran tentang keamanan makanan laut yang masih mentah.
World Organisation for Animal Health (WOAH) telah mencatat CMNV sebagai penyakit infeksi baru yang perlu diwaspadai. Pencatatan ini menegaskan pentingnya pengawasan dan regulasi di industri perikanan.
Peneliti menilai bahwa penyebaran virus berkaitan erat dengan peningkatan interaksi manusia dengan hewan air, terutama pekerja industri perikanan dan pengolahan seafood. Angka pada pasien yang matanya terinfeksi virus ini ditemukan 77% lebih tinggi di provinsi dengan produksi seafood budidaya terbesar dibanding wilayah dengan produksi rendah,
Meskipun demikian, peneliti menegaskan bahwa seafood yang dimasak hingga matang relatif aman. CMNV dapat bertahan pada suhu dingin, namun hancur ketika terkena panas. Risiko terbesar terjadi pada orang yang sering menangani seafood mentah secara langsung. Untuk mencegah penularan di lingkungan keluarga, disarankan memakai sarung tangan saat membersihkan seafood mentah.
Kesimpulannya, virus CMNV menunjukkan potensi serius bagi kesehatan manusia melalui konsumsi atau kontak dengan seafood mentah. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami mekanisme penularan dan mengembangkan protokol keamanan yang efektif.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Air Kelapa 15 Hari: Hidrasi, Pencernaan, Berat Badan
Gejala Kulit Leukemia: Memar, Benjolan, Infeksi, dan Lainnya
Almond vs. Kacang Tanah: Pilihan Nutrisi Jantung Kesehatan
BPOM Tegaskan Indonesia Jadi Pemain Utama ATMP Terapi Gen
Peringatan WMO: El Nino 2026 Siap Guncang Indonesia
Penyakit Ginjal Anak Naik, Minuman Manis Bertanggungjawab
Berita Terbaru
Wakil Bupati Iwan Tuaji Laporkan Harta Rp 6,7 Miliar
Penurunan Wisnus Bali 4,14% Tahun Ini, 2,03% Bulanan
Jaga Kolam Ikan Rumah Bersih: Tips Pembersihan dan Nutrisi
Air Kelapa 15 Hari: Hidrasi, Pencernaan, Berat Badan
Praearcturus Gigas: Kalajengking Raksasa 1 Meter di Era Devon
Pelantikan DPW IAEI Jambi, Gubernur Tekankan Ekonomi Syariah
Bayi Ditemukan Telantar di Sungai Cibinong, Cibogo
Vlahovic Lepas dari Juventus, Cari Klub Baru Luar Italia
