Wahyu Batal Ikut Kejuaraan Dunia Karena Rekomendasi Gagal
Gambar atau konten salah?
I Gede Wahyu Surya Wiguna adalah atlet angkat berat asal Buleleng yang dipastikan tidak dapat tampil di kejuaraan dunia di Druskininkai, Lithuania. Kegagalan ini disebabkan oleh masalah administrasi yang belum selesai sebelum batas akhir pendaftaran.
Wahyu mengekspresikan kekecewaannya lewat media sosial. Ia menyatakan bahwa keberangkatannya batal dan menyoroti kendala dalam memperoleh rekomendasi yang menjadi syarat utama untuk berpartisipasi di ajang internasional tersebut. Ia juga menyinggung kewajiban dana jaminan sebesar Rp 339 juta, yang menimbulkan pertanyaan publik.
Ketut Widi Sandiada, Sekretaris Umum Pabersi Buleleng, mengonfirmasi bahwa Wahyu memang menerima undangan resmi dari International Powerlifting Federation (IPF). Menurutnya, proses pengajuan rekomendasi melewati beberapa tingkatan, mulai dari pengurus kabupaten hingga provinsi. Namun, hingga tenggat waktu pendaftaran ditutup, rekomendasi dari pengurus pusat tidak pernah terbit.
Widi menambahkan bahwa situasi ini tidak hanya dialami Wahyu, melainkan juga atlet lain. Ia belum menerima penjelasan rinci mengapa rekomendasi tersebut tidak keluar. Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa mekanisme dana jaminan merupakan bagian dari regulasi resmi kejuaraan internasional, khususnya terkait tes doping yang mengacu pada standar World Anti-Doping Agency (WADA).
"Itu semua sudah sesuai dengan aturan kejuaraan. Tidak ada pungli seperti yang ramai di media sosial," kata Widi, Selasa, 7 April 2026.
Di sisi lain, Putu Nova Putra, Ketua Harian KONI Buleleng, menyatakan bahwa pihaknya tetap memberikan dukungan penuh kepada Wahyu. Ia menilai bahwa atlet tersebut memiliki rekam jejak prestasi yang membanggakan dan layak tampil di level dunia.
"Kami di daerah tentunya mendukung dan mendorong atlet agar bisa berprestasi di level yang lebih tinggi. Namun, untuk proses administrasi seperti rekomendasi, kewenangannya berada di pusat," ujarnya.
Nova juga menekankan bahwa perhatian KONI tidak hanya tertuju pada satu atlet, melainkan merata bagi seluruh atlet binaan di Buleleng.
Peristiwa ini menyoroti pentingnya koordinasi administratif antara tingkat daerah dan pusat dalam persiapan atlet internasional. Meskipun peraturan dan mekanisme dana jaminan sudah jelas, keterlambatan dalam proses rekomendasi dapat menghalangi peluang atlet untuk bersaing di panggung dunia. Pihak KONI daerah tetap berkomitmen mendukung semua atlet binaan, menunggu penyelesaian masalah administratif agar mereka dapat mewujudkan prestasi di tingkat global.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Driver Ojol Minta Tolong Saat Motor Diangkut Petugas, Dishub Minta Maaf
PT BTID Bermitra dengan Pemuda Enam Banjar di Festival Penjor
Dana Rp 37,7 M Siap Perbaiki Dua Jalan Rusak di Denpasar Barat
KPK Awasi PPDB Klungkung, Pelanggaran Bisa Berujung Pidana
Ramalan bintang cinta Sabtu 20 Juni 2026
BBMKG: Hujan Ringan Guyur Sebagian Besar Bali, Tabanan dan Gianyar Cerah
Berita Terbaru
Dokter Bantah Mitos: Wortel Tak Bisa Sembuhkan Mata Minus
Qatar Gagal Lagi di Piala Dunia 2026, Masih Nihil Kemenangan
Turis China Dirampok Bersenjata di Mexico City
Cedera Hamstring Raphinha, Brasil Khawatir di Piala Dunia
Dokter Bantah Mitos Mata Kedutan, Sebut Penyebabnya Karena Lelah
Richards: Bicara Juara Piala Dunia 2026 Tak Berlebihan
Kemdiktisaintek Buka Beasiswa Doktor untuk Dosen 2026
Vespa Amazing Ride 2026: Touring Jawa-Bali Kampanye Bayar Pajak Digital
Cerita Rolivia Cuci Darah di Usia 21 Viral, Ini Penyebabnya
