Wahyu Batal Ikut Kejuaraan Dunia Karena Rekomendasi Gagal

Mira T. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 63 dibaca
Bisik.id
Wahyu Batal Ikut Kejuaraan Dunia Karena Rekomendasi Gagal

Gambar atau konten salah?

I Gede Wahyu Surya Wiguna adalah atlet angkat berat asal Buleleng yang dipastikan tidak dapat tampil di kejuaraan dunia di Druskininkai, Lithuania. Kegagalan ini disebabkan oleh masalah administrasi yang belum selesai sebelum batas akhir pendaftaran.

Wahyu mengekspresikan kekecewaannya lewat media sosial. Ia menyatakan bahwa keberangkatannya batal dan menyoroti kendala dalam memperoleh rekomendasi yang menjadi syarat utama untuk berpartisipasi di ajang internasional tersebut. Ia juga menyinggung kewajiban dana jaminan sebesar Rp 339 juta, yang menimbulkan pertanyaan publik.

Ketut Widi Sandiada, Sekretaris Umum Pabersi Buleleng, mengonfirmasi bahwa Wahyu memang menerima undangan resmi dari International Powerlifting Federation (IPF). Menurutnya, proses pengajuan rekomendasi melewati beberapa tingkatan, mulai dari pengurus kabupaten hingga provinsi. Namun, hingga tenggat waktu pendaftaran ditutup, rekomendasi dari pengurus pusat tidak pernah terbit.

Widi menambahkan bahwa situasi ini tidak hanya dialami Wahyu, melainkan juga atlet lain. Ia belum menerima penjelasan rinci mengapa rekomendasi tersebut tidak keluar. Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa mekanisme dana jaminan merupakan bagian dari regulasi resmi kejuaraan internasional, khususnya terkait tes doping yang mengacu pada standar World Anti-Doping Agency (WADA).

"Itu semua sudah sesuai dengan aturan kejuaraan. Tidak ada pungli seperti yang ramai di media sosial," kata Widi, Selasa, 7 April 2026.

Di sisi lain, Putu Nova Putra, Ketua Harian KONI Buleleng, menyatakan bahwa pihaknya tetap memberikan dukungan penuh kepada Wahyu. Ia menilai bahwa atlet tersebut memiliki rekam jejak prestasi yang membanggakan dan layak tampil di level dunia.

"Kami di daerah tentunya mendukung dan mendorong atlet agar bisa berprestasi di level yang lebih tinggi. Namun, untuk proses administrasi seperti rekomendasi, kewenangannya berada di pusat," ujarnya.

Nova juga menekankan bahwa perhatian KONI tidak hanya tertuju pada satu atlet, melainkan merata bagi seluruh atlet binaan di Buleleng.

Peristiwa ini menyoroti pentingnya koordinasi administratif antara tingkat daerah dan pusat dalam persiapan atlet internasional. Meskipun peraturan dan mekanisme dana jaminan sudah jelas, keterlambatan dalam proses rekomendasi dapat menghalangi peluang atlet untuk bersaing di panggung dunia. Pihak KONI daerah tetap berkomitmen mendukung semua atlet binaan, menunggu penyelesaian masalah administratif agar mereka dapat mewujudkan prestasi di tingkat global.

I Gede Wahyu Surya WigunaBulelengangkat beratadministrasirekomendasidana jaminanWADAKONI Buleleng

Komentar

Memuat komentar...