Waisak 2025: Wihara Ekayana Arama Rayakan Cinta & Perdamaian

Cahyo S. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 93 dibaca
Bisik.id
Waisak 2025: Wihara Ekayana Arama Rayakan Cinta & Perdamaian

Gambar atau konten salah?

Di Wihara Ekayana Arama, suasana tenang dan khusyuk menyelimuti ribuan umat Buddha yang berkumpul pada Hari Raya Waisak 2570 BE, yang jatuh pada 31 Mei 2025. Acara ini menandai peringatan tiga peristiwa penting dalam kehidupan Siddhartha Gautama: kelahiran, pencerahan, dan parinirwana.

Setiap tahun, Waisak diadakan dengan tema yang menekankan nilai-nilai universal. Tahun ini, tema utama Wihara Ekayana Arama adalah Menebar Cinta, Menumbuhkan Perdamaian Dunia, dengan subtema Waisak Ingatkan Kita Cara Melepas Ego. Tema tersebut diangkat untuk mengajak umat meneladani sikap tanpa ego yang dapat membawa kedamaian pribadi dan sosial.

Menteri Agama, Nasaruddin Umar, memulai pidato dengan mengingatkan pentingnya mengendalikan ego. Ia berkata, “Mari kita meneladani tokoh-tokoh yang pernah berjaya dalam sejarah, termasuk di antaranya adalah Siddharta Gautama, yang hari ini kita peringati Waisak. Dan yang paling penting buat kita bagaimana kita mengendalikan ego. Karena selama kita didikte oleh ego, maka itu pertanda nanti kita akan menjadi manusia yang menghadapi banyak tantangan, bahkan problem,” ujarnya.

Selanjutnya, Nasaruddin menegaskan bahwa menenangkan ego dapat menyelesaikan masalah yang lebih luas. Ia menambahkan, “Tapi kalau kita berhasil menjinakkan ego kita, maka bukan saja persoalan pribadi dan keluarga akan selesai, tapi persoalan kemasyarakatan dan bangsa dan kenegaran, bahkan dunia pun juga bisa terselesaikan.”

Dia juga mengungkapkan kebanggaan atas pencapaian tinggi indeks kerukunan umat beragama di Indonesia. Nasaruddin menyatakan, “Dalam beberapa tahun terakhir indeks kerukunan umat beragama di Indonesia mencapai angka tertinggi sepanjang sejarah. Ini merupakan hasil kontribusi semua pihak yang terus menjaga nilai-nilai kebijaksanaan dan toleransi.”

Selain itu, Menteri Agama menekankan bahwa Waisak tidak hanya perayaan keagamaan bagi umat Buddha, tetapi juga mengandung nilai-nilai universal yang relevan bagi semua manusia. Ia menegaskan bahwa melalui peringatan kelahiran, pencerahan, dan wafatnya Siddhartha Gautama, masyarakat diingatkan untuk merenungkan arah hidup masing-masing.

Bhante Nyanagupta, tokoh spiritual di Wihara Ekayana Arama, mengucapkan terima kasih kepada Nasaruddin, Wakil Panglima TNI, dan Wali Kota Jakarta Barat atas dukungan yang terus diberikan. Ia berkata, “Kami sangat berterima kasih perhatian pemerintah ke umat Buddha khususnya Menteri Agama yang hampir setiap hari besar khususnya Waisak hadir, juga kepada Gubernur Jakarta. Para pejabat ini memberikan perhatian yang sangat besar, termasuk menjaga keamanan dan menciptakan suasana yang kondusif untuk kerukunan hidup beragama agama.”

Acara dimulai dengan prosesi pindapata, di mana para biksu berjalan kaki membawa mangkuk untuk menerima sumbangan umat. Selanjutnya, diikuti Puja Bhakti Waisak. Pada siang hari, rangkaian perayaan berlangsung lancar dan khusuk. Acara ditutup dengan penampilan pentas seni anak-anak yang menunjukkan kemampuan bernyanyi mereka.

Selama perayaan, ribuan umat Buddha telah memadati kawasan wihara sejak pagi. Suasana tetap damai, dan keamanan terjaga dengan baik. Pemerintah dan pihak keamanan berperan aktif dalam menjaga ketertiban dan menciptakan suasana kondusif.

Waisak 2570 BE menjadi ajang refleksi bagi umat Buddha dan masyarakat luas. Pesan tentang mengendalikan ego, pentingnya kerukunan beragama, serta nilai universal yang menghubungkan semua manusia menjadi inti peringatan. Dengan demikian, perayaan ini menegaskan kembali komitmen Indonesia terhadap perdamaian dan toleransi antarumat beragama.

Waisak 2570 BEWihara Ekayana AramaMengendalikan EgoKerukunan Umat BeragamaPerdamaian DuniaSiddhartha GautamaNasaruddin Umar

Komentar

Memuat komentar...